Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, melontarkan kritik tajam terkait kondisi ekonomi Indonesia pasca-reformasi.

Meski pertumbuhan ekonomi secara resmi stabil di angka 5 persen per tahun, Muhaimin menilai hal tersebut tidak berdampak signifikan bagi kesejahteraan rakyat. Berikut ini NASIB RAKYAT memberikan informasi tentang pandangan Muhaimin Iskandar mengenai ekonomi Indonesia, pelaku usaha, dan tantangan generasi muda.
Transformasi Ekonomi yang Belum Inklusif
Cak Imin menyoroti bahwa pelaku usaha di Indonesia menghadapi tantangan serius. Ia menggambarkan dengan nada satir bahwa pengusaha baru rata-rata mengalami kebangkrutan, sementara pengusaha lama pun tak lepas dari tekanan ekonomi. “Pengusaha-pengusaha mayoritas pengusaha baru rata-rata bangkrut juga.
Pengusaha lama, ya termasuk saya tumbang juga. Pengusaha setengah lama bukan pengusaha lagi rentenir atau pemburu rente,” tuturnya diselingi tawa hadirin.
Kritik ini menyoroti lemahnya ekosistem ekonomi yang mampu mendorong UMKM dan pelaku usaha menengah untuk berkembang secara berkelanjutan.
Muhaimin menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir elite.
Ia juga sempat menyindir jenaka soal warga Nahdlatul Ulama (NU) yang berhasil “naik kelas,” yakni mereka yang menjadi anggota DPR dari PKB. Sindiran ini menekankan ketimpangan akses terhadap kesempatan ekonomi di Indonesia.
Dukungan Terhadap Terobosan Ekonomi Presiden Prabowo
Meski kritis, Muhaimin tidak menolak kebijakan baru yang diambil pemerintah. Ia menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah terobosan Presiden Prabowo Subianto yang mengacu pada ekonomi konstitusi, berlandaskan pemikiran ayah Prabowo, Prof. Soemitro Djojohadikusumo.
“Pak Prabowo mengambil langkah-langkah terobosan berbasis buku-buku pemikiran beliau sebelum jadi presiden, yang kalau dirunut kira-kira ya Pak Sumitro keyakinan kita rujukannya ayahandanya,” jelasnya.
Namun, Muhaimin menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus benar-benar inklusif. “Kalau tidak berdampak inklusif pada ekonomi kita, ya begitu-begitu saja atau 5% yang memiliki satu perubahan naik kelas terus-menerus, baik mikro UMKM maupun pelaku ekonomi pada umumnya,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa inovasi kebijakan ekonomi harus mampu menjangkau masyarakat luas, bukan hanya elit pengusaha tertentu.
Baca Juga: Rakyat Miskin di Indonesia Sulit Naik Kelas Meski Sudah Bekerja Keras
Fenomena Brain Rot Pada Generasi Muda

Selain isu ekonomi, Muhaimin juga menyoroti tantangan sosial dan budaya di kalangan generasi muda, khususnya fenomena “brain rot” atau otak busuk akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial.
“Mayoritas brain rot. Brain rot itu otak busuk. Kenapa otak busuk? Scroll TikTok saja hidupnya 24 jam. Karena scroll TikTok lalu tidak pernah baca tuntas dan lompat-lompat,” kritiknya.
Menurut Muhaimin, perilaku ini menghambat kemampuan generasi muda untuk berpikir kritis dan memahami pemikiran kompleks. Ia menekankan perlunya literasi digital dan budaya membaca sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sekolah Pemikiran Alternatif Mengasah Kecerdasan
Sebagai solusi, Muhaimin mengapresiasi inisiatif Wakil Ketum PKB, Hanif Dzakiri, yang menyelenggarakan Sekolah Pemikiran. Program ini menjadi alternatif bagi mereka yang malas membaca buku secara lengkap, namun ingin tetap memahami gagasan pemikir besar.
“Kalau tidak sempat baca buku, bacalah pemikiran orang. Kalau malas berpikir, berpikirlah tentang pemikirannya orang,” pungkasnya.
Muhaimin berharap, melalui pemahaman ide-ide pemikir besar dan kebijakan terobosan yang inklusif, Indonesia bisa keluar dari stagnasi ekonomi yang selama ini hanya menguntungkan segelintir pihak. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan nyata.
Dengan demikian, kritik dan dukungan Muhaimin terhadap arah kebijakan ekonomi nasional sekaligus menjadi pengingat bahwa pertumbuhan 5 persen per tahun tidak cukup jika tidak disertai keadilan sosial dan pemerataan kesempatan.
Simak dan ikuti terus informasi menarik yang kami berikan setiap hari tentunya terupdate dan terpercaya hanya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari suaranasional.com
- Gambar Kedua dari rajamedia.co