Gempa besar di Venezuela memicu kekhawatiran setelah USGS merilis estimasi korban hingga 100.000 jiwa berdasarkan kerentanan bangunan.
Dalam analisis terbarunya, jumlah korban jiwa akibat gempa kembar tersebut bisa mencapai hingga 100.000 orang. Angka ini bukan hitungan pasti, tetapi proyeksi berdasarkan kondisi bangunan dan tingkat kerentanan wilayah terdampak yang cukup tinggi. Simak ulasan lengkap dari NASIB RAKYAT.
Dua Gempa Besar dalam Waktu Sangat Singkat
USGS mencatat dua gempa kuat terjadi hanya dalam selang 39 detik. Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 7,2 mengguncang wilayah barat Kota Moron dengan kedalaman sekitar 22 kilometer. Beberapa detik kemudian, gempa kedua dengan kekuatan Magnitudo 7,5 menyusul dan mengguncang area yang tidak jauh dari titik awal. Kombinasi dua gempa ini membuat banyak wilayah di Venezuela tidak sempat pulih dari guncangan pertama sebelum dihantam gempa kedua yang lebih kuat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Korban Sudah Tercatat, Tapi Angka Masih Bisa Bertambah
Pemerintah Venezuela melalui Presiden sementara Delcy Rodriguez melaporkan sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan sekitar 700 orang mengalami luka-luka. Namun angka tersebut masih bersifat sementara karena proses evakuasi masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Banyak area belum sepenuhnya terjangkau tim penyelamat, sehingga jumlah korban berpotensi terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Baca Juga:Â Korban Tewas Gempa Besar di Venezuela Diprediksi Capai 100.000 Jiwa, Dunia Dikejutkan Data USGS
Struktur Bangunan Jadi Faktor Perburukan Dampak
USGS menyoroti kondisi bangunan di wilayah terdampak sebagai salah satu faktor utama yang memperparah dampak gempa. Banyak rumah dan gedung di Venezuela dibangun menggunakan batu bata tanpa penguatan struktur yang memadai.
Selain itu, sejumlah bangunan lama menggunakan konstruksi blok adobe yang tidak dirancang untuk menahan guncangan besar. Kondisi ini membuat banyak bangunan runtuh dalam waktu singkat saat gempa terjadi.
Potensi Kerugian dan Risiko Korban yang Lebih Besar
Dalam analisisnya, USGS memperkirakan ada peluang 33 persen korban jiwa berada di kisaran 1.000 hingga 10.000 orang. Sementara itu, peluang terbesar justru berada pada kisaran 10.000 hingga 100.000 korban dengan probabilitas sekitar 42 persen. Meski begitu, lembaga tersebut menegaskan bahwa angka ini hanyalah estimasi statistik untuk membantu perencanaan darurat, bukan data final jumlah korban di lapangan.
Wilayah Terdampak dan Tantangan Evakuasi
Pusat gempa diketahui berada di negara bagian Yaracuy, wilayah barat Caracas. Beberapa kawasan seperti Altamira dan El Paraiso di ibu kota disebut mengalami kerusakan paling parah. Selain itu, wilayah La Guaira juga melaporkan banyak bangunan rusak.
Insinyur struktur Kenneth O’Dell menilai banyak gedung di Venezuela dibangun sebelum tahun 1970-an dengan standar lama, sehingga tidak cukup kuat menghadapi gempa besar seperti ini. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berjalan lambat dan penuh tantangan karena tim penyelamat harus berhati-hati saat mengevakuasi korban dari reruntuhan.