Klaim pemulihan listrik 97 persen memicu kekecewaan warga Aceh yang masih hidup dalam kegelapan total hingga 9 Desember 2025.

Di tengah puing-puing banjir bandang di Aceh, janji pemulihan listrik justru memicu kekecewaan warga. Hingga 9 Desember 2025, Aceh Tamiang masih gelap gulita, sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim 93–97 persen listrik telah pulih. Kontras ini menjadi kenyataan pahit yang menguji ketabahan masyarakat pascabencana.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang fakta lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Klaim Berani Menteri Bahlil
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melapor kepada Presiden Prabowo bahwa 93 persen listrik Aceh akan pulih malam itu. Dalam rapat terbatas di Bireuen pada 7 Desember 2025, ia menegaskan komitmen timnya, memberi harapan bagi 1,7 juta pelanggan terdampak banjir bandang.
Puncaknya, Bahlil sebut Aceh Tamiang sudah “terang benderang” mulai jam 20.30 WIB dengan cepat. Wilayah lain seperti Bener Meriah dan Gayo Lues pun diklaim pulih dalam waktu singkat berkat upaya maksimal. Optimisme tinggi ini disebar luas melalui media sosial pemerintah dan konferensi pers resmi.
Namun, data resmi dari PLN sendiri ungkap cerita yang jauh berbeda dan mengejutkan. Hingga 9 Desember, sebanyak 1.234 desa masih gelap gulita dari total 5.951 desa di Aceh. Kerusakan parah pada tower listrik dan jaringan transmisi jadi biang kerok utama penyebab pemadaman berkepanjangan ini.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Realita Kegelapan di Lapangan
Warga Aceh Tamiang kesal berat karena listrik tetap mati total selama dua pekan penuh pascabencana alam. Sumiyati, salah satu korban banjir bandang, sebut rumahnya hancur lebur dan malam hari penuh teror kegelapan yang mencekam. “Itu bohong semua, kami masih dalam kegelapan pekat,” katanya dengan nada geram dan frustrasi mendalam.
Pemadaman bergilir masih jadi momok menakutkan di Banda Aceh dan wilayah sekitarnya secara luas. Suplai dari PLTU Nagan Raya tak cukup kuat menjangkau semua area, sementara jalur transmisi Arun-Banda Aceh putus total akibat longsor. Warga bertahan pakai lampu minyak tanah campur solar yang berbahaya dan mahal.
Juru bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA, klarifikasi dengan tegas bahwa realita lapangan hanya 60-70 persen suplai listrik normal. Banda Aceh bahkan stuck di 35-40 persen saja, jauh dari target. Ini picu resistensi keras warga terhadap petugas PLN di lapangan.
Baca Juga: Puan Maharani, Ajak Anak Papua Pedalaman Menembus Pendidikan Tinggi
Suara Warga Yang Terabaikan

Tangis Sumiyati pecah saat cerita panjang soal makan bergantung sepenuhnya pada bantuan tetangga yang terbatas. “Kami was-was setiap malam, badan kurus karena gelap dan angin kencang,” ujarnya lirih dengan suara bergetar. Harapannya sederhana: empati tulus dan bantuan cepat nyata dari pemerintah pusat.
Banyak warga ragu keras terhadap klaim Bahlil karena bertentangan langsung dengan fakta lapangan sehari-hari. Media sosial ramai kritik pedas, sebut pernyataan itu bohong besar dan menyesatkan publik. Ini erodasi kepercayaan publik pascabencana yang sudah rapuh.
Potensi konflik sosial muncul saat warga kecewa berat dan mulai berunjuk rasa. Pernyataan optimis tanpa bukti lapangan nyata malah tambah trauma psikologis warga. Warga butuh aksi konkret, bukan janji kosong yang berulang-ulang.
Upaya Pemulihan Dan Harapan ke Depan
PLN akui secara terbuka masih banyak wilayah terisolasi di empat kabupaten utama, termasuk Aceh Tamiang yang parah. Mereka datangkan genset tambahan dalam jumlah besar dan target pulih penuh dalam lima hari ke depan. Sinkronisasi 24 jam nonstop jadi kunci utama stabilitas jaringan listrik.
Dirut PLN janji perbaikan paralel intensif di Aceh Tengah dan Takengon dengan tim khusus. Tower listrik roboh sudah ditangani prioritas, meski tantangan cuaca ekstrem seperti hujan deras hambat proses. Progres capai 93 persen sistem secara keseluruhan, tapi desa kecil tertinggal jauh.
Harapan warga kini tertuju pada koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah. Pemulihan listrik bukan akhir perjuangan, tapi awal bangkit Aceh yang gemilang dari musibah. Dengan empati mendalam dan transparansi penuh, kegelapan bisa berubah menjadi cahaya abadi ke depan.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari aceh.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari nasibrakyat.com