Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla setelah krisis air bersih berdampak pada 4.771 jiwa di lima wilayah terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 4.771 jiwa dari 2.753 kepala keluarga telah terdampak kekeringan. Pemerintah bersama berbagai pihak bergerak memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
NASIB RAKYAT akan mengulas kondisi krisis air bersih di Kabupaten Tasikmalaya yang berdampak pada 4.771 jiwa, termasuk langkah pemerintah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla.
Pemkab Tasikmalaya Resmi Tetapkan Status Siaga Darurat
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Tasikmalaya Nomor 3002.2.1/KEP.421-BPBD/2026 sebagai dasar pelaksanaan penanganan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni, mengatakan sedikitnya lima wilayah sudah merasakan dampak kekeringan. Total warga terdampak mencapai 4.771 jiwa yang tersebar di berbagai daerah dengan kondisi pasokan air yang terus menurun.
BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak. Warga diminta memprioritaskan kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi. Masyarakat juga diharapkan segera melapor apabila menemukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ancaman Karhutla Ikut Mengintai Selama Musim Kemarau
Selain menghadapi kekeringan, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Cuaca panas serta minimnya curah hujan membuat risiko munculnya titik api semakin tinggi di sejumlah kawasan.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta tidak meninggalkan api di kawasan hutan atau lahan terbuka. Jika melihat asap atau titik api, masyarakat diharapkan segera melapor kepada petugas agar penanganan bisa berlangsung lebih cepat.
Selama masa siaga darurat, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan relawan akan memperkuat patroli, sosialisasi, serta kesiapsiagaan di wilayah yang masuk kategori rawan.
Baca Juga:Â Pinjaman Kopdes Rp3 M Jadi Sorotan, Purbaya Akhirnya Angkat Bicara!
FK Tagana Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak
Di tengah krisis air yang semakin terasa, Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. Sebanyak 56 kepala keluarga di Kampung Sagobog, Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya menerima distribusi air dari truk tangki yang datang langsung ke lokasi.
Koordinator FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia, menjelaskan bantuan tersebut bertujuan membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang. Air yang dibagikan digunakan untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, serta keperluan rumah tangga lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen FK Tagana untuk tetap hadir membantu masyarakat hingga kondisi sumber air kembali normal.
Warga Rela Mengantre Demi Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari
Kedatangan truk tangki air langsung disambut antusias warga. Mereka datang membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah lain untuk mendapatkan pasokan air bersih. Bagi sebagian warga, bantuan tersebut menjadi harapan utama karena sumur di sekitar permukiman sudah mengering sejak dua bulan terakhir.
Sejumlah keluarga bahkan terpaksa membeli air dengan biaya tambahan atau berjalan cukup jauh menuju sumber air terdekat. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih berat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan penanganan bencana. Langkah ini penting agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
Distribusi Bantuan Akan Terus Diperluas ke Wilayah Lain
FK Tagana memastikan distribusi air bersih tidak berhenti di Desa Cibalanarik. Organisasi tersebut akan memperluas bantuan ke desa-desa lain yang mengalami krisis air selama musim kemarau masih berlangsung.
Selain menyalurkan bantuan, FK Tagana juga mengajak masyarakat, relawan, dan para donatur untuk ikut berpartisipasi membantu warga yang terdampak. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih bagi lebih banyak keluarga.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama BPBD dan FK Tagana berharap kolaborasi ini dapat meringankan beban masyarakat hingga musim hujan tiba. Sementara itu, warga diminta tetap menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.