ISNU Aceh menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dalam penanganan bencana di Aceh sekretaris PW ISNU Aceh, Dr. Rahmad Syah Putra.
Pemerintah pusat dan daerah agar bantuan sampai tepat waktu, kebutuhan dasar warga terpenuhi, dan risiko konflik sosial dapat diminimalkan. Penanganan bencana yang cepat, transparan, dan adil menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat serta memperkuat persatuan. Ikuti terus informasi terbaru yang bikin wawasanmu makin luas, eksklusif di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
ISNU Aceh Tegaskan Pentingnya Respons Cepat
Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh, Dr. Rahmad Syah Putra, M.Pd., M.Ag., menegaskan pentingnya penanganan bencana yang cepat dan tepat di Aceh. Ia mengingatkan pemerintah pusat agar tidak menyepelekan kondisi di lapangan, karena penanganan yang lambat dapat memicu kekecewaan masyarakat.
Menurut Rahmad, pemerintah pusat harus memahami sensitivitas Aceh. Respons yang lambat bukan hanya menimbulkan kesulitan material, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan mendalam terhadap negara. “Bencana di Aceh jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat akan menghidupkan ideologi perlawanan kepada Indonesia. Jangan sampai ini terjadi lagi.
Ia menekankan bahwa perhatian serius dari pusat tidak hanya sekadar pernyataan formal, tetapi harus tercermin dalam kecepatan dan kualitas bantuan yang sampai ke masyarakat. Pemerintah diharapkan mampu memberikan solusi nyata, bukan sekadar janji strategis yang belum dirasakan dampaknya.
Kendala Akses dan Kebutuhan Pokok Warga Terdampak
Hingga saat ini, ISNU Aceh menilai sebagian besar janji pemerintah pusat dan daerah masih berada pada tahap perencanaan. Dampak nyata bagi masyarakat, terutama di sektor dasar seperti listrik, air bersih, dan distribusi logistik, belum sepenuhnya dirasakan. Beberapa kawasan terdampak masih sulit dijangkau karena jalan utama putus.
Sejak 26 November 2025, banyak gampong di wilayah bencana masih belum dialiri listrik. Sumur warga tertimbun lumpur, sehingga sumber air bersih terancam, meningkatkan risiko penyakit menular. Kekhawatiran masyarakat semakin bertambah karena minimnya akses ke kebutuhan dasar dan sarana kesehatan.
Selain itu, kebutuhan logistik bukan hanya sebatas makanan. Obat-obatan, perlengkapan sanitasi, popok bayi, hingga pembalut wanita sangat dibutuhkan. Tingginya biaya distribusi ke daerah terpencil, termasuk ongkos porter, sewa kendaraan, dan penyeberangan, menjadi kendala tambahan yang memperlambat penanganan bencana.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Mampu Tangani Bantuan dari Negara Lain
Respon Sigap dan Terpadu Jadi Kunci Sukses
Rahmad Syah Putra menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil. Ia mengingatkan agar ego sektoral dikurangi dan seluruh fokus diarahkan untuk kepentingan rakyat Aceh. Penanganan yang lambat atau terfragmentasi hanya akan memperparah dampak bencana bagi masyarakat.
Ia juga mendorong pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai. Penyiapan pembangkit listrik darurat, program pemulihan air bersih di tingkat gampong, serta distribusi logistik yang cepat dan tepat dianggap sangat mendesak.
Menurut Rahmad, respons yang cepat dan transparan merupakan wujud nyata persatuan. Tindakan ini menunjukkan bahwa Aceh adalah bagian integral dari Indonesia dan menegaskan komitmen negara dalam melindungi seluruh warganya tanpa diskriminasi.
Penanganan Adil dan Transparan Sebagai Bukti Persatuan
Penanganan bencana yang adil, cepat, dan transparan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga simbol persatuan bangsa. Rahmad menegaskan bahwa setiap langkah pemerintah harus mencerminkan perhatian nyata kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Masyarakat Aceh membutuhkan kepastian bahwa bantuan akan sampai dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Keterlambatan dalam penyaluran logistik atau perbaikan fasilitas dasar hanya akan menimbulkan kekecewaan dan keraguan terhadap pemerintah.
Rahmad menutup pernyataannya dengan harapan bahwa Aceh menerima perhatian penuh dari pusat. Penanganan bencana yang efektif akan memperkuat ikatan sosial dan membuktikan bahwa Aceh adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia, sekaligus mencegah berkembangnya kekecewaan.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral yang akan menamba wawasan anda hanya ada di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari dialeksis.com
- Gambar Kedua dari infoaceh.net