Warga Rokan Hilir Geram, Bantuan Beras Cuma 10 Kg, Ini Klarifikasi Kades

Warga Rokan Hilir Geram, Bantuan Beras Cuma 10 Kg, Ini Klarifikasi Kades
Bagikan

Warga Rokan Hilir protes bantuan beras hanya 10 kg, Kades angkat bicara dan jelaskan alasan distribusi bantuan tersebut.

Warga Rokan Hilir Geram, Bantuan Beras Cuma 10 Kg, Ini Klarifikasi Kades

Sejumlah warga di Rokan Hilir menyatakan kekecewaannya karena menerima bantuan beras yang terbatas, hanya 10 kg per kepala keluarga. Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan memicu sorotan publik.

Kepala Desa setempat kemudian memberikan klarifikasi, menjelaskan mekanisme distribusi serta alasan di balik jumlah bantuan yang diberikan. Penjelasan di NASIB RAKYAT ini diharapkan dapat meluruskan persepsi dan memberikan pemahaman bagi warga terkait kebijakan pemerintah desa.

Viral Warga Protes Bantuan Beras Di Rokan Hilir

Sebuah video viral memperlihatkan seorang warga, Ida, marah-marah karena mendapatkan bantuan beras Bulog hanya 10 kilogram di Desa Bagan Batu Barat, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (24/12/2025). Dalam video itu, Ida terlihat mendatangi kantor Penghulu untuk mempertanyakan pemotongan bantuan yang seharusnya 20 kilograM, Kejadian ini memicu adu mulut antara Ida dan aparat kepenghuluan, serta menjadi sorotan media sosial.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP

Klarifikasi Kepala Desa

Penjabat Penghulu atau Kepala Desa (Kades) Bagan Batu Barat, Markis, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemotongan dilakukan agar bantuan beras dapat dibagi merata kepada warga lain yang belum menerima.

“Tujuan saya supaya warga yang layak menerima juga kebagian beras Bulog ini,” ujarnya. Bantuan awalnya diberikan kepada 24 kepala keluarga di Dusun Simpang Martabak, masing-masing menerima 20 kilogram.

Karena ada tiga dusun lain yang tidak memperoleh bantuan, Markis memutuskan membagi masing-masing kepala keluarga menjadi 10 kilogram agar semua yang layak mendapat bagian.

Baca Juga: Viral! Rumah Nenek Dibongkar Paksa, Armuji Sebut Berpotensi Dikecam Se-Indonesia

Kronologi Sengketa Dan Kesalahpahaman

Kronologi Sengketa Dan Kesalahpahaman 700

Meskipun Ida sudah membawa pulang 10 kilogram beras, keesokan harinya ia kembali ke kantor Penghulu dan menuding beras disembunyikan. Menurut Markis, video yang diviralkan itu dipotong sehingga narasi tampak menuduh pihak kepenghuluan sengaja menyembunyikan bantuan.

Ia mengakui kesalahan karena tidak mengonfirmasi kepada warga sebelum membagi beras. “Kesalahan saya karena tidak konfirmasi, jadi bukan disembunyikan, tapi dibagikan kepada yang layak menerima,” jelasnya.

Markis juga menyebut sengketa sempat memanas karena keluarga Ida bersikap kasar terhadap staf kepenghuluan.

Upaya Penyelesaian Dan Permintaan Maaf

Markis telah menyampaikan permohonan maaf kepada Ida melalui stafnya, tetapi tidak diterima. Ia juga menawarkan untuk mengantarkan beras yang dipotong langsung ke rumah Ida, sesuai permintaan warga.

Langkah ini menunjukkan upaya Kades untuk menenangkan situasi sekaligus menjaga distribusi bantuan tetap adil. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah desa agar komunikasi dengan warga lebih transparan sebelum melakukan pembagian bantuan, sehingga kesalahpahaman seperti ini dapat dihindari.

Klarifikasi Kepala Desa Dan Penanganan Sengketa Bantuan Beras

Kades Markis menjelaskan bahwa pemotongan beras dari 20 kg menjadi 10 kg dilakukan agar bantuan bisa dibagi merata kepada warga lain yang belum menerima. Kesalahpahaman muncul karena Ida tidak diinformasikan sebelumnya, meski beras telah diterimanya.

Markis menegaskan tidak ada beras yang disembunyikan, dan telah berusaha menyelesaikan sengketa dengan permintaan maaf serta menawarkan pengantaran beras langsung ke rumah Ida. Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari kompas.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com