Banten Lama kembali dilanda banjir usai hujan deras mengguyur wilayah Kota Serang dan sekitarnya Pemerintah Provinsi Banten.
Kondisi ini membuat aliran air tersumbat dan mudah meluap ke permukiman. Pemprov kini menyiapkan langkah penataan kanal dan mengimbau warga ikut menjaga lingkungan demi mencegah banjir berulang.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Banten Lama Kembali Dikepung Banjir
Kawasan Banten Lama kembali menjadi sorotan setelah sejumlah wilayah dilaporkan tergenang banjir usai hujan deras mengguyur Kota Serang dan sekitarnya. Genangan air terjadi di beberapa titik yang dikenal sebagai kawasan bersejarah dan padat permukiman warga.
Warga setempat mengungkapkan bahwa air dengan cepat meluap ke jalan dan rumah ketika hujan turun cukup lama. Selain mengganggu aktivitas harian, banjir juga merusak perabot rumah tangga serta fasilitas umum. Sebagian warga terpaksa membersihkan lumpur setelah air surut.
Pemerintah Provinsi Banten mengakui bahwa kawasan Banten Lama memang masuk dalam wilayah rawan banjir. Faktor geografis yang rendah, aliran sungai yang dangkal, serta sistem drainase yang tidak optimal menjadi penyebab utama banjir kerap terjadi di wilayah tersebut.
Pemprov Banten Ungkap Penyebab Utama Banjir
Pemerintah Provinsi Banten melalui dinas terkait mengungkapkan bahwa salah satu penyebab banjir di kawasan Banten Lama adalah terganggunya fungsi kanal dan saluran air. Banyak bangunan rumah warga yang berdiri terlalu dekat, bahkan menutup sebagian jalur kanal yang seharusnya menjadi aliran utama air.
Menurut keterangan Pemprov, kondisi ini membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar saat debit air meningkat. Akibatnya, air meluap ke permukiman dan jalan raya. Pemerintah menilai persoalan ini sudah berlangsung lama dan menjadi tantangan besar dalam penanganan banjir di kawasan tersebut.
Selain bangunan yang menghalangi kanal, sedimentasi lumpur dan sampah juga memperparah kondisi saluran air. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan disebut turut berkontribusi terhadap semakin sempitnya jalur aliran air di kawasan Banten Lama.
Baca Juga: Banjir Bandang Sitaro Tewaskan 9 Jiwa, Puluhan Luka Dan Hilang
Bangunan Warga Disebut Hambat Aliran Kanal
Pemprov Banten menyebutkan bahwa sejumlah rumah warga dibangun di atas atau sangat dekat dengan kanal air. Kondisi ini dinilai melanggar garis sempadan sungai dan menghambat fungsi kanal sebagai pengendali banjir. Pemerintah mengakui penataan kawasan yang tidak tertib menjadi masalah utama.
Namun demikian, Pemprov menegaskan bahwa penanganan persoalan ini tidak bisa dilakukan secara sepihak. Penertiban bangunan harus melalui pendekatan persuasif dan dialog dengan warga, mengingat banyak rumah telah berdiri selama puluhan tahun dan menjadi satu-satunya tempat tinggal masyarakat.
Pemerintah juga mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan dalam mengambil langkah. Oleh karena itu, rencana normalisasi kanal akan dibarengi dengan pendataan warga, sosialisasi, serta kemungkinan relokasi atau penataan ulang permukiman agar tidak lagi menghambat aliran air.
Upaya Penanganan dan Imbauan kepada Warga
Sebagai langkah awal, Pemprov Banten telah melakukan pembersihan kanal dari sampah dan sedimentasi lumpur. Normalisasi saluran air menjadi prioritas untuk mengurangi risiko banjir dalam jangka pendek, terutama menjelang puncak musim hujan.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kota dan aparat setempat untuk melakukan penataan kawasan Banten Lama secara bertahap. Penataan ini mencakup perbaikan drainase, pengawasan pembangunan, serta penegakan aturan terkait sempadan sungai.
Pemprov Banten mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci agar kawasan Banten Lama terbebas dari banjir berulang dan tetap menjadi kawasan bersejarah yang aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari rri.co.id