Pilu! Huntara Tak Kunjung Siap, Korban Banjir Aceh Tamiang Lebaran di Tenda Pengungsian!

korban banjir Aceh Tamiang harus Lebaran di tenda pengungsian korban banjir Aceh Tamiang harus Lebaran di tenda pengungsian
Bagikan

Huntara tak kunjung siap membuat korban banjir Aceh Tamiang harus Lebaran di tenda pengungsian dalam kondisi serba terbatas.

korban banjir Aceh Tamiang harus Lebaran di tenda pengungsian

Korban banjir bandang Aceh Tamiang, Aceh, jalani Idul Fitri 1447 H (21 Maret 2026) di tenda pengungsian karena hunian sementara (huntara) belum siap. Banjir dahsyat 26 November 2025 hancurkan 4.276 rumah, kini hanya 1.500 huntara selesai dari target 3.000 unit. Warga bertahan 4 bulan dengan keterbatasan, tetap syukuri nikmat hidup meski Lebaran jauh dari rumah impian.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kondisi Memprihatinkan Pengungsian

Warga Desa Kampung Durian, Karang Baru, masih tempati 35 tenda pengungsian 10 hari jelang Lebaran. Kondisi panas, bocor hujan, dan minim privasi jadi keluhan utama. “Kami harap huntara jadi kenyataan, tapi Lebaran di tenda saja,” ujar Zuraida, ibu 3 anak.

Sekda Aceh Tamiang Syuibun Anwar akui hanya 900 huntara selesai per Maret 2026. Material baru tiba beberapa lokasi, target Lebaran gagal total. Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap III salurkan Rp1,2 juta per KK ke 1.217 keluarga.

BNPB catat 4.276 unit rumah rusak total, Bandar Pusaka (400 KK), Kejuruan Muda (288 KK) terparah. Ramadan di tenda lewati sahur alakadarnya, tarawih di masjid darurat. Ketangguhan warga Aceh patut diacungi jempol.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Keterlambatan Huntara Dan DTH

Huntara target selesai sebelum Syawal, kini molor karena logistik material lambat. BNPB konfirmasi 1.564 unit jadi per 3 Maret, 37% target. Sekda tawarkan DTH sebagai solusi darurat sementara.

DTH tahap III salurkan Karang Baru (43 KK), Rantau (136 KK), Banda Mulia (27 KK). Total Rp1,2 miliar bantu kebutuhan dasar Lebaran. Warga pilih beli makanan, pakaian anak, bukan renovasi darurat.

Pemkab Aceh Tamiang koordinasi BPBD pusat percepat konstruksi. Material semen, kayu, seng prioritas April 2026. Penyintas tetap sabar, ikhlas sambut Lebaran tanpa rumah layak.

Baca Juga: Kacau Balau! Pasuruan Diterjang Cuaca Ekstrem, Rumah Rusak dan Warga Panik

Shalat Id di Tenda Dan Masjid Darurat

 Shalat Id di Tenda Dan Masjid Darurat

Shalat Idul Fitri digelar di lapangan pengungsian dengan karpet seadanya yang sederhana. Takbir pada malam sebelumnya terdengar penuh haru dari tenda-tenda yang berjejer rapi. Warga saling maaf-memaafkan dan berbagi ketupat ala kadarnya dengan penuh kebersamaan.

Imam lokal memimpin khutbah dengan tema kesabaran dan rasa syukur yang mendalam. “Allah memberi ujian, dan Dia juga akan memberi jalan keluar,” pesan seorang ulama di Karang Baru kepada para jamaah. Anak-anak pun menerima amplop dari para donatur, menambah semangat dalam merayakan Lebaran sederhana.

Warga tetap mengenakan baju terbaik yang mereka miliki dari bantuan masjid setempat. Silaturahmi antar kepala keluarga di pengungsian menjadi pengganti tradisi mudik tahun ini. Gotong royong memasak opor ayam bersama menjadi pemandangan yang sangat mengharukan.​

Harapan Pemulihan Pascalebaran

Pascalebaran, Pemkab berjanji akan memprioritaskan pembangunan huntara yang masih tersisa pada April–Mei 2026. Koordinasi dengan Satgas Rehabilitasi Sumatera dan DPR RI terus diperkuat untuk mempercepat pencairan anggaran sebesar Rp150 miliar. Targetnya, seluruh KK terdampak sudah dapat pindah ke hunian yang lebih layak pada Juli 2026.

Program trauma healing bagi anak-anak dan perempuan dilakukan secara intensif pascabanjir. Sekolah darurat juga mulai aktif kembali untuk membantu normalisasi kehidupan para korban terdampak. Sejumlah LSM lokal turut berkontribusi dengan menyediakan beasiswa bagi anak-anak pengungsian.

Warga Aceh Tamiang menunjukkan mentalitas yang sangat kuat dalam menghadapi kondisi sulit ini. “Lebaran di tenda tetap nikmat karena iman,” ujar Aji (32), seorang ayah dua anak. Ketangguhan mereka menjadi inspirasi nasional dalam menghadapi berbagai musibah dan cobaan hidup.​

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari surabaya.kompas.com
  • Gambar Kedua dari baznas.go.id