Cuaca ekstrem melanda Bener Meriah, Aceh, Kamis (25/6/2026) pukul 14.30 WIB, saat angin puting beliung disertai hujan lebat menghantam dua kecamatan sekaligus.
Warga yang sedang beraktivitas siang hari langsung panik saat angin kencang mulai merusak bangunan di sekitar mereka. Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan kepanikan, tetapi juga kerusakan material yang cukup signifikan.
Sejumlah rumah warga dan satu mushola terdampak cukup parah, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan yang tidak mampu menahan kuatnya terpaan angin.
Dua Kecamatan Jadi Titik Terdampak
Bencana ini terjadi di dua wilayah berbeda, yaitu Kampung Mekar Ayu di Kecamatan Timang Gajah dan Kampung Ulu Naron di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Kedua lokasi ini sama-sama merasakan dampak angin kencang yang datang secara mendadak.
Warga mengaku tidak sempat menyelamatkan banyak barang karena angin datang begitu cepat. Beberapa atap rumah langsung terangkat, sementara sebagian dinding bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat aktivitas warga sempat terhenti. Banyak orang memilih berlindung di dalam rumah atau mencari tempat yang lebih aman saat angin mulai berputar kencang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Lima Rumah dan Satu Mushola Rusak
Berdasarkan data dari Pusdalops, total lima rumah warga dan satu mushola terdampak dalam kejadian ini. Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami kerusakan berat, tiga rumah lainnya rusak ringan, dan satu mushola ikut mengalami kerusakan cukup serius.
Rumah-rumah yang terdampak milik warga atas nama Sirli, Said Ali, Abu Bakar, Ariyadi, dan Andi Patiadi Fajar. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap yang beterbangan akibat kuatnya hembusan angin.
Meski kerugian material cukup terasa, warga patut bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Semua penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
Baca Juga:Â Jalur Padang-Bukittinggi Putus Total Akibat Longsor Lembah Anai
Warga Mengungsi Sementara ke Rumah Kerabat
Setelah kejadian, sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Mereka belum bisa kembali ke rumah karena masih menunggu proses pembersihan dan pendataan kerusakan dari pihak terkait.
Suasana di lokasi terdampak terlihat cukup memprihatinkan. Puing-puing atap rumah masih berserakan, sementara beberapa bangunan tampak belum bisa digunakan kembali dengan aman.
Warga berharap ada bantuan cepat untuk memperbaiki rumah mereka agar aktivitas sehari-hari bisa kembali normal dalam waktu dekat.
BPBD Turun Tangan Lakukan Penanganan

Setelah menerima laporan, Tim Pemadam 02 Lampahan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bener Meriah langsung bergerak ke lokasi. Mereka melakukan pengecekan, pendataan, dan asesmen terhadap dampak bencana di dua kecamatan tersebut.
Proses pendataan dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan di setiap rumah serta kebutuhan mendesak warga terdampak. Aparat juga berkoordinasi dengan perangkat kampung untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Hingga saat ini, proses pengecekan sudah selesai dilakukan dan data awal sudah terkumpul. Namun tim masih terus melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada dampak yang terlewat.
Peringatan Cuaca Ekstrem untuk Warga
Pihak BPBA mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi muncul sewaktu-waktu, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Warga diminta untuk tidak lengah dan selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah. Jika terjadi tanda-tanda angin kencang, masyarakat disarankan segera mencari tempat aman.
Pemerintah juga mengimbau warga untuk mengikuti informasi resmi dari instansi terkait agar tidak terjebak pada kabar yang belum jelas sumbernya. Dengan langkah ini, risiko bencana lanjutan bisa diminimalkan.
Bencana di Bener Meriah ini kembali mengingatkan bahwa cuaca ekstrem bisa datang kapan saja tanpa tanda yang jelas. Kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan bersama.