Longsor dahsyat melanda jalur wisata Bromo, menimbun tujuh motor wisatawan dan menciptakan suasana panik serta chaos total.
Kabar mengejutkan datang dari kawasan wisata Gunung Bromo. Longsor di jalur Bromo via Coban Trisula menimbun tujuh motor wisatawan, menimbulkan kerugian materiil, dan memaksa penutupan sementara akses ke destinasi populer di Jawa Timur. Kejadian ini mengingatkan potensi bahaya alam di pegunungan.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Longsor Menerjang Jalur Wisata Bromo
Longsor dilaporkan terjadi pada Minggu, 23 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di jalur wisata Bromo via Coban Trisula, tepatnya di petak 25 Resort PTN Coban Trisula, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Material longsor yang terdiri dari tanah, lumpur, dan bebatuan menimbun sebagian akses jalan, membuat jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.
Insiden ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut beberapa waktu sebelumnya. Kondisi tanah yang labil akibat guyuran hujan disinyalir menjadi pemicu utama longsor. Petugas gabungan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan BPBD setempat segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Akibat longsor ini, tujuh unit sepeda motor wisatawan yang sedang terparkir di sekitar lokasi tertimbun material longsor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil yang dialami wisatawan cukup signifikan. Proses evakuasi kendaraan yang tertimbun masih terus diupayakan oleh petugas di lapangan.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Penutupan Akses Dan Dampak Wisata
Untuk alasan keamanan dan memperlancar proses penanganan longsor, Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan sementara akses wisata Bromo via Coban Trisula. Penutupan ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunggu kondisi jalur kembali aman dan bersih dari material longsor. Pengunjung dihimbau untuk menggunakan jalur alternatif lain.
Dampak penutupan ini cukup signifikan bagi industri pariwisata lokal, terutama bagi para pelaku usaha di sekitar kawasan Bromo. Pembatasan akses tentu akan mengurangi jumlah kunjungan wisatawan, yang berimbas pada pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata. Ini juga dapat mengganggu rencana perjalanan wisatawan yang sudah memesan paket liburan.
TNBTS menghimbau wisatawan yang berencana mengunjungi Bromo untuk memantau informasi terbaru dari sumber resmi. Mereka juga disarankan untuk mencari jalur alternatif atau menunda kunjungan hingga kondisi benar-benar pulih. Keamanan dan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Baca Juga: Panik! Air Banjir Meluap di Makassar Saat Warga Siap Berbuka, Ribuan Mengungsi!
Kronologi Dan Upaya Penanganan
Berdasarkan laporan dari Kepala Resort PTN Coban Trisula, Yulianto, longsor bermula dari tebing setinggi sekitar 10 meter yang berada di sisi jalur wisata. Material longsor menuruni tebing dan langsung menutupi akses jalan, serta menimbun sejumlah sepeda motor yang sedang diparkir di area tersebut.
Tim gabungan dari TNBTS, BPBD, dan relawan segera diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor. Alat berat berupa eskavator juga dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan jalan. Kendala utama adalah volume material longsor yang cukup besar, memerlukan waktu dan tenaga ekstra untuk penanganannya.
Selain pembersihan jalur, petugas juga melakukan asesmen kondisi tebing di sekitar lokasi longsor untuk memastikan tidak ada potensi longsor susulan. Langkah-langkah mitigasi juga tengah dipersiapkan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang, mengingat kawasan Bromo cukup rawan terhadap bencana geologi.
Ancaman Cuaca Ekstrem Dan Peringatan Untuk Wisatawan
Insiden longsor ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan akan ancaman cuaca ekstrem dan potensi bahaya alam di kawasan pegunungan. Curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko tanah longsor, terutama di area dengan kemiringan curam dan kondisi tanah yang labil. Kesadaran akan risiko ini sangat penting.
TNBTS secara rutin mengeluarkan peringatan kepada wisatawan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan yang berlaku, terutama saat musim hujan. Wisatawan dianjurkan untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan jika kondisi cuaca tidak mendukung, serta selalu memperhatikan rambu-rambu peringatan dan arahan dari petugas.
Masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat memahami situasi ini dan bekerjasama dengan pihak berwenang. Penutupan akses dilakukan demi keselamatan bersama. Semoga proses penanganan longsor dapat berjalan lancar dan akses wisata Bromo dapat segera dibuka kembali dengan kondisi yang aman dan nyaman bagi pengunjung.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari travel.detik.com
- Gambar Kedua dari radarbromo.jawapos.com