Jelang Libur Nataru, Harga Ayam Di Batam Melonjak Naik!

Jelang Libur Nataru, Harga Ayam Di Batam Melonjak Naik!
Bagikan

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, harga ayam di Batam melonjak hingga Rp49 ribu per kilogram akibat meningkatnya permintaan pasar.

Jelang Libur Nataru, Harga Ayam di Batam Melonjak Naik!

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, warga Batam dihadapkan pada lonjakan harga kebutuhan pokok. Salah satu yang paling terasa adalah harga daging ayam yang kini menembus Rp49 ribu per kilogram.

Kenaikan ini memicu keluhan konsumen dan pelaku usaha kuliner, terutama di tengah meningkatnya permintaan. Apa penyebab melonjaknya harga ayam jelang Nataru, dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat? Simak ulasan lengkapnya di NASIB RAKYAT.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Penyebab Harga Ayam Naik Jelang Nataru

Harga ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional di Batam terus merangkak naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam sepuluh hari terakhir, harga ayam naik cukup signifikan mulai dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 49 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Pasokan ayam potong dari peternak juga mengalami penyesuaian akibat faktor cuaca dan distribusi.

Pedagang ayam di Pasar Botania 1 Batam, Putra, mengatakan harga mulai naik sejak awal Desember. Sampai hari ini kenaikan harga terus terjadi.

Biaya pakan dan operasional turut memengaruhi harga di tingkat pedagang. Kondisi ini membuat harga ayam tembus Rp49 ribu per kilogram.

Dampak Kenaikan Harga Ayam bagi Masyarakat

Kenaikan harga ayam berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang libur Nataru dan rumah tangga menengah ke bawah. Konsumen terpaksa mengurangi pembelian atau mencari alternatif protein lain yang lebih murah.

Pelaku usaha kuliner juga ikut tertekan karena biaya produksi meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga makanan di tingkat konsumen.

Konsumen mulai mengurangi pembelian atau beralih ke sumber protein lain. Pedagang mengaku penjualan cenderung melambat meski permintaan meningkat. Situasi ini menjadi beban tambahan menjelang kebutuhan Nataru.

Baca Juga: Pernyataan Tegas Mensos Soal Kewajiban Audit Donasi Bencana

Respons Pedagang dan Pemerintah Daerah

Respons Pedagang dan Pemerintah Daerah

Pedagang berharap pasokan ayam segera ditambah agar harga kembali stabil. Pemerintah daerah melalui dinas terkait melakukan pemantauan harga di pasar.

Koordinasi dengan distributor dan peternak terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok. Langkah ini diharapkan menekan lonjakan harga berlebihan.

Prediksi Harga Ayam Usai Libur Nataru

Harga ayam diperkirakan akan kembali normal setelah periode libur Nataru berakhir. Penurunan permintaan biasanya diikuti stabilisasi pasokan di pasar.

Namun, kondisi tersebut tetap bergantung pada distribusi dan biaya produksi. Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.

Harga Ayam Melonjak Jelang Nataru Tekan Daya Beli Warga Batam

Kenaikan harga ayam hingga menyentuh Rp49 ribu per kilogram jelang libur Natal dan Tahun Baru mulai dirasakan masyarakat Batam. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan serta pasokan yang terbatas di pasaran.

Kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga bertambah, terutama bagi pedagang kuliner dan konsumen harian. Pemerintah dan pelaku usaha pun diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi harga, Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan, eksklusif di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari batampos.jawapos.com