Banjir dan Longsor Terjang Pulosari, 2.777 Warga Masih Mengungsi

2.777 Warga Masih Mengungsi 2.777 Warga Masih Mengungsi
Bagikan

Banjir dan tanah longsor menerjang Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, memaksa 2.777 warga dari 813 kepala keluarga mengungsi.

2.777 Warga Masih Mengungsi

Puluhan rumah, lahan pertanian, dan jembatan rusak parah, mengganggu akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Gubernur Jawa Tengah turun langsung memastikan penanganan darurat berjalan maksimal, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga rencana pemulihan jangka panjang.

Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.

Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat

Banjir dan Longsor Paksa Ribuan Warga Pulosari Mengungsi

Sebanyak 2.777 jiwa dari 813 kepala keluarga (KK) hingga kini masih mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Bencana yang terjadi beberapa waktu lalu itu menyebabkan warga harus meninggalkan rumah demi keselamatan.

Selain mengakibatkan ribuan warga mengungsi, bencana tersebut juga menimbulkan kerusakan cukup parah di berbagai sektor. Puluhan rumah dilaporkan rusak, sebagian di antaranya mengalami kerusakan berat. Tidak hanya itu, lahan pertanian warga yang menjadi sumber mata pencaharian utama juga terdampak cukup luas.

Kerusakan infrastruktur turut memperparah situasi. Sejumlah jembatan dan akses jalan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan longsor. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat perekonomian.

Gubernur Jateng Turun Langsung ke Lokasi Terdampak Bencana

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Jumat (30/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan penanganan korban berjalan optimal sekaligus melihat secara langsung kondisi warga di lapangan.

Dari hasil peninjauan, tercatat sekitar 80 rumah mengalami kerusakan, 78 bidang lahan terdampak, serta belasan jembatan rusak akibat bencana. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk mempercepat langkah penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

“Hari ini, kita melakukan dan memastikan bahwa penanganan masyarakat yang terdampak clear dan paripurna,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulisnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dan provinsi akan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terpenuhi.

Baca Juga: Kali Ciliwung Meluap! Jakarta Timur Terendam, Ribuan Warga Hadapi Bahaya Air 3 Meter

Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Pemulihan

Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Pemulihan

Menurut Luthfi, penanganan bencana di Pemalang telah dilakukan sejak hari pertama kejadian. Status darurat juga telah ditetapkan oleh Bupati Pemalang guna mempercepat mobilisasi bantuan dan penanganan di lapangan.

Saat ini, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga fasilitas sanitasi. Selain itu, langkah pemulihan jangka menengah dan panjang juga tengah disiapkan untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi penyediaan hunian sementara dan hunian tetap, keberlangsungan pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, serta perbaikan sarana dan prasarana yang rusak. Pemerintah berupaya agar seluruh proses berjalan terstruktur dan tepat sasaran.

Pendataan Presisi Untuk Percepat Pemulihan Pertanian

Gubernur Luthfi menekankan pentingnya pendataan warga terdampak secara by name by address. Pendataan tersebut dilakukan secara detail agar bantuan dan program pemulihan dapat diberikan secara tepat sasaran dan merata.

Data yang dihimpun mencakup kondisi sosial ekonomi warga, tingkat kerusakan rumah, lahan pertanian, hewan ternak, hingga barang berharga yang terdampak. “Sehingga masyarakat yang betul-betul terdampak bisa terbantu secara maksimal. Yang paling penting adalah memikirkan keberlanjutan pemulihan ke depan,” kata Luthfi.

Untuk sektor pertanian, lahan yang terendam banjir akan diajukan klaim asuransi guna membantu petani memulihkan usaha mereka. Sementara itu, Dinas Pendidikan telah diinstruksikan untuk menyiapkan tempat belajar sementara agar anak-anak pengungsi tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa hambatan.

Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari regional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari javanews.id