DARURAT! Banjir di Kabupaten Bandung Masih Rendam Puluhan Ribu Warga

Banjir di Kabupaten Bandung masih merendam puluhan ribu warga Banjir di Kabupaten Bandung masih merendam puluhan ribu warga
Bagikan

Banjir di Kabupaten Bandung masih merendam puluhan ribu warga akibat luapan Sungai Citarum dan hujan ekstrem berkepanjangan.

Banjir di Kabupaten Bandung masih merendam puluhan ribu warga

Banjir bandang melanda Kabupaten Bandung akibat luapan Sungai Citarum dan hujan ekstrem sejak akhir pekan. Hingga Senin (13/4/2026), sebanyak 19.408 jiwa dari 7.136 rumah terdampak di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. BPBD menetapkan status darurat dengan ratusan warga mengungsi dan evakuasi menggunakan perahu karet.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kondisi Terkini Banjir di Tiga Kecamatan

Dayeuhkolot menjadi wilayah paling terdampak dengan 25.918 jiwa terendam banjir setinggi 1–1,5 meter. Permukiman padat seperti Desa Cicendo dan Margamekar lumpuh total, sementara warga menggunakan perahu jukung untuk beraktivitas. Listrik padam hingga 48 jam dan aktivitas sekolah terhenti.

Di Baleendah, sebanyak 5.579 jiwa terdampak dengan genangan 50 cm hingga 1 meter yang menghambat Jalan Raya Baleendah. Sementara itu, Bojongsoang mengalami kondisi lebih parah dengan satu rumah roboh dan 307 jiwa mengungsi ke masjid. Total 457 warga dievakuasi ke lima posko pengungsian.

BPBD Kabupaten Bandung mencatat debit Sungai Citarum meningkat lebih dari 200 persen dari kondisi normal. Tiga titik tanggul dilaporkan jebol dan tim gabungan TNI-Polri-BPBD mengerahkan 20 pompa air untuk penanganan darurat. Namun, hujan deras pada April 2026 menyulitkan pengendalian situasi di lapangan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Penyebab Utama dan Faktor Pemicu Banjir

Luapan Sungai Citarum terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi 150–200 mm per hari yang meningkatkan debit air dari wilayah hulu Bandung Utara. Kondisi ini diperparah jebolnya tanggul Cisunggalah di Majalaya yang menambah volume air ke Dayeuhkolot. Selain itu, drainase buruk dan sampah plastik yang menyumbat gorong-gorong turut memperparah banjir.

Permukiman liar di bantaran sungai tanpa sistem resapan air membuat wilayah semakin rentan terdampak. Tercatat 10.036 rumah terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 2 meter. BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berlanjut hingga 20 April dan berpotensi memicu longsor di Bojongsoang dan Baleendah.

Upaya normalisasi Citarum tahap II masih terhambat akibat keterbatasan anggaran sebesar Rp500 miliar. Aktivitas tambang ilegal di wilayah hulu juga mempercepat sedimentasi sungai. Warga turut menyoroti alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan industri tekstil yang mengurangi daya serap air secara alami.

Baca Juga: Akses ke Bandung Lumpuh Total, Jalan Raya Cikarees Terendam Banjir Parah

Dampak Ekonomi dan Sosial Warga Terdampak

 Dampak Ekonomi dan Sosial Warga Terdampak

Ekonomi Dayeuhkolot lumpuh akibat banjir yang merusak sentra garmen dengan kerugian mencapai Rp100 miliar. Pedagang pasar terpaksa tutup selama tiga hari dengan penurunan pendapatan hingga 80 persen. Sektor pertanian juga terdampak, dengan 2.000 hektare sawah gagal panen senilai Rp50 miliar.

Sebanyak 5.000 siswa diliburkan dan 10 sekolah mengalami kerusakan berat yang memerlukan renovasi. Warga mengalami trauma psikologis, sementara korban luka berat di Majalaya dirawat akibat tertimpa puing tanggul. Lansia dan balita menjadi prioritas evakuasi ke RSUD Dayeuhkolot.

Di tengah kondisi tersebut, solidaritas warga tetap tinggi melalui pembagian sembako dan bantuan obat-obatan. Posko pengungsian masih kekurangan perlengkapan dasar seperti selimut dan popok bayi. Relawan muda juga aktif membantu evakuasi dan membagikan informasi melalui media sosial.

Respons Pemerintah dan Solusi Jangka Panjang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi posko Dayeuhkolot dan menyalurkan bantuan logistik darurat senilai Rp20 miliar. BNPB juga mengirim 50 personel Tagana serta 10 perahu karet dari Bandung untuk membantu penanganan banjir. Target penanganan darurat diharapkan selesai dalam 72 jam jika hujan mereda.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengumumkan rencana normalisasi Citarum fase III senilai Rp1 triliun pada 2027. Program ini mencakup pembangunan 17 pintu air, reservoir, serta relokasi 2.000 kepala keluarga ke rusun tahan banjir. Langkah ini diharapkan mengurangi risiko banjir di kawasan bantaran sungai.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui razia tambang liar, kampanye nol sampah sungai, dan sistem peringatan dini di 50 titik. DPRD Bandung turut mendesak moratorium pabrik tekstil selama dua tahun. Warga berharap program ini membuat Citarum bersih dan bebas banjir musiman pada 2030.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari detik.com