Geger! Badai Raksasa Hantam Jepang-China, BMKG Ungkap Ancaman yang Mengintai RI

Geger! Badai Raksasa Hantam Jepang-China, BMKG Ungkap Ancaman yang Mengintai RI Geger! Badai Raksasa Hantam Jepang-China, BMKG Ungkap Ancaman yang Mengintai RI
Bagikan

Topan Bavi mendekati Jepang-China dengan ancaman angin kencang, hujan ekstrem, banjir, dan longsor. BMKG pantau dampaknya ke RI.

Geger! Badai Raksasa Hantam Jepang-China, BMKG Ungkap Ancaman yang Mengintai RI

Badan meteorologi Jepang mencatat Topan Bavi bergerak mendekati Kepulauan Sakishima, Prefektur Okinawa, yang berada di wilayah barat daya Jepang. Kecepatan angin maksimum badai tersebut tercatat mencapai sekitar 162 kilometer per jam, sehingga membuat warga dan pemerintah setempat meningkatkan kewaspadaan. Simak ulasan lengkapnya dari .

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Topan Bavi Mengamuk, Jepang Siapkan Langkah Darurat

Kedatangan Topan Bavi membuat masyarakat di Pulau Ishigaki mulai melakukan berbagai persiapan. Warga memperkuat rumah dan tempat usaha dengan memasang pelindung pada jendela serta menggunakan jaring penahan angin untuk mengurangi risiko kerusakan.

Sejumlah aktivitas masyarakat juga mengalami gangguan. Pemerintah setempat menutup beberapa pantai, taman pesisir, hingga terminal feri sebagai langkah pencegahan terhadap kondisi cuaca yang memburuk.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena badai ini diprediksi menjadi salah satu fenomena cuaca paling kuat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak penduduk memilih menyiapkan kebutuhan makanan dan minuman untuk menghadapi kemungkinan pemadaman listrik atau pembatasan aktivitas di luar rumah.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Filipina Terdampak, Longsor Tewaskan 10 Orang

Dampak Topan Bavi juga mulai terasa di wilayah sekitar Asia Tenggara. Filipina mengalami bencana longsor di Pulau Mindanao akibat hujan deras yang muncul karena pengaruh sistem angin musim barat daya yang diperkuat oleh badai tersebut.

Pejabat penanggulangan bencana Filipina melaporkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengaruh badai tidak hanya berdampak pada wilayah yang dilewati langsung, tetapi juga daerah sekitar yang terkena efek cuaca ekstrem.

Gangguan perjalanan juga terjadi di Jepang. Japan Airlines membatalkan lebih dari 100 penerbangan yang berdampak pada ribuan penumpang. Sementara All Nippon Airways menghentikan lebih dari 160 penerbangan hingga Minggu karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Selain transportasi udara, hampir 900 bangunan di Okinawa mengalami pemadaman listrik akibat kondisi badai yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga: Darurat Air! 37 Ribu Lebih Warga Makassar Terdampak Kekeringan di 4 Kecamatan

China dan Taiwan Bersiap Hadapi Efek Lanjutan Badai

Ancaman Topan Bavi turut membuat Taiwan mengambil langkah antisipasi. Pemerintah Taiwan menutup pasar keuangan dan menghentikan aktivitas di beberapa wilayah utara serta timur pulau.

Ribuan warga yang tinggal di kawasan pegunungan pesisir timur memilih mengungsi untuk menghindari risiko bencana. Pemerintah Taiwan juga mengerahkan hampir 29 ribu personel militer untuk membantu proses penanganan jika kondisi memburuk.

Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan kekuatan badai memang mengalami penurunan, tetapi dampaknya masih perlu diwaspadai. Angin kencang dan hujan deras tetap berpotensi terjadi karena ukuran badai masih cukup luas.

Setelah melewati wilayah sekitar Taiwan, Topan Bavi diperkirakan bergerak menuju Kota Wenzhou di pesisir timur China. Wilayah tersebut juga bersiap menghadapi kemungkinan hujan lebat dan angin kuat.

BMKG Ungkap Dampak Topan Bavi Terhadap Indonesia

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan Topan Bavi. BMKG menjelaskan bahwa badai tersebut berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang meningkat menjadi siklon tropis pada 2 Juli 2026.

Meskipun tidak bergerak langsung menuju wilayah Indonesia, Topan Bavi tetap dapat memberikan pengaruh terhadap sejumlah daerah. BMKG memperkirakan angin kencang berpotensi terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Selain angin, gelombang tinggi juga menjadi perhatian. Beberapa wilayah perairan seperti Samudra Pasifik utara Papua, Papua Barat, Maluku, serta Kepulauan Sangihe-Talaud berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.

Masyarakat Diminta Waspada Hadapi Perubahan Cuaca

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan pelaku pelayaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca akibat pengaruh Topan Bavi.

Potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu menjadi perhatian dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi dengan cepat.

Meski Indonesia tidak terkena dampak langsung dari pusat badai, perkembangan Topan Bavi menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat memberikan pengaruh luas hingga wilayah sekitar.