Banjir di Tapteng meluas setelah Sungai Sibuluan meluap, membuat warga mencari tempat aman saat hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut malam ini.
Banjir kembali menerjang permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Air menggenangi sejumlah wilayah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (26/9/2026).
Warga di Sibuluan, Kecamatan Pandan, dan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, ikut terdampak. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah untuk mencari lokasi yang lebih aman karena kondisi cuaca masih belum membaik. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Sungai Sibuluan Meluap ke Jalan dan Permukiman
Salah satu warga Sibuluan, Lisbet Manik, membenarkan banjir terjadi di wilayah tersebut. Ia mengatakan hujan masih turun saat warga mulai menghadapi genangan.
Menurut Lisbet, air Sungai Sibuluan sudah meluap hingga ke badan jalan. Aliran air kemudian bergerak menuju permukiman warga sehingga membuat masyarakat harus lebih waspada.
Lisbet juga belum mengetahui secara pasti ketinggian air. Hingga Sabtu malam, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Huta Nabolon Jadi Lokasi yang Paling Parah
Selain Sibuluan, banjir juga melanda Huta Nabolon di Kecamatan Tukka. Lisbet menyebut kondisi di wilayah tersebut lebih parah dibandingkan lokasi lainnya.
Sejumlah warga Huta Nabolon mulai meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Mereka memilih mengungsi untuk mengantisipasi kemungkinan air terus naik selama hujan belum berhenti.
Situasi tersebut membuat warga harus bergerak cepat. Mereka membawa barang-barang penting sebelum meninggalkan rumah dan mencari tempat perlindungan yang lebih aman dari genangan.
Baca Juga:Â Ngaku Bandar Sabu gegara Bansos Dicoret, Wanita Ini Akhirnya Minta Maaf
Warga Memilih Mengungsi untuk Antisipasi
Lisbet sendiri sudah berada di lokasi yang lebih aman. Langkah itu ia ambil sebagai bentuk antisipasi jika kondisi banjir berubah dalam beberapa waktu ke depan.
Warga lainnya juga mulai mengikuti langkah serupa, terutama mereka yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan yang mudah tergenang. Hujan yang masih turun membuat masyarakat belum bisa memastikan kapan kondisi akan kembali normal.
Sampai saat ini, informasi mengenai tinggi genangan di masing-masing lokasi masih terbatas. Warga pun terus memantau perkembangan air sambil menunggu kondisi cuaca membaik.
Listrik di Sejumlah Wilayah Ikut Padam
Banjir juga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar. Lisbet mengatakan sebagian wilayah yang terdampak mengalami pemadaman listrik.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga semakin terbatas, terutama ketika hujan turun pada malam hari. Warga harus mengandalkan penerangan seadanya sembari memastikan anggota keluarga tetap berada di tempat aman.
Pemadaman listrik juga menjadi perhatian karena warga yang masih berada di sekitar rumah membutuhkan penerangan untuk bergerak dan memantau kondisi genangan.
Hujan Masih Mengguyur Tapteng
Hujan yang belum reda menjadi salah satu faktor yang membuat warga tetap waspada. Air dari sungai berpotensi terus bertambah apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Di Sibuluan, luapan sungai sudah mencapai jalan dan permukiman. Sementara itu, warga Huta Nabolon memilih mengungsi karena kondisi banjir di kawasan tersebut lebih parah.
Hingga Sabtu malam, belum ada laporan korban jiwa dari kejadian tersebut. Warga tetap memantau kondisi sekitar dan mengutamakan keselamatan sambil menunggu hujan mereda serta situasi banjir berangsur membaik.