Pasaman Barat Ajukan Perbaikan Infrastruktur Yang Hancur Oleh bencana

Perbaikan Infrastruktur Yang Hancur Oleh bencana Perbaikan Infrastruktur Yang Hancur Oleh bencana
Bagikan

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengajukan perbaikan infrastruktur yang hancur akibat bencana alam ke pemerintah pusat.

Perbaikan Infrastruktur Yang Hancur Oleh bencana

Kerusakan meliputi jalan, jembatan, sekolah, irigasi, hingga fasilitas air bersih dengan total kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. Pemkab berharap dukungan anggaran segera turun agar proses pemulihan berjalan cepat, akses masyarakat kembali normal.

Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Pemkab Setempat Usulkan Perbaikan Infrastruktur

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman Barat, Sumatera Barat, resmi mengusulkan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut disampaikan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak kerusakan yang terjadi pada akhir November 2025.

Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menyampaikan bahwa laporan kerusakan telah dikirimkan dan kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan anggaran sangat dibutuhkan agar proses pemulihan dapat segera dilaksanakan demi kepentingan masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berdampak terhadap akses pendidikan, layanan kesehatan, serta distribusi logistik antarwilayah.

Kerugian Tembus Ratusan Miliar

Berdasarkan hasil pendataan sementara, total kerugian infrastruktur akibat bencana alam tersebut mencapai Rp197,12 miliar. Namun, estimasi kebutuhan anggaran untuk penanganan dan pembangunan kembali diperkirakan mencapai Rp571,305 miliar.

Besarnya kebutuhan anggaran tersebut mencakup perbaikan jalan, jembatan, gedung sekolah, sistem irigasi, pengaman pantai, hingga infrastruktur air minum dan air bersih. Pemerintah daerah berharap dukungan dana dari pusat dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kerusakan infrastruktur yang cukup parah menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat di sejumlah kecamatan. Beberapa wilayah bahkan sempat terisolasi akibat akses jalan yang terputus dan jembatan yang tidak dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga: Geger! Hujan Deras Picu Banjir di Tabanan, BPBD Selamatkan 20 Warga!

Sejumlah Jalan dan Permukiman Terdampak

Sejumlah Jalan dan Permukiman Terdampak=

Kerusakan jalan dilaporkan terjadi di berbagai titik, di antaranya di Pamatang Panjang dan Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Parit Koto Balingka. Selain itu, jalan di Batahan Tengah dan Batahan Barat, Kecamatan Ranah Batahan, serta Jalan Kajai di Kecamatan Talamau juga mengalami kerusakan serius.

Tidak hanya itu, kerusakan juga ditemukan di Jalan Talu Kecamatan Talamau, Katiagan Mandiangin Kecamatan Kinali, serta Jalan Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas. Jalan di Aek Nabirong Kecamatan Parit Koto Balingka dan Sinuruik Kecamatan Talamau turut terdampak.

Sebagian besar kerusakan berupa jalan amblas dan retakan parah akibat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat aktivitas pertanian serta perdagangan masyarakat setempat.

Belasan Jembatan dan Fasilitas Umum Rusak

Selain jalan, sebanyak 13 titik jembatan dilaporkan mengalami kerusakan. Jembatan yang terdampak tersebar di Ranah Koto Tinggi, Batahan Tengah, Talu, Sikabau, Koto Gadang Jaya, Kanai, Maligi, Sasak, Situak, Sikaping, Kajai, hingga Paraman Ampalu.

Kerusakan jembatan ini mengakibatkan akses antar nagari dan kecamatan menjadi terbatas. Beberapa jembatan bahkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat terhambat.

Tak hanya infrastruktur transportasi, kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan dan pemerintahan. Ruang kelas dan toilet SDN 14 di Kecamatan Ranah Batahan mengalami kerusakan. Serta pagar pembatas kantor wali nagari dan irigasi Desa Baru di kecamatan yang sama turut terdampak.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari sumbar.suara.com