Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo bertemu KWJK membahas tindak lanjut keluhan warga terkait desil, pemadanan data, dan penyaluran bantuan sosial.
Pertemuan berlangsung di Kafe Selalu Ada Kopi, Kantor Kemensos, pada Senin (21/9/2026). Sejumlah perwakilan KWJK dan jajaran Kemensos hadir dalam pertemuan tersebut untuk membahas hasil pemadanan data serta langkah lanjutan yang bisa dilakukan pemerintah bersama masyarakat. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Pertemuan Mensos dan KWJK Bahas Keluhan Warga
Gus Ipul mengatakan pertemuan itu merupakan realisasi dari janji yang sebelumnya ia sampaikan kepada KWJK. Ia ingin pembahasan mengenai persoalan bantuan sosial tidak berhenti pada pertemuan awal, tetapi berlanjut hingga menemukan langkah yang bisa diterapkan di lapangan.
Ketua Umum KWJK Marlo Sitompul dan Juru Bicara KWJK Dea Melrisa turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dari pihak Kemensos, hadir Kepala Pusat Data dan Informasi Joko Widiarto, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal, serta sejumlah staf khusus Menteri Sosial.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ribuan Data Warga Dicek Kembali
Kepala Pusdatin Kemensos Joko Widiarto kemudian menjelaskan hasil pemadanan data yang KWJK kumpulkan melalui posko-posko warga. Dari sekitar 4.600 data yang masuk, Kemensos menemukan sejumlah data ganda sehingga jumlahnya menyusut menjadi sekitar 2.900 keluarga.
Proses tersebut menjadi bagian penting untuk melihat kondisi warga berdasarkan data yang lebih sesuai dengan keadaan terbaru. Gus Ipul juga meminta jajarannya tidak langsung mengesampingkan data warga yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan judi online.
Menurutnya, pemerintah tetap perlu memeriksa data tersebut karena ada kemungkinan identitas seseorang digunakan oleh pihak lain. Dengan pemeriksaan lebih lanjut, pemerintah dapat melihat persoalan secara lebih utuh sebelum mengambil keputusan terkait bantuan sosial.
Baca Juga: Divhumas Polri Turun Tangan, Warga Terdampak Gempa NTT Terima Sembako hingga Kursi Roda
Warga Minta Data Judi Online Dicek Ulang
Dea Melrisa menjelaskan bahwa KWJK mengumpulkan data warga selama hampir satu tahun. Karena rentang waktunya cukup panjang, kondisi sebagian keluarga tentu bisa berubah. Ia juga menyoroti pengalaman warga yang kesulitan mendapatkan penjelasan saat data mereka terindikasi berkaitan dengan judi online.
Menurut Dea, ada warga yang mendatangi kelurahan untuk meminta penjelasan, tetapi justru mendapat penilaian bahwa keterkaitan dengan judi online membuat mereka tidak layak menerima bantuan. KWJK menilai perlu ada pemeriksaan lebih lanjut agar setiap kasus tidak langsung mendapat kesimpulan tanpa pengecekan.
Penjelasan mengenai persoalan tersebut nantinya akan disampaikan kembali kepada warga melalui posko KWJK. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat memahami status data mereka sekaligus mengetahui proses yang perlu ditempuh jika terdapat informasi yang tidak sesuai.
Pemadanan Data Jadi Dasar Program Pemerintah
Gus Ipul menegaskan bahwa pemadanan data tidak hanya bertujuan menentukan desil atau kelompok kesejahteraan keluarga. Pemerintah juga menggunakan data tersebut untuk memahami kebutuhan masing-masing keluarga dan menentukan bentuk perlindungan sosial yang sesuai.
Ia menyebut sebagian data memang perlu mengalami perbaikan karena tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Namun, sebagian lainnya sudah sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah. Data yang telah melalui pemutakhiran nantinya dapat menjadi dasar untuk menindaklanjuti berbagai program dari Kemensos, kementerian dan lembaga lain, maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan bahwa pemutakhiran data merupakan langkah awal dalam memahami kondisi keluarga. Setelah data lebih jelas, pemerintah perlu menghubungkannya dengan program yang dapat membantu masyarakat mengatasi persoalan kemiskinan.
Kemensos Siap Turun Langsung ke Posko Warga
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul juga mengajak KWJK memperluas kerja sama hingga tingkat akar rumput. Ia membuka peluang bagi Kemensos untuk datang langsung ke posko-posko warga dan berdiskusi dengan masyarakat, termasuk melibatkan RT serta RW di lingkungan setempat.
Marlo Sitompul menyambut ajakan tersebut. Ia berharap Kemensos tidak hanya mengandalkan aplikasi atau pertemuan di kantor, tetapi juga melihat langsung kondisi warga di permukiman, termasuk rumah susun yang menjadi tempat tinggal sebagian masyarakat.
Gus Ipul dan Agus Jabo menyatakan kesediaannya untuk mendatangi posko warga. Waktu dan lokasi kunjungan selanjutnya akan dikoordinasikan bersama KWJK dan jajaran Kemensos.
Kemensos juga berencana bertemu dengan para pengurus RT di Jakarta Pusat yang mencakup delapan kecamatan dan 44 kelurahan. Rencana tersebut akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, posko KWJK tetap membuka pengaduan dari masyarakat. Dea menyebut lebih dari 290 data baru telah masuk dan akan diperiksa sebelum disampaikan kepada Kemensos.
Gus Ipul mengapresiasi peran KWJK dalam mengumpulkan informasi langsung dari masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga dapat membantu pemerintah memperbaiki data sekaligus menentukan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Kerja sama antara Kemensos dan KWJK pun diharapkan terus berjalan. Fokus berikutnya bukan hanya memperbaiki data, tetapi memastikan hasil pemutakhiran tersebut dapat terhubung dengan program perlindungan sosial yang dibutuhkan masyarakat.