Dua gempa mengguncang Indonesia dalam waktu berdekatan, yakni M6,2 di Maluku dan M5,9 di Kepulauan Seribu yang tak berpotensi tsunami.
Indonesia kembali diguncang dua gempa bumi dalam waktu berdekatan. Gempa pertama terjadi di wilayah Laut Banda, Maluku, pada Jumat malam, 11 September 2026. Beberapa jam kemudian, gempa kembali mengguncang kawasan Laut Jawa dekat Kepulauan Seribu pada Sabtu pagi, 12 September 2026. Kedua peristiwa tersebut sempat tercatat dengan magnitudo M6,2 dan M5,9 sebelum BMKG memperbarui parameter keduanya.
Untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas, kamu dapat melanjutkan penelusuran mengenai gempa M6,2 di Maluku yang disusul gempa di Kepulauan Seribu serta perkembangan informasi BMKG, hanya di NASIB RAKYAT.
Gempa M6,2 Guncang Maluku
Gempa pertama terjadi pada Jumat, 11 September 2026 pukul 18.56 WIB. Guncangan berpusat di Laut Banda, sekitar 162 kilometer timur laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman sekitar 148 kilometer berdasarkan parameter pemutakhiran BMKG.
Gempa Terjadi di Laut Banda
Pada laporan awal, gempa tersebut tercatat berkekuatan M6,2. BMKG kemudian memperbarui magnitudonya menjadi M6,0 setelah melakukan analisis lebih lanjut terhadap parameter gempa.
Episenter berada di laut sehingga guncangan tersebut tidak langsung menunjukkan dampak kerusakan besar pada laporan awal. Reuters juga melaporkan belum ada informasi awal mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa di Laut Banda tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kedalamannya yang cukup dalam menjadi salah satu faktor dalam karakteristik guncangan yang terjadi.
Masyarakat tetap diminta memperhatikan informasi resmi terkait aktivitas gempa dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi mengenai dampak bencana.
Kepulauan Seribu Diguncang Gempa
Beberapa jam setelah gempa Maluku, guncangan kembali terjadi di kawasan dekat Kepulauan Seribu. Gempa tercatat pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 04.23.55 WIB dan berpusat di Laut Jawa.
Awalnya Tercatat M5,9
Pada laporan awal, gempa tersebut tercatat memiliki magnitudo M5,9. Episenternya berada di laut sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah. Karena pusat gempa berada cukup dalam, getaran dapat terasa hingga wilayah yang relatif jauh dari episenter.
BMKG Perbarui Menjadi M6,5
Setelah melakukan pemutakhiran parameter, BMKG mencatat magnitudo gempa tersebut menjadi M6,5 dengan kedalaman sekitar 368 kilometer. BMKG mengategorikannya sebagai gempa dalam yang berkaitan dengan aktivitas intraslab.
Meski magnitudonya cukup besar, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dua Gempa Terjadi dalam Waktu Berdekatan
Jarak waktu kedua gempa menjadi perhatian karena gempa di Maluku terjadi pada Jumat malam, sedangkan gempa dekat Kepulauan Seribu berlangsung beberapa jam kemudian pada Sabtu pagi.
Lokasi dan Kedalaman Berbeda
Kedua gempa terjadi di wilayah berbeda dan memiliki karakteristik kedalaman yang berbeda. Gempa Maluku berpusat di Laut Banda, sedangkan gempa berikutnya berada di Laut Jawa dekat Kepulauan Seribu.
Kondisi tersebut membuat kedua kejadian tidak bisa langsung dianggap sebagai satu rangkaian gempa yang saling berkaitan hanya karena waktunya berdekatan.
Tidak Ada Peringatan Tsunami
BMKG memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Informasi ini menjadi bagian penting dalam laporan kebencanaan agar masyarakat memperoleh gambaran yang sesuai dengan hasil analisis resmi.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari BMKG maupun lembaga berwenang apabila terjadi gempa susulan.
Baca Juga:Â Viral Video Tawuran di Indramayu, 8 Remaja Diamankan Bersama Sajam
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Dua gempa dengan magnitudo besar tersebut kembali menunjukkan aktivitas seismik yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Meski tidak memicu tsunami, masyarakat tetap perlu memahami langkah keselamatan ketika merasakan guncangan.
Ikuti Informasi Resmi BMKG
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa bumi di Indonesia. Pemutakhiran parameter juga dapat terjadi setelah analisis data seismik dilakukan secara lebih menyeluruh.
Karena itu, masyarakat sebaiknya mengandalkan informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar mengenai gempa yang belum memiliki sumber jelas.
Tetap Tenang Saat Gempa
Ketika guncangan terjadi, masyarakat perlu mencari tempat yang aman, menjauh dari benda yang berpotensi jatuh, dan mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.
Dua gempa yang terjadi di Maluku dan Kepulauan Seribu menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap bencana tetap penting. Namun, masyarakat tidak perlu panik selama mengikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang.
Kesimpulan
Dua gempa mengguncang Indonesia dalam waktu berdekatan pada 11 dan 12 September 2026. Gempa pertama terjadi di Laut Banda, Maluku, sementara gempa berikutnya mengguncang kawasan Laut Jawa dekat Kepulauan Seribu. Data awal masing-masing mencatat M6,2 dan M5,9, tetapi BMKG kemudian memperbarui parameter menjadi M6,0 dan M6,5. Kedua gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Yuk, lihat lebih jauh informasi terbaru seputar gempa bumi di Indonesia, aktivitas seismik di berbagai wilayah, serta perkembangan kebencanaan terkini, hanya di NASIB RAKYAT.