Banjir kembali melanda dan merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir.
Luapan sungai dan buruknya sistem drainase membuat genangan air meluas hingga ke permukiman dan jalan utama, mengganggu aktivitas warga serta melumpuhkan arus lalu lintas. Ribuan warga terdampak dan sebagian harus mengungsi ke tempat aman.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Banjir Lumpuhkan Lalu Lintas Kawasan Industri Dayeuhkolot
Banjir kembali merendam kawasan industri Cisirung, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Senin sore. Pantauan di lapangan sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan ketinggian air mencapai paha orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan melumpuhkan arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Sejumlah kendaraan roda dua tidak mampu melintas dan terpaksa diangkut oleh warga sekitar. Sementara itu, kendaraan yang hendak menuju Jalan Palasari harus memutar balik karena genangan air yang cukup tinggi dan berbahaya bagi pengendara.
Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu secara signifikan. Selain memperlambat perjalanan, genangan air juga menyebabkan banyak kendaraan mogok, terutama di titik-titik yang memiliki arus air cukup deras.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Warga Sigap Hadapi Banjir Tahunan
Seorang warga setempat, Wawan (64), mengungkapkan bahwa banjir di kawasan tersebut bukanlah hal baru. Ia menyebut genangan air kerap terjadi ketika hujan turun selama beberapa hari berturut-turut, terutama di wilayah yang dekat dengan aliran sungai.
Menurutnya, jika debit air terus meningkat, banjir berpotensi meluas hingga ke wilayah lain seperti Citepus. Hal ini membuat warga harus selalu siaga menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Sebagai bentuk kepedulian, warga setempat secara sukarela membantu mengatur lalu lintas di titik-titik genangan. Mereka juga membantu pengendara yang kesulitan melintasi jalan yang terendam air, guna mengurangi risiko kecelakaan.
Baca Juga:Â DARURAT! Banjir di Kabupaten Bandung Masih Rendam Puluhan Ribu Warga
Luapan Sungai Picu Banjir, Ketinggian Air Bervariasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebutkan bahwa banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Citarum dan beberapa anak sungai, seperti Cikapundung, Cipalasari, dan Cigede. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama meningkatnya debit air.
Ketinggian air di sejumlah wilayah bervariasi. Di Kampung Babakan Sangkuriang, air mencapai 40 hingga 130 sentimeter, sedangkan di Kampung Bojong Asih berkisar antara 30 hingga 120 sentimeter. Sementara itu, di wilayah lain seperti Citeureup dan Cilisung, genangan berada di kisaran 20 hingga 90 sentimeter.
Selain permukiman, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama. Di Jalan Raya Dayeuhkolot, air setinggi 50 hingga 60 sentimeter masih memungkinkan kendaraan melintas meski banyak yang mogok. Namun, di beberapa titik lain seperti depan pabrik Metro Garmen dan sekitar Masjid Ash-Shofia, kendaraan tidak dapat melintas sama sekali.
BPBD Imbau Warga Tetap Siaga
Dampak banjir cukup luas, dengan puluhan warga terpaksa mengungsi. Sebanyak 19 kepala keluarga atau 57 jiwa kini berada di shelter Desa Dayeuhkolot. Di antara mereka terdapat kelompok rentan seperti lansia, bayi, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus.
Secara keseluruhan, banjir telah berdampak pada ribuan warga di Kabupaten Bandung. Di Desa Citeureup, tercatat 1.272 kepala keluarga atau 2.807 jiwa terdampak, sementara di Desa Panyadap, sekitar 400 rumah terendam dengan total 600 kepala keluarga terkena dampaknya.
BPBD bersama aparat desa, TNI-Polri, dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan deras kembali terjadi, guna menghindari risiko yang lebih besar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari tirto.id
- Gambar Kedua dari megapolitan.antaranews.com