Bencana di Solok kembali menjadi perhatian setelah Menko PMK Pratikno turun langsung melihat kondisi warga dan meminta penanganan bergerak cepat.
Menko PMK Minta Pencarian Korban Dipercepat
Pratikno menempatkan pencarian warga yang masih hilang sebagai salah satu prioritas dalam masa tanggap darurat. Tim gabungan terus bekerja di wilayah terdampak untuk menemukan korban sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Selain pencarian, pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Bantuan makanan, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan sehari-hari menjadi bagian penting dalam penanganan setelah banjir bandang.
Pratikno juga meminta pemerintah daerah menjalankan penanganan darurat sambil mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. Kondisi cuaca dan lingkungan sekitar menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko di sejumlah wilayah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemprov Sumbar Dorong Normalisasi Sungai
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan langkah normalisasi sungai sebagai salah satu prioritas. Menurutnya, kondisi sungai perlu mendapat perhatian karena prakiraan cuaca masih menunjukkan peluang hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah dapat membersihkan material yang menghambat aliran air. Pohon tumbang, lumpur, batu, dan material longsor perlu mendapat perhatian agar tidak mempersempit jalur aliran sungai.
Mahyeldi juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota melakukan susur sungai secara berkala. Kegiatan tersebut dapat membantu petugas menemukan titik yang berpotensi menimbulkan masalah ketika hujan deras kembali turun.
Baca Juga:Â Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Tanggamus, Begini Kondisi Warga
Susur Sungai Jadi Langkah Mitigasi
Mitigasi tidak hanya menunggu bencana datang. Pemerintah daerah perlu memeriksa kondisi sungai, saluran air, serta wilayah yang memiliki potensi longsor sebelum cuaca memburuk.
Melalui susur sungai, petugas dapat melihat langsung kondisi aliran air dan menemukan material yang berpotensi menyumbat jalur sungai. Langkah sederhana seperti ini dapat membantu daerah mengenali titik rawan lebih awal.
Untuk rencana jangka panjang, Pemprov Sumbar juga mendorong kajian kebencanaan yang lebih menyeluruh. Pemerintah dapat bekerja sama dengan Pusat Studi Kebencanaan Universitas Andalas, BNPB, dan pemerintah pusat untuk menyusun langkah yang sesuai dengan kondisi wilayah.
BNPB Fokus pada Korban dan Kebutuhan Pengungsi
Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan bersamaan. Tim gabungan perlu mengerahkan sumber daya secara optimal agar proses pencarian tidak berhenti selama kondisi lapangan masih memungkinkan.
BNPB juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kondisi pengungsi. Warga sebaiknya tidak terlalu lama tinggal di tenda jika pemerintah sudah dapat menyediakan tempat tinggal sementara yang lebih layak.
Pemda perlu mendata kondisi rumah dan kebutuhan setiap keluarga terdampak. Data tersebut nantinya membantu pemerintah menentukan bentuk bantuan yang sesuai, baik untuk hunian sementara maupun tempat tinggal tetap.
R3P Disiapkan untuk Tahap Pemulihan
Setelah masa tanggap darurat, pemerintah perlu masuk ke tahap pemulihan secara terarah. BNPB mendorong percepatan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana atau R3P sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
Dokumen tersebut dapat membantu pemerintah menyusun rencana perbaikan rumah, fasilitas umum, jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang terdampak. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan relokasi warga atau pembangunan sarana pengendali bencana jika kondisi wilayah membutuhkan langkah tersebut.
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok menjadi pengingat bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja cepat sekaligus persiapan jangka panjang. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, dan masyarakat perlu menjaga koordinasi agar proses pencarian, bantuan, mitigasi, hingga pemulihan berjalan beriringan.