Kawasan Gunung Inerie di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbakar hingga menghanguskan sekitar 30 hektare lahan pada Kamis (1/10/2026).
Kebakaran tersebut terjadi di dua wilayah, yakni Desa Bela, Kecamatan Bajawa, dan Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebuu. Api muncul sejak dini hari dan terus menjalar di kawasan yang dipenuhi rumput kering.
Kondisi vegetasi yang kering membuat kobaran api cepat menyebar. Petugas BPBD Kabupaten Ngada kemudian bergerak untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas ke area lainnya. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Api Muncul Sejak Dini Hari
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, Eman Kora, mengatakan kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 03.00 Wita.
Api kemudian membakar kawasan Gunung Inerie selama kurang lebih 11 jam. Kobaran masih terlihat hingga siang sebelum petugas berhasil mengendalikan titik api secara bertahap.
Menurut Eman, luas kawasan yang terbakar mencapai sekitar 30 hektare. Area terdampak berada di wilayah Desa Bela dan Desa Tiworiwu yang masuk kawasan Gunung Inerie.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Rumput Kering Membuat Api Cepat Menyebar
Kondisi rumput yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah bergerak. Vegetasi kering dapat menjadi bahan bakar sehingga kobaran menjalar dari satu titik menuju area lainnya.
Situasi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup panjang. Petugas harus mendatangi area yang terbakar sambil menghadapi asap tebal di sekitar lokasi.
Kebakaran di kawasan pegunungan juga membutuhkan penanganan secara hati-hati. Medan yang tidak selalu mudah dilalui membuat petugas harus menyesuaikan cara pemadaman dengan kondisi lapangan.
Baca Juga:Â Bansos Mau Diperbarui! Warga Diminta Registrasi Ulang Lewat Perlinsos
Api Akhirnya Padam Sekitar Pukul 14.00 Wita
Setelah berjibaku selama berjam-jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.00 Wita. Dengan demikian, kebakaran berlangsung sejak dini hari hingga sore hari.
Eman mengatakan tim terus melakukan pemadaman sampai tidak ada lagi kobaran yang terlihat. Petugas juga memperhatikan area sekitar untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Lamanya proses pemadaman menunjukkan tantangan yang dihadapi tim saat menangani kebakaran di kawasan Gunung Inerie. Asap tebal dan kondisi lahan yang kering menjadi kendala selama proses tersebut.
TRC Karhutla BPBD Ngada Turun ke Lokasi
Pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla BPBD Kabupaten Ngada. Tim langsung bergerak menuju kawasan yang mengalami kebakaran.
Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan dedaunan sebagai alat bantu untuk memukul dan meredam kobaran api. Cara tersebut mereka gunakan untuk menangani api di area yang sulit dijangkau.
Petugas juga harus berhadapan dengan asap tebal ketika mendekati titik kebakaran. Mereka tetap melakukan penanganan hingga api benar-benar padam pada siang hari.
Sekitar 30 Hektare Kawasan Gunung Inerie Terbakar
Eman Kora menyebut total kawasan yang terbakar mencapai kurang lebih 30 hektare. Area tersebut mencakup wilayah Desa Bela di Kecamatan Bajawa serta Desa Tiworiwu di Kecamatan Jerebuu.
Kebakaran ini membuat sebagian kawasan Gunung Inerie mengalami kerusakan akibat kobaran api. Kondisi lahan yang kering turut mempercepat proses penyebaran api sebelum petugas berhasil mengendalikannya.
Setelah api padam, pemantauan tetap penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penanganan lanjutan juga diperlukan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lain di sekitar Gunung Inerie.