Tanah longsor menutupi jalan Pudak–Pulung, Ponorogo, Minggu sore, menghambat perjalanan dan memaksa pengendara ekstra hati‑hati.
Tanah longsor menutup akses jalan penghubung Kecamatan Pudak dan Pulung, Ponorogo, Minggu sore, 5 April 2026. Arus kendaraan sempat terganggu dan pengendara diminta ekstra hati‑hati. Meski jalan masih bisa dilalui, petugas mengimbau waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Lokasi dan Kondisi Jalan Yang Terdampak
Longsor terjadi di Dukuh Tumpakrejo RT 05/RW 02, Desa Tambang, Kecamatan Pudak, sekitar pukul 14.15 WIB. Longsoran berasal dari tebing ladang milik warga sekitar yang menurun ke arah jalan penghubung Pudak–Pulung. Material tanah dan bebatuan menutup sebagian permukaan jalan, sehingga jalur menjadi sempit dan berbahaya bagi motor dan mobil.
Pamapta I Polres Ponorogo, John Anderson Batara Aryasena, menjelaskan longsoran memiliki panjang sekitar 6 meter dengan tebing setinggi 7 meter. Meski material cukup banyak, jalan tidak tertutup sepenuhnya sehingga kendaraan masih bisa melintas pelan. Namun kondisi jalan sempit dan berlumpur memaksa laju kendaraan diperlambat dan manuver berhati‑hati.
Kondisi jalan yang menurun dan dekat tebing membuat lokasi ini rentan longsor saat hujan deras. Struktur tanah gembur dan labil menambah risiko, terutama saat tanah jenuh air. Petugas mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan kecepatan dan memperhatikan tanda‑tanda retakan tanah di sekitar jalan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab dan Waktu Kejadian
Peristiwa longsor berawal dari hujan lebat yang terus‑menerus mengguyur wilayah Pudak sejak pagi hari. Wilayah Pudak mulai diguyur hujan sekitar pukul 11.30 WIB, sehingga tanah di tebing ladang menjadi jenuh dan justru lemah. Kondisi tanah gembur dan struktur tebing yang rapuh membuat tebing tak mampu menahan bobot air.
Tekanan air yang terserap tanah secara perlahan menggerus bagian belakang tebing hingga terjadi pergerakan tanah dan akhirnya runtuh ke arah jalan. Prosesnya terjadi cukup cepat, sehingga tak ada peringatan khusus sebelumnya. Beruntung, kejadian terjadi di siang hari ketika lalu lintas belum padat, sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisasi.
Pihak kepolisian menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan signifikan dalam kejadian ini. Namun, material longsor sempat mengganggu laju kendaraan dan menimbulkan kepadatan ringan di sekitar lokasi. Pembersihan awal dilakukan segera untuk menghindari potensi kecelakaan dan memastikan jalan tetap bisa dilewati.
Baca Juga: Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Pasar Babak Belur, Begini Dampaknya!
Langkah Awal Petugas dan Warga
Usai kejadian, sejumlah personel Polsek Pudak langsung bergegas ke lokasi bersama perangkat desa dan warga sekitar. Mereka membantu mengevakuasi material longsor yang menutup sebagian jalan dengan alat seadanya. Pembersihan manual dilakukan untuk mengeruk tanah dan bebatuan agar jalan kembali lebih lebar dan aman dilewati.
Petugas juga memasang rambu peringatan dan garis pengaman sementara di sekitar titik longsor. Rambu ini dimaksudkan untuk mengingatkan pengendara agar mengurangi kecepatan dan tidak terlalu dekat ke sisi jalan yang berdekatan dengan tebing. Pihak kepolisian juga mengatur lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. Pembersihan menyeluruh dengan bantuan alat berat dijadwalkan esok pagi, Senin 6 April 2026, mengingat hujan masih mengguyur lokasi pada malam hari. Pemerintah berharap dengan penanganan cepat, akses jalan Pudak‑Pulung dapat normal kembali tanpa mengganggu aktivitas warga terlalu lama.
Imbauan dan Antisipasi Warga
Pengguna jalan diminta ekstra berhati‑hati ketika melewati jalan penghubung Pudak dan Pulung, terutama di sekitar lokasi longsor. Pengendara motor dan mobil sebaiknya mengurangi kecepatan dan memilih jalur tengah, jauh dari sisi jalan yang berdekatan dengan tebing. Kondisi jalan yang masih basah dan berlumpur menambah risiko slip dan tergelincir.
Warga setempat juga diminta untuk memantau kondisi tebing dan ladang di sekitar jalan. Jika terlihat retakan tanah yang membesar atau perubahan bentuk tebing, perlu segera dilaporkan ke pihak desa dan BPBD agar bisa diambil langkah pencegahan. Pemerintah menegaskan kesiapan masyarakat berperan penting menekan risiko bencana susulan.
Ponorogo sendiri dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan longsor, terutama di kawasan Pulung, Pudak, Sooko, dan Sawoo. Musim hujan meningkatkan potensi longsor di tebing‑tebing dengan tanah labil. Oleh sebab itu, baik pemerintah maupun warga diminta senantiasa waspada, terutama setelah hujan deras dalam durasi cukup lama.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari jatim.antaranews.com