Hujan deras masih mengguyur kawasan Pandeglang, termasuk Kecamatan Patia dan Pagelaran, membuat warga waspada banjir kembali meninggi.
Beberapa desa, seperti Idaman, terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa, sehingga akses darat terhambat dan warga harus menggunakan perahu. Meskipun di beberapa wilayah air mulai surut, kekhawatiran tetap tinggi karena hujan belum reda.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Pandeglang
Hujan deras disertai angin kencang masih melanda Kecamatan Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Curah hujan yang tinggi membuat warga setempat khawatir air banjir kembali meninggi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini memicu kewaspadaan ekstra dari masyarakat di wilayah terdampak.
Encun Surtiah, warga Desa Surianen Patia, menyampaikan kekhawatirannya pada Kamis (15/1/2025). Ia menuturkan, jika hujan terus berlanjut, ada kemungkinan air banjir kembali naik dan menimbulkan kerusakan lebih parah. Kekhawatiran tersebut tidak berlebihan mengingat kondisi wilayah yang rawan banjir.
Selain hujan, angin kencang yang terjadi di kawasan tersebut juga berpotensi menambah risiko pohon tumbang dan kerusakan bangunan ringan. Warga diminta tetap siaga dan memantau kondisi cuaca melalui informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat.
Banjir Terparah Sepanjang Tahun
Menurut Encun, wilayah Patia dan Pagelaran sudah empat kali diterjang banjir sejak awal tahun. Namun, banjir kali ini tercatat sebagai yang paling parah dan lama surutnya. Hampir enam hari, air belum sepenuhnya kembali normal di beberapa titik terdampak.
Ia menambahkan, banjir kali ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, sehingga warga terpaksa menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Beberapa rute transportasi darat menjadi tidak dapat dilalui, mengganggu mobilitas warga.
“Kalau yang mau ke Desa Idaman, tidak bisa lewat darat, harus pakai perahu,” kata Encun. Pernyataan ini menggambarkan betapa parahnya kondisi banjir di wilayah Patia, yang memaksa warga mencari alternatif transportasi untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Pante Bidari Aceh Timur Rusak Berat, Pemulihan Butuh Dukungan Segera
Upaya dan Pemantauan BPBD Pandeglang
Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana, mengungkapkan bahwa kondisi air di Pagelaran mulai berangsur surut. Tim BPBD bersama masyarakat setempat terus memantau perkembangan banjir, memastikan warga yang terdampak mendapatkan bantuan dan informasi terkini.
Meski demikian, di beberapa titik seperti Desa Idaman, air masih setinggi pinggang orang dewasa. Hal ini membuat beberapa rumah terendam dan akses transportasi masih terhambat, sehingga warga perlu ekstra hati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengutamakan keselamatan. Bantuan logistik, perahu, dan peralatan evakuasi telah disiapkan untuk warga yang membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di daerah paling terdampak.
Kekhawatiran Warga dan Antisipasi Banjir Susulan
Warga di kawasan Patia dan Pagelaran menyatakan kekhawatiran jika hujan terus berlanjut. Mereka mengingatkan bahwa banjir susulan dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah rendah dan dekat sungai. Kesadaran warga terhadap risiko banjir membuat mereka semakin waspada.
Beberapa warga juga telah mulai menyiapkan peralatan darurat, makanan, dan kebutuhan pokok untuk menghadapi kemungkinan air kembali naik. Selain itu, warga yang rumahnya berada di titik rawan sudah memindahkan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan koordinasi antara BPBD, masyarakat, dan relawan, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com