Menko PMK menegaskan, meski sudah sebulan berlalu, penanganan banjir Sumatera tetap berlangsung intensif dan berkelanjutan memastikan warga memperoleh bantuan.
Penanganan Banjir Sumatera Tetap Berlanjut Tanpa Henti
Menko PMK, Pratikno, menegaskan bahwa pemerintah tetap bekerja tanpa henti dalam menangani dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pratikno menjelaskan bahwa seluruh tahapan penanganan bencana, mulai dari evakuasi warga terdampak. Distribusi bantuan logistik, hingga pemulihan fasilitas umum dan infrastruktur, terus dijalankan dengan koordinasi ketat antarinstansi terkait.
Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada penanganan darurat. Tetapi juga pada rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.
Lebih jauh, Menko PMK meminta dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Agar proses pemulihan bencana dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.
Menko PMK Pantau Langsung Penanganan Banjir Aceh
Menko PMK, Pratikno, menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung penanganan pasca-bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Saat ini, ia berada di lokasi terdampak untuk memastikan seluruh proses tanggap darurat dan pemulihan berjalan efektif.
Pratikno menjelaskan bahwa koordinasi antarinstansi terus dilakukan secara intensif. Mulai dari evakuasi warga terdampak, distribusi bantuan logistik, hingga perbaikan fasilitas publik dan infrastruktur yang rusak.
Selain itu, Menko PMK meminta dukungan semua pihak, termasuk masyarakat lokal, untuk turut berperan dalam percepatan pemulihan. Kehadiran langsung Pratikno di Aceh menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Baca Juga: Viral! Rumah Nenek Dibongkar Paksa, Armuji Sebut Berpotensi Dikecam Se-Indonesia
12 Daerah Mulai Fase Pemulihan
Sebagian wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera mulai memasuki fase pemulihan, dengan 12 dari 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah beralih dari tanggap darurat ke rekonstruksi.
Peralihan fase ini menandakan bahwa situasi di beberapa wilayah mulai stabil. Dengan proses rehabilitasi infrastruktur, perbaikan fasilitas publik, dan distribusi bantuan logistik berjalan lebih terstruktur
Langkah transisi ini juga memerlukan dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal agar rehabilitasi dapat berjalan efektif, sehingga warga terdampak dapat kembali beraktivitas normal dan kehidupan sosial-ekonomi mulai pulih secara bertahap.
Korban Banjir Masih Tinggi
Di Aceh, 11 kabupaten/kota masih memperpanjang status tanggap darurat untuk memastikan upaya penanganan bencana dapat berjalan maksimal dan mempersiapkan wilayah agar siap memasuki fase pemulihan.
Menurut Pratikno, langkah ini penting agar kebutuhan warga terdampak terpenuhi secara optimal. BNPB mencatat Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas tertinggi, mencapai 205 orang, diikuti Tapanuli Tengah 191 orang, dan Tapanuli Selatan 133 orang.
Selain itu, masih terdapat 173 orang yang hilang akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera, menunjukkan bahwa proses penanganan dan pencarian korban terus menjadi prioritas utama.
Ikutin terus NASIB RAKYAT, Agar kalian tidak ketinggalan berita terbaru yang kami update.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari KOMPAS.com
- Gambar Kedua dari Antara News Jatim