Venezuela diguncang gempa kembar dahsyat pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat yang mengejutkan dunia dan menimbulkan kerusakan besar.
Dalam hitungan detik, bangunan runtuh, jalanan berubah kacau, dan ribuan warga harus berjuang menyelamatkan diri. Gempa pertama dan kedua terjadi sangat berdekatan dengan kekuatan yang sama-sama besar. Kondisi ini membuat dampaknya jauh lebih parah dibanding gempa tunggal biasa.
Banyak wilayah di ibu kota Caracas ikut merasakan guncangan hebat yang berlangsung cukup lama. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
1. Status Darurat Langsung Ditetapkan Pemerintah
Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status darurat setelah gempa mengguncang dua kali berturut-turut. Wakil Presiden sementara, Delcy Rodríguez, segera mengumumkan langkah ini untuk mempercepat penanganan korban dan kerusakan.
Bandara internasional di dekat Caracas ikut berhenti beroperasi karena mengalami kerusakan serius. Pemerintah juga meminta warga tetap tenang meski situasi di lapangan cukup kacau akibat gempa susulan yang terus terjadi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
2. Korban Jiwa Terus Bertambah
Data terbaru menunjukkan angka korban terus meningkat. Sedikitnya 188 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka akibat runtuhan bangunan dan material longsoran.
Wilayah La Guaira menjadi salah satu area paling parah terdampak. Warga terlihat mencari keluarga mereka di antara puing bangunan sambil berharap masih ada yang bisa diselamatkan dari reruntuhan.
3. Gempa Kembar Terjadi Hanya Selisih 39 Detik
Lembaga Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat dua gempa ini terjadi sangat cepat, hanya selisih 39 detik. Fenomena ini dikenal sebagai “doublet earthquake” atau gempa kembar.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, kemudian disusul gempa kedua dengan magnitudo 7,5 yang justru lebih kuat. Jarak pusat gempa yang berdekatan membuat guncangan terasa berlapis dan memperbesar kerusakan di permukaan.
USGS menjelaskan gempa kedua menjadi mainshock atau gempa utama, sementara gempa pertama berperan sebagai foreshock atau gempa pendahulu.
4. Potensi Korban Bisa Capai Puluhan Ribu Jiwa
USGS sempat mengeluarkan estimasi awal yang cukup mengkhawatirkan. Mereka memperkirakan jumlah korban jiwa bisa berada di kisaran 10.000 hingga 100.000 orang, tergantung kondisi di lapangan.
Tim penyelamat masih bekerja di berbagai titik reruntuhan untuk mencari korban yang mungkin masih terjebak. Beberapa laporan menyebut bangunan tinggi dan rumah warga banyak yang ambruk.
Pemerintah setempat mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat evakuasi, termasuk bantuan dari militer dan relawan sipil.
5. Gempa Terbesar dalam Lebih dari Satu Abad
USGS mencatat gempa ini sebagai yang terbesar yang mengguncang Venezuela dalam lebih dari 100 tahun terakhir. Kekuatan gempa membuat banyak warga panik dan langsung keluar rumah tanpa sempat menyelamatkan barang.
Kesaksian warga menggambarkan kepanikan luar biasa. Banyak orang berlari ke luar gedung saat bangunan berguncang keras dan suara runtuhan terdengar di berbagai titik kota.
Beberapa warga bahkan menyebut guncangan kali ini lebih buruk dibanding gempa besar yang pernah terjadi pada 1967.
6. Amerika Serikat Siap Kirim Bantuan
Amerika Serikat menyatakan siap mengirim bantuan kemanusiaan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban. Mereka menyiapkan dukungan logistik besar untuk menjangkau wilayah terdampak.
Pemerintah AS menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih terjebak di reruntuhan. Tim bantuan juga akan membantu proses distribusi logistik di lokasi bencana.
7. Swiss Turunkan Tim Penyelamat Khusus
Swiss juga bergerak cepat dengan mengirim tim penyelamat khusus yang terdiri dari puluhan personel dan anjing pelacak. Tim ini membawa peralatan lengkap untuk mencari korban di bawah reruntuhan.
Tim Swiss Rescue Chain dijadwalkan segera tiba setelah proses koordinasi penerbangan selesai. Mereka akan bergabung dengan tim lokal dan internasional dalam operasi penyelamatan besar-besaran.
Dengan berbagai bantuan internasional yang mulai berdatangan, harapan untuk menemukan korban selamat masih terus terbuka di tengah situasi yang sangat sulit ini.