Angin kencang dan hujan deras menerjang Mamuju saat kemarau, membuat tujuh rumah warga rusak dan memengaruhi delapan kepala keluarga.
Cuaca buruk melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin, 28 September 2026 dini hari. Hujan deras yang datang bersama angin kencang membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
BPBD Mamuju langsung mendata dampak kejadian tersebut. Petugas menemukan tujuh rumah yang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Tujuh Rumah Rusak di Tiga Kelurahan Mamuju
Kepala Pelaksana BPBD Mamuju Muh Taslim Sukirno mengatakan tujuh rumah mengalami kerusakan akibat cuaca buruk. Rumah-rumah tersebut tersebar di Kelurahan Rimuku, Simboro, dan Mamunyu.
Data sementara mencatat delapan kepala keluarga dengan total 17 jiwa ikut terdampak. Lokasi rumah juga cukup beragam karena sebagian berada di kawasan pesisir pantai, sedangkan lainnya berada di wilayah dataran tinggi.
Taslim menjelaskan tingkat kerusakan setiap rumah berbeda. Sebagian rumah mengalami kerusakan ringan, sementara beberapa lainnya masuk kategori rusak sedang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
BPBD Mamuju Siapkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Petugas melakukan asesmen untuk memastikan kondisi setiap rumah sekaligus menghitung kebutuhan warga setelah angin kencang menerjang tiga kelurahan.
Setelah proses pendataan selesai, BPBD akan menyesuaikan bantuan dengan kondisi rumah dan anggaran yang tersedia. Pemerintah daerah kemudian dapat menyalurkan bantuan sesuai hasil asesmen.
Langkah tersebut penting agar bantuan menyasar keluarga yang benar-benar membutuhkan. Data kerusakan juga membantu pemerintah melihat kebutuhan warga secara lebih jelas setelah cuaca buruk melanda.
Baca Juga:Â Angin Kencang Terjang Mamasa di Tengah Kemarau, Rumah dan Sekolah Rusak
Angin Kencang Muncul Saat Masa Peralihan Musim
Forecaster Klimatologi Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, Made Gangga Bhaskara, menyebut angin kencang dan hujan deras masih masuk dalam pola cuaca masa peralihan musim.
Menurut Made, perubahan cuaca pada periode tersebut dapat memunculkan angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan meski wilayah Mamuju masih menghadapi musim kemarau.
BMKG memperkirakan musim hujan mulai memasuki Mamuju pada Oktober 2026. Namun, waktu datangnya hujan tidak seragam di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Majene dan Polman Diperkirakan Masuk Musim Hujan November
Made menjelaskan beberapa wilayah Sulawesi Barat masih mengalami kondisi yang relatif kering. Kabupaten Majene dan Polewali Mandar, misalnya, diperkirakan baru memasuki musim hujan sekitar November.
Perbedaan waktu tersebut membuat kondisi cuaca setiap daerah perlu mendapat perhatian. Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Perubahan musim juga dapat memengaruhi kondisi lingkungan. Angin kencang bisa muncul dalam waktu singkat dan membawa risiko bagi rumah, pohon, serta bangunan yang kurang kokoh.
Warga Diminta Waspada Saat Cuaca Buruk
Petugas mengingatkan warga agar lebih berhati-hati ketika angin kencang dan hujan deras muncul. Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi cuaca mulai memburuk.
Warga juga perlu menjauhi pohon besar dan bangunan yang terlihat rentan ketika angin bertiup kuat. Langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko terkena material yang jatuh atau tertimpa pohon.
Angin kencang yang menerjang Kota Mamuju pada Senin dini hari sempat membuat beberapa atap rumah warga terlepas dan terbang. Kondisi itu menunjukkan pentingnya kewaspadaan selama masa peralihan musim.
BPBD Mamuju akan terus memantau kondisi rumah terdampak sambil menyesuaikan bantuan dengan hasil asesmen. Warga juga perlu mengikuti informasi dari petugas agar dapat mengambil langkah aman ketika cuaca kembali memburuk.