Hujan deras memicu longsor tebing 10 meter di Parung, Bogor, hingga merusak satu rumah warga dan membuat penghuninya mengungsi sementara.
Hujan Deras Picu Tebing di Belakang Rumah Longsor
Longsor terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah Parung. Air hujan yang turun dengan intensitas tinggi membuat kondisi tanah di sekitar tebing menjadi tidak stabil.
Tebing tersebut berada tepat di belakang rumah milik warga bernama Asmat. Saat tanah bergerak, material longsor langsung berdampak pada bangunan yang berdiri di area tersebut.
BPBD Kabupaten Bogor menerima laporan terkait kejadian itu dan melakukan penanganan di lokasi. Petugas juga memperhatikan kondisi sekitar untuk memastikan tidak ada risiko tambahan bagi warga.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ukuran Tebing yang Longsor Cukup Besar
BPBD mencatat ukuran tebing yang mengalami longsor cukup besar. Tebing tersebut memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan panjang 8 meter dan lebar 4 meter.
Ukuran tersebut membuat material tanah yang bergerak memberikan tekanan cukup besar terhadap rumah warga. Bagian bangunan yang berada dekat dengan tebing pun mengalami kerusakan setelah material longsor menerjang.
Kondisi tanah di sekitar lokasi juga menjadi perhatian karena hujan masih berpotensi turun. Warga perlu berhati-hati, terutama jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah kembali.
Baca Juga:Â Mendagri Turun Langsung Tinjau BSPS Purwakarta, Begini Hasilnya
Dinding hingga Atap Rumah Warga Rusak
Longsor berdampak langsung pada satu unit rumah warga. Material tanah yang bergerak menyebabkan bagian dinding mengalami kerusakan. Bagian atap rumah juga ikut terdampak akibat longsoran dari belakang bangunan.
Kerusakan tersebut membuat rumah tidak lagi aman untuk ditempati. BPBD kemudian meminta penghuni meninggalkan rumah sementara waktu demi menghindari risiko yang lebih besar.
Petugas juga terus melihat kondisi bangunan dan area tebing. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah masih ada bagian tanah yang berpotensi bergerak setelah hujan berikutnya.
Penghuni Rumah Diungsikan untuk Sementara
BPBD Kabupaten Bogor memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski begitu, penghuni rumah memilih mengungsi karena kondisi bangunan dan tebing masih mengkhawatirkan.
Adam menjelaskan rumah yang terdampak memang tidak dihuni setelah kejadian. Keputusan itu bertujuan mengurangi risiko jika hujan kembali mengguyur wilayah Parung dan memicu longsor susulan.
Warga sekitar juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan, terutama ketika hujan turun dalam waktu lama. Pergerakan tanah dapat terjadi tanpa banyak tanda jika kondisi lereng sudah tidak stabil.
BPBD Waspadai Kemungkinan Longsor Susulan
Penanganan longsor tidak berhenti setelah material berhenti bergerak. BPBD masih memantau kondisi tebing dan rumah yang terdampak untuk melihat perkembangan di lokasi.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Jika air kembali membasahi tanah di sekitar tebing, risiko pergerakan tanah dapat meningkat dan berpotensi memperparah kerusakan rumah.
Untuk sementara, penghuni tidak menempati rumah tersebut hingga kondisi dinilai lebih aman. Warga juga diimbau tetap waspada ketika hujan deras turun, khususnya mereka yang tinggal di sekitar tebing atau lereng.