Mamasa Makin Pekat! Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Warga

Mamasa Makin Pekat! Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Warga Mamasa Makin Pekat! Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Warga
Bagikan

Kabut asap akibat karhutla mulai menyelimuti Mamasa dan membuat jarak pandang warga terbatas, sementara aktivitas sehari-hari ikut terganggu.

Mamasa Makin Pekat! Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Warga

Kondisi tersebut mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir. Asap terlihat di sejumlah wilayah dan membuat udara terasa kurang nyaman, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Kabut Asap Mulai Menyelimuti Wilayah Mamasa

Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, setelah kebakaran hutan dan lahan terjadi berulang dalam beberapa waktu terakhir. Asap yang bertahan di udara mulai memengaruhi jarak pandang masyarakat.

Seorang warga bernama Rizal mengatakan kondisi tersebut mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, jarak pandang warga kini tidak lagi sejelas biasanya akibat kepulan asap yang berada di sekitar permukiman.

Warga juga melihat aktivitas pembakaran lahan sebagai salah satu penyebab munculnya asap. Pembukaan lahan dengan cara membakar diduga membuat titik kebakaran terus bertambah di sejumlah wilayah.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Mamasa, Alfredi, menyampaikan bahwa pihaknya mencatat 57 kejadian karhutla sejak Agustus hingga Oktober 2026.

Jumlah tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Mamasa. Dari berbagai kejadian tersebut, total luas lahan yang terdampak mencapai 145,45 hektare.

Data itu menunjukkan bahwa kebakaran lahan bukan hanya terjadi sekali atau di satu lokasi. Frekuensi kejadian yang cukup tinggi membuat asap terus muncul dan berpotensi menyebar ke kawasan lain ketika angin membawa kepulan tersebut.

Baca Juga: Gempa M 6,1 Hantam Sumba, Ini Kondisi 56 Rumah dan 13 Fasum yang Rusak

Asap Mulai Mengganggu Aktivitas Warga

Intensitas karhutla yang meningkat mulai memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Asap yang masih terlihat di udara membuat sebagian warga merasa kurang nyaman ketika melakukan kegiatan di luar rumah.

Alfredi membenarkan kondisi tersebut. Ia melihat asap masih berada di sekitar wilayah Mamasa dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah warga bahkan memilih menggunakan masker ketika keluar rumah sebagai langkah perlindungan sederhana.

Jarak pandang yang menurun juga perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bepergian. Kondisi jalan yang tertutup asap dapat membuat pengendara lebih sulit melihat situasi di depan.

Debu dan Sisa Kebakaran Ikut Terbawa Angin

Masalah tidak hanya berasal dari asap. Debu dan sisa material dari lahan yang terbakar juga ikut beterbangan ketika angin bertiup. Material tersebut kemudian dapat menyebar ke kawasan permukiman dan ruang aktivitas warga.

Debu yang terbawa angin membuat kondisi udara terasa semakin kotor. Warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran pun harus menghadapi campuran asap dan debu dalam aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara dapat berubah ketika titik kebakaran terus bertambah. Pemantauan terhadap lokasi karhutla menjadi penting agar petugas dapat mengetahui perkembangan situasi di lapangan.

Penanganan Karhutla Perlu Diperkuat

Catatan 57 kejadian dengan luas terdampak 145,45 hektare menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kebakaran hutan dan lahan di Mamasa. Pencegahan perlu berjalan bersama dengan penanganan ketika titik api mulai muncul.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kebakaran. Pembukaan lahan dengan cara membakar dapat memicu api menyebar ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.

Kabut asap yang kini mengganggu Mamasa menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya berdampak pada lahan yang terbakar. Asap, debu, jarak pandang, dan aktivitas warga ikut terkena dampaknya sehingga penanganan serta pencegahan perlu mendapat perhatian bersama.