Gempa M 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya dan merusak puluhan rumah serta fasilitas umum, sementara petugas masih mendata dampak lainnya.
Guncangan yang terjadi pada Minggu pagi tersebut membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan di beberapa wilayah Sumba Barat Daya. Pemerintah daerah kini terus memantau kondisi di lapangan sambil menghimpun data mengenai warga yang terdampak.
Gempa M 6,1 Mengguncang Sumba Barat Daya
Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 06.55 Wita. Getaran terasa di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kodi yang masuk dalam kawasan terdampak.
Guncangan tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan milik warga dan fasilitas umum. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kemudian melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi terbaru setelah gempa.
Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla menyampaikan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Beberapa fasilitas umum juga mengalami dampak akibat guncangan yang cukup kuat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
56 Rumah Warga Mengalami Kerusakan
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 56 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. Sebanyak 50 rumah masuk kategori rusak ringan, enam rumah mengalami rusak sedang, sedangkan satu rumah tercatat mengalami kerusakan berat.
Kerusakan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, hingga Kota Tambolaka.
Kerusakan pada rumah warga antara lain terlihat pada bagian tembok dan plafon. Beberapa bagian bangunan mengalami retakan, sementara plafon pada sejumlah rumah dilaporkan roboh akibat guncangan.
Baca Juga:Â Kisah Pilu dari Mamasa, Rumah Pasutri Disabilitas Ludes Terbakar
13 Fasilitas Umum Turut Terdampak
Selain rumah warga, sebanyak 13 fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Bangunan yang terdampak mencakup tempat ibadah, fasilitas kesehatan, sekolah, kantor pelayanan, hingga fasilitas kelistrikan.
Beberapa tempat ibadah yang mengalami kerusakan antara lain Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Billa Cenge, Gereja Katedral Waitabula, GBI Suara Kebenaran Sapurata, serta Gereja Kristen Sumba (GKS) Mata.
Kerusakan juga terjadi di RSUD Pratama Reda Bolo, Puskesmas Tanggaba, Puskesmas Kori, dan Pustu Kalena Rongo. Fasilitas pendidikan seperti SD Katolik Manu Toghi dan SD Negeri Walaingira turut masuk dalam daftar bangunan yang terdampak.
Sejumlah Fasilitas Pelayanan Ikut Mengalami Kerusakan
Dampak gempa juga menyentuh fasilitas pelayanan masyarakat. Balai KB Desa Wallandimu dan Kantor PLN Cabang Kodi tercatat mengalami kerusakan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Kerusakan pada fasilitas umum menjadi perhatian karena bangunan tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat. Pemerintah daerah perlu memastikan kondisi masing-masing bangunan sebelum masyarakat kembali menggunakannya seperti biasa.
Petugas juga masih melakukan pengecekan di sejumlah lokasi untuk melihat kemungkinan adanya kerusakan lain yang belum masuk dalam pendataan awal. Proses ini penting agar pemerintah memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak gempa.
Data Warga Terdampak Masih Didata
Meski jumlah rumah dan fasilitas umum yang rusak sudah diketahui, pemerintah daerah belum menyampaikan jumlah kepala keluarga maupun jiwa yang terdampak. Pendataan warga masih menjadi bagian dari proses penanganan setelah gempa.
Informasi tersebut nantinya dapat membantu pemerintah menentukan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah. Kondisi rumah warga juga perlu diperiksa kembali, terutama bangunan yang mengalami kerusakan sedang dan berat.
Gempa M 6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada Minggu pagi meninggalkan dampak pada puluhan rumah dan fasilitas umum. Pemerintah daerah bersama pihak terkait masih memantau kondisi lapangan serta memperbarui data kerusakan dan warga yang terdampak.