Miris! 8 Bulan Pasca Bencana, Anak-Anak SD di Aceh Masih Menanti Sekolah Layak

Miris! 8 Bulan Pasca Bencana, Anak-Anak SD di Aceh Masih Menanti Sekolah Layak Miris! 8 Bulan Pasca Bencana, Anak-Anak SD di Aceh Masih Menanti Sekolah Layak
Bagikan

Delapan bulan pasca banjir bandang, ratusan siswa SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh masih belajar di ruang kelas darurat.

Miris! 8 Bulan Pasca Bencana, Anak-Anak SD di Aceh Masih Menanti Sekolah Layak

Sebanyak 125 siswa tetap mengikuti pelajaran dengan kondisi yang jauh dari ideal. Mereka menempati bangunan sementara yang hanya terbagi menjadi tiga ruangan untuk menampung enam kelas sekaligus. Situasi tersebut membuat proses belajar mengajar berjalan dengan berbagai keterbatasan.

Bencana yang terjadi pada akhir November 2025 merusak bangunan sekolah mereka. Hingga kini, para siswa penyintas bencana masih menunggu pembangunan sekolah baru agar dapat kembali belajar di tempat yang lebih aman dan nyaman.

NASIB RAKYAT akan mengulas kondisi miris ratusan siswa SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang, Aceh yang masih belajar di ruang darurat delapan bulan setelah bencana banjir bandang.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Delapan Bulan Berlalu, Siswa Masih Belajar di Ruang Darurat

Banjir bandang yang menerjang kawasan Beutong Ateuh Banggalang memberikan dampak besar bagi masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan parah adalah SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang.

Kerusakan bangunan sekolah membuat pihak sekolah harus mencari solusi agar kegiatan belajar tetap berjalan. Ruang kelas darurat akhirnya menjadi pilihan sementara bagi para siswa dan guru agar aktivitas pendidikan tidak berhenti.

Namun, kondisi ruang belajar yang terbatas menghadirkan tantangan tersendiri. Enam kelas harus berbagi dalam tiga ruangan, sehingga sekolah perlu mengatur kegiatan belajar dengan lebih fleksibel agar seluruh siswa tetap mendapatkan pembelajaran.

Bagi para siswa, situasi ini tentu berbeda dengan pengalaman belajar di sekolah normal. Keterbatasan fasilitas membuat mereka harus beradaptasi sambil menunggu kepastian pembangunan gedung baru.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Keterbatasan Fasilitas Jadi Tantangan Bagi Guru dan Murid

Proses belajar di sekolah darurat tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga ketersediaan fasilitas pendukung. Ruang yang terbatas membuat guru harus mencari cara agar kegiatan belajar tetap efektif.

Para pengajar tetap berusaha memberikan pembelajaran terbaik meskipun menghadapi berbagai kendala. Mereka mengatur jadwal, membagi ruangan, serta menyesuaikan metode mengajar agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Sementara itu, para siswa harus menjalani rutinitas sekolah dengan kondisi yang berbeda dari sebelumnya. Mereka tetap datang ke sekolah dan mengikuti pelajaran meskipun fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya mendukung kebutuhan belajar.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana dampak bencana tidak berhenti ketika banjir mulai surut. Pemulihan fasilitas publik, terutama sekolah, membutuhkan waktu dan dukungan berbagai pihak.

Baca Juga: Miris! Warga Lampung Timur Patungan Atasi Jalan, Pengamat Ingatkan Pemerintah

Pemerintah Daerah Percepat Pemulihan Sekolah yang Rusak

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus berupaya memulihkan sektor pendidikan setelah bencana merusak SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan kembali gedung sekolah permanen.

Pembangunan sekolah permanen menjadi kebutuhan penting agar para siswa dapat kembali belajar dengan fasilitas yang lebih layak. Sekolah yang aman dan nyaman juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Pemerintah berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat membantu mempercepat proses pembangunan. Dengan begitu, para siswa tidak perlu terlalu lama menjalani kegiatan belajar di tempat sementara.

Lahan Baru Disiapkan untuk Relokasi Sekolah

Selain mengajukan bantuan pembangunan, Dinas Pendidikan Nagan Raya juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah baru. Lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut berada dalam rencana relokasi SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang.

Persiapan lahan menjadi langkah awal agar pembangunan sekolah permanen dapat segera berjalan. Pemerintah daerah berharap proses tersebut mampu mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.

Relokasi sekolah juga menjadi pertimbangan penting untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bencana serupa di masa mendatang. Dengan lokasi yang lebih aman, siswa dan guru dapat menjalankan kegiatan belajar tanpa rasa khawatir.

Harapan Baru untuk Ratusan Siswa Penyintas Bencana

Bagi 125 siswa SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang, sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk membangun masa depan. Karena itu, pembangunan kembali sekolah menjadi harapan besar bagi mereka dan masyarakat sekitar.

Delapan bulan berada di fasilitas darurat menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian serius. Pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti hanya karena kerusakan infrastruktur.

Masyarakat berharap pembangunan sekolah baru dapat segera terealisasi sehingga para siswa bisa kembali menikmati lingkungan belajar yang lebih baik. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, perjalanan pemulihan pendidikan di Beutong Ateuh Banggalang diharapkan segera menemukan titik terang.