Gubernur Aceh Mualem geram setelah BNPB mengaku boat bantuan bocor, sehingga evakuasi korban banjir menjadi terhambat.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menyampaikan kekecewaannya terhadap BNPB pada 5 Desember 2025. Saat rapat di Lanud Sultan Iskandar Muda, ia mengkritik boat bantuan yang bocor saat banjir Aceh Tamiang. Kejadian ini menghambat penyelamatan warga, memaksa mereka bertahan lebih lama tanpa bantuan memadai.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang fakta lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Kekecewaan Gubernur Terhadap BNPB
Gubernur Mualem menyoroti ketidakprofesionalan BNPB yang mengirim boat tidak siap pakai, padahal alat ini vital saat darurat banjir. “Boat mereka tidak dipakai karena bocor,” katanya kecewa, menegaskan hal ini tak bisa diterima. Ia menekankan fungsi utama bantuan adalah menyelamatkan nyawa, bukan menjadi beban tambahan. Kekecewaan ini dirasakan pejabat daerah dan masyarakat.
Petugas BNPB bahkan dilaporkan menolak bertugas secara maksimal saat banyak warga terjebak di atap rumah mereka dan butuh pertolongan segera. Gubernur menyatakan bahwa respons lambat dan kurangnya inisiatif dari BNPB memperparah situasi, sehingga masih banyak korban belum terangkat saat kritis. Kini publik menuntut transparansi dan tanggung jawab atas kegagalan ini.
Mualem menuntut BNPB melakukan evaluasi total serta perbaikan standar operasional dalam pengiriman bantuan. Ia tidak ingin kejadian serupa berulang mengingat Aceh adalah daerah rawan bencana yang selalu siaga. Sikap tegas dan kritis ini menyuarakan harapan agar pusat benar-benar serius membantu daerahnya, bukan sekadar memenuhi prosedur tanpa hasil nyata.
Kronologi Banjir Dan Kendala Boat BNPB
Banjir hebat yang melanda Aceh Tamiang dan sekitarnya awal Desember 2025 mengakibatkan ribuan rumah terendam dan banyak warga bertahan di atap rumah dengan kondisi mencekam. Saat kondisi genting ini, boat bantuan BNPB bocor dan perbaikan tidak segera dilakukan. Akibatnya, proses evakuasi yang dibutuhkan menjadi terhambat dan menyulitkan petugas serta relawan.
Warga setempat menuturkan rasa frustrasi mereka yang merasa seperti ditinggalkan oleh lembaga pusat saat sedang butuh bantuan paling parah. Boat yang seharusnya menjadi jembatan penyelamatan menjadi simbol ketidakmampuan dalam penanganan krisis banjir ini. Banyak keluarga harus bertahan dalam ketidakpastian hingga korban jiwa terjadi.
Dalam rapat bersama pemerintah daerah, berbagai kendala teknis seperti putusnya jembatan juga diungkap sebagai faktor penambah kesulitan. Gubernur mendesak agar infrastruktur segera diperbaiki agar proses evakuasi bisa berjalan lancar di masa depan. Kejadian ini jadi pembelajaran pahit yang harus diperbaiki bersama.
Baca Juga: Dua Kabupaten di Sumut Masih Terisolasi Pasca Banjir, Apa Sebabnya?
Dampak Lambatnya Respons ke Masyarakat Aceh

Lambatnya respons BNPB dan ketidaklayakan boat bocor membawa dampak serius bagi masyarakat Aceh Tamiang. Banyak warga, termasuk anak-anak dan lansia, berada dalam risiko tinggi saat harus menunggu evakuasi di atas atap rumah. Rasa cemas dan putus asa menyelimuti warga yang berharap pertolongan segera datang.
Dampak ekonomi pun tidak kalah buruk, sebab akses keluar masuk wilayah terputus. Aktivitas nelayan maupun petani terhenti, menambah beban kesulitan masyarakat. Ketidakmampuan alat penanggulangan modern BNPB membuat kepercayaan warga terhadap bantuan pemerintah pusat merosot drastis, memicu kritik dan protes.
Korban jiwa menjadi catatan kelam yang terekam dalam tragedi ini. Jalur utama Langsa-Aceh Tamiang yang terputus menjadikan evakuasi sangat sulit dilakukan, memperparah kondisi. Gubernur menegaskan bahwa kejadian ini harus dijadikan momentum perubahan dan pembenahan penanganan bencana di Aceh.
Solusi Dan Harapan Gubernur Mualem
Untuk mengatasi masalah ini, Gubernur Mualem mengajukan berbagai solusi konkret yang segera diwujudkan. Ia meminta pemerintah pusat dan BNPB mempercepat perbaikan infrastruktur seperti jembatan yang rusak agar akses evakuasi tak terhambat. Menurutnya, kesiapan alat dan fasilitas adalah kunci menyelamatkan jiwa.
Mualem juga berkomitmen meningkatkan koordinasi dan kerja sama antara pemerintah provinsi dengan BNPB. Ia berharap dilakukan inspeksi menyeluruh pada peralatan yang akan dikirim ke Aceh agar tidak lagi ada alat yang bocor atau rusak saat diterima. Perbaikan mekanisme pengawasan sangat diperlukan.
Dengan langkah-langkah ini, Gubernur yakin Aceh bisa menjadi daerah yang lebih siap dan tangguh menghadapi bencana di masa depan. Masyarakat pun diharapkan mendapat perlindungan maksimal saat musibah datang. Kritik tajam dan harapan besar dari Gubernur Mualem diharapkan jadi pemicu perubahan positif demi keselamatan rakyat Aceh.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari kotamedan.pikiran-rakyat.com
- Gambar Kedua dari dialeksis.com