Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Tanggamus, Begini Kondisi Warga

Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Tanggamus, Begini Kondisi Warga Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Tanggamus, Begini Kondisi Warga
Bagikan

Banjir bandang menerjang empat desa di Tanggamus pada dini hari, membuat rumah warga, sekolah, dan lahan pertanian ikut terendam.

Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Tanggamus, Begini Kondisi Warga

Derasnya aliran Sungai Way Belu memicu banjir bandang di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Selasa, 22 September 2026. Air kemudian masuk ke sejumlah permukiman setelah tanggul sungai jebol.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan berdampak pada Pekon Belu, Negara Batin, Kanyangan, serta Teba Bunuk. Kenaikan debit air berlangsung cepat sehingga warga harus segera mengantisipasi kondisi tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Empat Desa Terdampak Banjir Bandang

Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung, banjir berdampak pada rumah warga, lahan pertanian, dan fasilitas pendidikan. Sedikitnya tiga rumah di Pekon Negara Batin mengalami kerusakan ringan.

Sekitar 150 kepala keluarga atau KK di wilayah tersebut turut merasakan dampak banjir. Kenaikan air pada dini hari membuat warga harus segera mengamankan diri dan barang-barang penting.

Di Pekon Belu, jumlah warga terdampak juga mencapai sekitar 150 KK. Luapan air masuk ke permukiman hingga merendam SDN 1 Belu dan sejumlah lahan milik masyarakat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Tanggul Sungai Way Belu Jebol 200 Meter

Perhatian utama kini tertuju pada tanggul Sungai Way Belu di Pekon Belu. Kerusakan pada bagian tersebut mencapai kurang lebih 200 meter.

Aliran air kemudian meluas ke kawasan permukiman setelah tanggul tidak mampu menahan debit sungai. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah Tanggamus.

Lokasi tanggul yang jebol berada di sekitar perbatasan Pekon Belu dan Negara Batin. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki titik tersebut untuk mengurangi risiko banjir kembali terjadi.

Jamal, warga Pekon Negara Batin, mengatakan masyarakat sempat melihat kenaikan air pada malam hari. Debit sungai kemudian berangsur turun sehingga warga mengira situasi sudah kembali aman.

Baca Juga: 5 Program Prioritas Jadi Kunci Pemulihan Pendidikan Pascabencana

Warga Sempat Beri Peringatan Lewat Musala

Sekitar pukul 01.25 hingga 01.30 WIB, Jamal mulai melihat perubahan pada kondisi air. Ia kemudian menyampaikan peringatan kepada warga melalui musala agar masyarakat mengetahui situasi yang sedang terjadi.

Saat pengumuman berlangsung, menurut Jamal, ketinggian air masih terlihat rendah. Tidak lama kemudian, debit air meningkat tajam dan arus menjadi jauh lebih deras.

Perubahan kondisi yang cepat membuat warga tidak memiliki banyak waktu untuk bersiap. Masyarakat pun berharap pemerintah segera menangani tanggul, khususnya pada bagian yang berada di antara Pekon Belu dan Negara Batin.

Lahan Pertanian Ikut Terendam

Dampak banjir juga meluas ke area perkebunan dan pertanian warga. Genangan tersebut menambah kekhawatiran masyarakat karena lahan menjadi salah satu sumber penghasilan sehari-hari.

Data sementara mencatat sekitar 50 hektare lahan perkebunan di Pekon Kanyangan terdampak. Sementara itu, sekitar 5 hektare lahan pertanian di Pekon Teba Bunuk ikut terendam.

Setelah air surut, warga perlu mengecek kondisi tanaman dan lahan untuk mengetahui dampak yang muncul. Lumpur serta material banjir juga masuk ke sejumlah rumah dan fasilitas umum.

Petugas bersama masyarakat kini melakukan pembersihan di sejumlah lokasi. Langkah tersebut menjadi prioritas agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap.

BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Beberapa bangunan memang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.

BPBD masih memperbarui data kerusakan di lapangan. Untuk sementara, petugas memusatkan perhatian pada pembersihan lumpur dari rumah warga dan fasilitas umum.

Perbaikan tanggul juga menjadi kebutuhan mendesak setelah kerusakan mencapai sekitar 200 meter. Pemerintah perlu menangani titik tersebut agar warga tidak kembali menghadapi ancaman serupa ketika hujan deras turun.

Warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Way Belu juga perlu mengikuti informasi dari petugas. Perubahan debit air dapat berlangsung cepat, sehingga kesiapan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi banjir berikutnya.