Banjir Rendam 18 Rumah di Jembrana, Motor dan Sapi Hanyut, Apa yang Terjadi?

Jembrana, Motor dan Sapi Hanyut, Apa yang Terjadi? Jembrana, Motor dan Sapi Hanyut, Apa yang Terjadi?
Bagikan

Banjir melanda Kabupaten Jembrana, Bali, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sebanyak 18 rumah warga terendam.

Jembrana, Motor dan Sapi Hanyut, Apa yang Terjadi?

Peristiwa ini terjadi akibat luapan sungai yang tak mampu menampung debit air tinggi. Warga panik menyelamatkan diri dan harta benda. Simak kronologi lengkap kejadian, penyebab banjir, serta kondisi terkini wilayah terdampak yang kini mulai berangsur surut.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Hujan Deras Picu Banjir di Jembrana

Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin (27/4/2026) sore memicu banjir di sejumlah titik. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.

Akibat kejadian ini, belasan rumah warga dilaporkan terendam air. Selain itu, kebun milik penduduk ikut tergenang, sementara sejumlah barang berharga, termasuk sepeda motor dan hewan ternak, sempat hanyut terbawa arus banjir.

Peristiwa ini sontak membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri serta harta benda mereka. Meski demikian, situasi berangsur terkendali setelah hujan mulai reda dan air perlahan surut pada keesokan harinya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Desa Candikusuma Terdampak Paling Parah

Wilayah yang terdampak paling parah berada di Banjar Tirta Kusuma, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya. Di kawasan ini, genangan air dilaporkan cukup tinggi dan bertahan hingga Selasa (28/4/2026) siang sebelum akhirnya mulai surut.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, mengungkapkan bahwa banjir merendam setidaknya 18 rumah yang dihuni oleh 15 kepala keluarga. Ketinggian air bahkan mencapai lutut orang dewasa, sehingga aktivitas warga terganggu.

Menurutnya, banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan sungai meluap. Permukiman warga yang berada di wilayah pesisir menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak genangan air tersebut.

Baca Juga: Viral! Aksi Polda Sumsel Bagikan Bansos Di OKU Timur Bikin Warga Terharu

Faktor Penyebab dan Upaya Penanganan

Faktor Penyebab dan Upaya Penanganan

Selain curah hujan tinggi, kondisi geografis turut memperburuk situasi banjir. Kontur tanah di wilayah tersebut didominasi pasir pantai yang memiliki daya serap rendah, sehingga air sulit meresap dan bertahan lebih lama di permukaan.

Tidak hanya itu, posisi permukiman warga yang berada di dataran rendah membuat air mudah menggenang. Keberadaan tanggul penahan abrasi juga disebut menghambat aliran air untuk langsung mengalir ke laut, sehingga memperlambat proses surutnya banjir.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD Jembrana berencana berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah desa, serta pemilik tambak. Rencana tersebut mencakup pembangunan sistem drainase di sepanjang sempadan tanggul agar aliran air dapat langsung dialirkan ke laut.

Dampak di Wilayah Lain dan Kondisi Terkini

Banjir tidak hanya terjadi di Desa Candikusuma, tetapi juga melanda wilayah lain di Kecamatan Melaya. Di Desa Tukadaya, luapan Sungai Sarikuning bahkan mencapai area setra (kuburan) adat setempat.

Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, menyebutkan bahwa arus banjir sempat menyeret dua ekor sapi milik warga. Beruntung, kedua hewan ternak tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Nusasari, di mana Sungai Anyarsari Kangin meluap hingga setinggi satu meter. Banjir sempat menutup akses jalan dan menyeret seorang pengendara motor, namun ia berhasil menyelamatkan diri. Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari cnnindonesia.com