Kebakaran hebat melanda gedung milik Terra Drone Indonesia di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat sekitar pukul 12.43 WIB.

Api diduga bermula di lantai pertama terutama di area penyimpanan atau pengisian baterai litium sebelum menjalar cepat ke lantai atas. Dugaan penyebab ini berdasarkan penyelidikan awal yang menyebut baterai sebagai pemicu kebakaran.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Kebakaran Tragis di Gedung Terra Drone Kemayoran
Pada Selasa siang, 9 Desember 2025, sebuah gedung perkantoran di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat dikenal sebagai gedung Terra Drone Indonesia mendadak dilalap api, menimbulkan bencana besar yang mengguncang Ibu Kota.
Kebakaran itu dimulai sekitar pukul 12.43 WIB, memaksa lebih dari 100 personel pemadam kebakaran dikerahkan bersama puluhan unit armada pemadam untuk menjinakkan kobaran api.
Seiring dengan kobaran api, asap hitam tebal menyelimuti gedung bertingkat itu dan dengan cepat menyebar ke lantai atas. Menjerat banyak penghuni gedung sebelum mereka sempat menyelamatkan diri. Proses evakuasi pun dilakukan dengan gegap-gempita, namun tragedi tak terelakkan.
Jumlah dan Identifikasi Korban
Awalnya, dilaporkan sebanyak 20 orang tewas dalam kebakaran ini. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa total korban meninggal dunia mencapai 22 orang. Dari jumlah tersebut, 15 korban adalah perempuan dan 7 laki-laki, termasuk satu orang perempuan hamil.
Semua jenazah ditemukan dalam kondisi utuh karena penyebab kematian diduga akibat mati lemas karena kekurangan oksigen dan menghirup gas karbondioksida (CO₂).
Tiga korban telah berhasil diidentifikasi oleh RS Polri melalui sidik jari, gigi, dan properti mereka. Yaitu Rufaidha Lathiifunnisa, Novia Nurwana, dan Yoga Valdier Yaseer. Korban paling banyak ditemukan di lantai 3 dan 4. Area yang bukan merupakan titik api utama namun dipenuhi asap pekat.
Baca Juga: Judika Bantu Korban Banjir Rp100 Juta, Keluarganya di Medan Ikut Terimbas
Upaya Pemadaman Kebakaran

Berdasarkan informasi awal dari petugas kepolisian, kebakaran diperkirakan bermula dari area gudang atau penyimpanan baterai di lantai satu gedung Terra Drone. Diduga baterai drone mengalami panas berlebih atau kerusakan memicu ledakan dan awal mula kobaran api.
Kondisi tersebut menjadi titik awal yang kemudian membuat api menjalar ke bagian lain gedung. Sementara asap menyebar ke seluruh lantai, menjebak para pekerja yang sedang istirahat atau tidak sempat keluar. Dugaan inilah yang kini sedang didalami oleh tim penyelidik, termasuk tindak lanjut olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Tantangan Evakuasi dan Dugaan Kelalaian
Evakuasi korban kebakaran di gedung Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat menghadapi kesulitan luar biasa akibat asap tebal dan penyebaran api yang cepat ke lantai atas.
Petugas pemadam sampai sulit menjangkau lantai enam, karena asap pekat menyelimuti tangga serta koridor. Membuat jalur evakuasi penuh bahaya dan minim oksigen. Banyak pekerja yang terjebak sempat naik ke rooftop atau berusaha keluar menggunakan tangga darurat. Namun kondisi asap dan panik membuat proses penyelamatan melambat dan memakan waktu.
Sementara itu, penanganan awal kebakaran memunculkan dugaan kelalaian serius. Terutama dalam hal penyimpanan dan manajemen bahan berisiko seperti baterai litium. Api dilaporkan berawal dari area gudang atau tempat penyimpanan baterai drone di lantai pertama, yang kemudian menyebabkan ledakan kecil dan menyulut kebakaran hebat.
Selain itu, upaya pemadaman awal dengan alat pemadam ringan (APAR) gagal menghentikan penyebaran api, dan kelengkapan sistem proteksi kebakaran serta prosedur keselamatan tampak tidak memadai sehingga polisi kini mendalami kemungkinan adanya kelalaian operasional dan administratif dalam izin serta standar keselamatan gedung.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com