Hujan deras tanpa henti mengguyur Lombok Timur, menyebabkan dua desa terendam banjir dan puluhan rumah terdampak serius.
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB, menyebabkan banjir meresahkan. Dua desa, Seriwe dan Ekas Buana, terendam air, puluhan rumah terdampak serius. Luapan sungai dan bendungan menjadi penyebab utama, menciptakan situasi darurat yang mengancam keselamatan serta harta warga.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Banjir Menerjang Dua Desa di Jerowaru
Wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB, diterjang banjir pada Selasa (24/2/2026) setelah hujan deras mengguyur terus-menerus. Dua desa, Seriwe dan Ekas Buana, menjadi korban terendamnya air bah ini. Puluhan rumah warga terdampak akibat luapan air sungai dan bendungan yang tak mampu menahan debit air.
Banjir ini tidak hanya merendam pemukiman penduduk, tetapi juga melumpuhkan berbagai fasilitas vital. Akses jalan utama, sejumlah fasilitas umum penting, hingga rumah ibadah turut tergenang air. Kondisi ini membuat aktivitas warga terhambat dan menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit.
Situasi darurat ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Penanganan cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk meminimalisir dampak lebih lanjut dan membantu warga yang terdampak. Evakuasi serta penyediaan bantuan logistik menjadi prioritas utama.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Penyebab Utama Dan Dampak Yang Meluas
Kepala Desa Seriwe, Hudayana, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama dua hari terakhir. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan volume air sungai dan bendungan meningkat drastis, hingga akhirnya meluap ke permukiman warga. Sekitar 70 rumah di Desa Seriwe dilaporkan terdampak langsung.
Hudayana juga mengungkapkan bahwa banjir serupa pernah terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat itu, genangan air berhasil surut setelah pintu bendungan dibuka dari dua sisi. Namun, hujan deras yang kembali turun dua hari terakhir membuat air kembali meluap dengan dampak yang jauh lebih luas dan parah dibandingkan sebelumnya.
Peningkatan volume air yang signifikan ini menunjukkan kerentanan wilayah terhadap perubahan cuaca ekstrem. Diperlukan evaluasi dan penanganan jangka panjang terhadap sistem drainase serta kapasitas bendungan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Mitigasi bencana menjadi sangat krusial.
Baca Juga: Darurat! Hujan-Angin Kencang Terjang Bangli, Rumah Warga Terkena Longsor!
Kondisi di Desa Ekas Buana Yang Mengkhawatirkan
Kondisi serupa, bahkan lebih parah, terjadi di Desa Ekas Buana. Banjir merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Arus air yang cukup deras menimbulkan kepanikan besar di kalangan penduduk, membuat mereka memilih bertahan di dalam rumah demi keselamatan.
Salah seorang warga setempat, Haeruni, menceritakan bahwa warga panik karena arus banjir sangat kuat. Ia menambahkan bahwa kondisi diperparah dengan adanya angin kencang, sehingga sangat berbahaya untuk keluar rumah. Prioritas utama adalah memastikan semua warga tetap aman di dalam rumah masing-masing.
Haeruni juga membandingkan banjir kali ini dengan kejadian sebelumnya. Menurutnya, banjir kali ini jauh lebih parah, karena air sudah masuk ke dalam rumah-rumah warga. Sebelumnya, air hanya sampai di jalanan dan tidak sampai merendam pemukiman, menunjukkan peningkatan signifikan dalam intensitas dan jangkauan bencana.
Respons Warga Dan Harapan ke Depan
Kepasrahan dan kepanikan bercampur aduk di hati warga yang rumahnya terendam. Mereka memilih bertahan di dalam rumah, berharap air segera surut dan bantuan segera tiba. Solidaritas antarwarga juga terlihat dalam menghadapi musibah ini, saling membantu sebisanya dalam situasi sulit.
Meskipun demikian, ada harapan besar agar pemerintah daerah segera memberikan bantuan dan penanganan yang komprehensif. Mulai dari penyediaan kebutuhan dasar hingga upaya perbaikan infrastruktur yang rusak. Pemulihan pascabanjir akan membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.
Kedepannya, diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif. Perbaikan sistem irigasi, pengerukan sungai, dan pembangunan tanggul yang lebih kuat menjadi sangat penting. Edukasi kepada masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana juga perlu ditingkatkan demi keamanan bersama.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kalsel.antaranews.com