Mencekam! Tanah Longsor Ubud Rusak Pura Suci Dan Rumah Warga!

Tanah longsor melanda Ubud Tanah longsor melanda Ubud
Bagikan

Tanah longsor melanda Ubud, menghancurkan Pura Suci dan rumah warga, menimbulkan kepanikan serta kerugian material besar.

Tanah longsor melanda Ubud

Tanah longsor melanda Desa Mas, Ubud, Gianyar, Bali, menimbulkan duka bagi warga dan umat Hindu. Tembok Pura Kelembu, Kompleks Pura Taman Pule, ambruk, merusak tiga bangunan suci. Rumah warga juga terdampak, menambah kerugian ratusan juta rupiah. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan upaya pencarian dana perbaikan mendesak.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Bencana Longsor Hantam Pura Kelembu Ubud

​Sebuah insiden tanah longsor serius terjadi di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.​ Tembok penyengker atau tembok pembatas di Pura Kelembu, yang merupakan bagian dari Kompleks Pura Taman Pule, roboh secara tiba-tiba. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan kerugian material yang signifikan.

Robohnya tembok tersebut berdampak langsung pada tiga bangunan penting di dalam areal pura. Ketiga bangunan tersebut mengalami kerusakan parah akibat tertimpa reruntuhan. Total kerugian awal dari kerusakan pura ini diperkirakan mencapai angka Rp 600 juta, sebuah jumlah yang cukup besar untuk sebuah perbaikan.

Jro Mangku Pura Kelembu, Anak Agung Gede Agung, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyatakan bahwa saat ini pihak pura sedang berupaya keras untuk mencari dana perbaikan. Situasi ini menunjukkan urgensi untuk segera mengumpulkan sumber daya agar Pura Kelembu dapat kembali berfungsi seperti semula.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kerusakan Parah Dan Tidak Ada Korban Jiwa

Waktu pasti kejadian longsor ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, sekitar pukul 06.30 Wita, seorang warga yang melintas di sekitar pura dikejutkan oleh pemandangan tiga bangunan di dalam areal pura yang sudah dalam kondisi rusak berat. Kejadian ini segera dilaporkan kepada BPBD Gianyar untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pantauan di lokasi, terlihat jelas bahwa tiga bangunan yang tertimpa tembok penyengker memiliki fungsi penting. Bangunan-bangunan tersebut meliputi tempat upacara dan penyimpanan sesaji, bale gong atau tempat penyimpanan gamelan, serta bangunan tempat penyimpanan banten. Kerusakan ini mengganggu aktivitas keagamaan di pura.

Meskipun kerusakan yang ditimbulkan sangat parah, beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini. Saat kejadian, tidak ada pemedek atau umat yang sedang bersembahyang di Pura Kelembu. Hal ini menjadi sebuah anugerah di tengah musibah yang menimpa, setidaknya tidak ada nyawa yang melayang.

Baca Juga: Heboh! Hujan Deras Tak Henti, Dua Desa di Lombok Timur Terendam Banjir

Longsor Juga Rusak Rumah Warga

 Longsor Juga Rusak Rumah Warga

Selain merusak Pura Kelembu, tanah longsor ini juga berdampak pada rumah warga sekitar. Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, mengonfirmasi bahwa longsor juga merusak rumah milik Ketur Nanda Putra (28). Kerusakan ini menambah daftar panjang dampak dari bencana alam tersebut.

Bagian dapur rumah Ketur Nanda Putra mengalami kerusakan parah, jebol akibat tekanan tanah yang tidak mampu menahan curah hujan tinggi. Longsor yang terjadi di sisi barat dapur menyebabkan struktur bangunan tidak kuat menahan beban. Ini menunjukkan bahwa intensitas hujan sebelumnya sangat ekstrem.

Peristiwa ini diketahui saat Ketur Nanda Putra sedang memasak di dapur dan tiba-tiba mendengar suara gemuruh yang keras. Setelah dicek, ia menemukan bahwa bagian dapur sebelah barat rumahnya sudah rusak akibat longsor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun kerugian materi ditaksir mencapai Rp 60 juta.

Dampak Curah Hujan Tinggi Dan Upaya Pemulihan

Bencana longsor ini menjadi pengingat akan bahaya curah hujan tinggi yang dapat memicu pergerakan tanah. Tekanan tanah yang tidak mampu menahan volume air yang berlebihan menjadi faktor utama penyebab terjadinya longsor di Pura Kelembu dan rumah warga. Perlu evaluasi kondisi tanah di daerah rawan.

Dampak kerugian materi yang mencapai total Rp 660 juta (Pura Rp 600 juta + Rumah Warga Rp 60 juta) tentu sangat membebani. Upaya pemulihan akan membutuhkan waktu dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun donatur. Solidaritas menjadi kunci dalam menghadapi musibah ini.

Prioritas utama saat ini adalah pengamanan lokasi, penilaian kerusakan lebih lanjut, dan memulai proses perbaikan. Diharapkan ada dukungan maksimal agar Pura Kelembu, sebagai tempat ibadah, dapat segera dipulihkan, dan warga yang terdampak dapat kembali beraktivitas normal. Mitigasi bencana menjadi sangat penting ke depan.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari baliexpress.jawapos.com