Purbaya Soroti Bantuan Gempa NTT yang Tak Merata, Ada Masalah Koordinasi?

Purbaya Soroti Bantuan Gempa NTT yang Tak Merata, Ada Masalah Koordinasi? Purbaya Soroti Bantuan Gempa NTT yang Tak Merata, Ada Masalah Koordinasi?
Bagikan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau penanganan gempa NTT dan memastikan pemerintah menyiapkan anggaran Rp44 miliar untuk membantu warga terdampak bencana.

Purbaya Soroti Bantuan Gempa NTT yang Tak Merata, Ada Masalah Koordinasi?

Namun, kunjungan tersebut justru membuka persoalan lain. Purbaya mendapat laporan bahwa sebagian warga belum menerima bantuan makanan selama beberapa hari. Kondisi itu membuatnya menyoroti koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Purbaya Cek Langsung Kebutuhan Warga

Dalam kunjungannya, Purbaya melihat langsung kebutuhan masyarakat setelah gempa. Bantuan yang tersedia mencakup selimut, terpal, sembako, bahan makanan untuk dapur umum, hingga perlengkapan bagi balita.

Purbaya juga menemukan kebutuhan di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan jumlah bantuan yang tersedia. Salah satu contohnya terlihat dari kebutuhan terpal yang mencapai 160 buah, sementara bantuan yang tersedia baru 81 buah.

“Ada satu truk oleh-oleh, ada selimut 380 lembar, cukup kelihatan dengan permintaan tadi kan. Terpal 81 buah, tadi perlu 160, ya? Nanti kita tambah lagi kalau perlu, ya,” ujar Purbaya seperti dikutip Kompas.com.

Kementerian Keuangan turut mengumpulkan bantuan dari para pegawainya untuk membantu masyarakat yang terdampak. Pemerintah juga menyiapkan anggaran tambahan jika kebutuhan penanganan bencana terus meningkat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Ada Wilayah yang Belum Terima Bantuan

Persoalan muncul ketika Purbaya menerima laporan dari warga mengenai distribusi bantuan. Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena warga setempat mengaku belum menerima bantuan makanan selama empat hari.

Kondisi tersebut membuat Purbaya meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengecek wilayah tersebut. Ia memastikan pemerintah pusat telah menyiapkan dana agar proses penanganan tidak terkendala persoalan anggaran.

“Oh, kita akan minta BNPB untuk melihat daerah itu. Yang jelas dari Kementerian Keuangan, kami nyiapin dana yang cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu,” kata Purbaya.

Temuan tersebut kemudian mendorong BNPB menindaklanjuti laporan dan mengirim bantuan makanan ke wilayah yang sebelumnya belum menerima distribusi.

Baca Juga: Ambil Satu Ekor Ikan untuk Cucunya, Nenek Ini Malah Diikat dan Jadi Tontonan

Purbaya Soroti Koordinasi Pusat dan Daerah

Selain persoalan distribusi, Purbaya menyoroti komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia menilai koordinasi dalam penanganan pascagempa perlu berjalan lebih intens agar bantuan bisa mencapai warga yang benar-benar membutuhkan.

“Kayaknya seperti enggak ada koordinasi antara daerah sama pusat untuk penanggulangan bencananya. Karena ketika saya tanya di BPBD, banyak enggak tahunya,” ujar Purbaya.

Pemerintah kini berupaya memperbaiki alur informasi di lapangan. Data mengenai wilayah terdampak menjadi bagian penting karena petugas perlu mengetahui lokasi yang membutuhkan bantuan paling cepat.

BNPB Ingatkan Warga soal Gempa Susulan

BNPB terus bergerak di sejumlah titik terdampak gempa NTT. Petugas menyalurkan kebutuhan pangan, sandang, dan papan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kepala BNPB Suharyanto juga meminta warga tidak kembali memasuki rumah yang mengalami kerusakan. Gempa susulan masih mungkin terjadi sehingga masyarakat perlu mengikuti arahan petugas sebelum kembali ke rumah.

“Kesiapsiagaan tetap harus ditingkatkan, terutama dengan tidak memasuki rumah yang telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Kalau rumah sudah rusak, jangan dipaksakan untuk masuk,” jelas Suharyanto seperti dikutip Antara.

Imbauan tersebut penting karena kondisi bangunan yang mengalami kerusakan dapat membahayakan penghuni ketika gempa susulan terjadi.

Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Perbaikan Rumah

Pemerintah juga menyiapkan bantuan untuk memperbaiki rumah warga. BNPB memberikan dukungan Rp15 juta untuk rumah dengan kerusakan ringan dan Rp30 juta bagi rumah yang mengalami kerusakan sedang.

Untuk rumah dengan kerusakan berat, pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap. Warga juga dapat memperoleh dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan atau memilih tinggal di hunian sementara.

Pemerintah menekankan pentingnya pendataan sebelum proses bantuan berjalan. Petugas harus memastikan kategori kerusakan setiap rumah agar bantuan sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.

Di tengah proses penanganan tersebut, gempa susulan kembali mengguncang wilayah Flores pada Kamis (20/8/2026) pukul 05.45 WIB. BMKG memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 5,8 dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter gempa berada di darat pada koordinat 8,35 derajat LS dan 120,63 derajat BT, sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.