Lombok Tengah Tenggelam Banjir dan Longsor, Warga Kehilangan Segalanya

Banjir dan Longsor, Warga Kehilangan Segalanya Banjir dan Longsor, Warga Kehilangan Segalanya
Bagikan

Banjir dan tanah longsor melanda Lombok Tengah, memporak-porandakan permukiman warga puluhan rumah terendam.

Banjir dan Longsor, Warga Kehilangan Segalanya

Hujan deras disertai angin kencang memicu bencana ganda di Jonggat dan Batukliang. BPBD, TNI, dan aparat setempat bergerak cepat membantu korban, melakukan evakuasi, dan menilai kerusakan.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Cuaca Ganas Terjang Lombok Tengah

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa sore, 7 April 2026, memicu terjadinya bencana alam di sejumlah titik. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menyebabkan kondisi cuaca menjadi ekstrem dan sulit diprediksi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WITA dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.

Fenomena cuaca buruk ini mengakibatkan dua jenis bencana sekaligus, yakni banjir dan tanah longsor. Dua kecamatan yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Batukliang. Warga di wilayah tersebut sempat panik karena air datang dengan cepat dan volume yang cukup besar.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa wilayah Lombok Tengah masih sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Terlebih saat memasuki puncak musim hujan, potensi kejadian serupa bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan yang cukup.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Banjir Rendam Permukiman Warga di Kecamatan Jonggat

Di Kecamatan Jonggat, banjir dilaporkan merendam sejumlah permukiman warga di dua desa. Desa Sukarare menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan akibat luapan air yang masuk ke rumah-rumah warga. Genangan air terjadi dengan cepat sehingga warga tidak sempat melakukan banyak persiapan.

Sebanyak 30 Kepala Keluarga atau sekitar 120 jiwa terdampak di Desa Sukarare. Air yang menggenangi rumah warga menyebabkan kerusakan pada perabotan serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa warga bahkan terpaksa mengungsi sementara demi keselamatan.

Selain Sukarare, Desa Puyung juga mengalami dampak banjir meskipun dalam skala yang lebih kecil. Tercatat 4 Kepala Keluarga dengan total 16 jiwa terdampak. Meski tidak separah di Sukarare, kondisi ini tetap menjadi perhatian karena menunjukkan luasnya sebaran dampak cuaca ekstrem.

Baca Juga: SAR Tutup Pencarian Setelah Seluruh Korban Longsor Sibolangit Ditemukan!

Longsor Intai Warga Batukliang

Longsor Intai Warga Batukliang

Tidak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Batukliang. Peristiwa ini dilaporkan terjadi di Dusun Mertak Waru, Desa Barabali. Longsor dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Material tanah yang runtuh sempat mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi. Beberapa akses jalan juga dilaporkan tertutup sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun demikian, warga diminta tetap waspada karena kondisi tanah masih berisiko mengalami pergerakan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Respons Cepat Petugas dan Imbauan Kewaspadaan

Menanggapi kejadian tersebut, pihak BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama TNI, POLRI, dan aparat desa langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan penilaian cepat terhadap dampak bencana serta membantu warga yang terdampak. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

Selain melakukan assessment, petugas juga aktif menyebarkan informasi terkini kepada masyarakat. Hal ini penting agar warga dapat mengambil langkah antisipasi dan menghindari potensi bahaya lanjutan. Hingga pukul 21.00 WITA, kondisi di lokasi dilaporkan mulai berangsur kondusif.

BPBD Provinsi NTB juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Mengingat curah hujan masih tinggi dengan peluang lebih dari 90 persen, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Potensi bencana susulan masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari bimakini.com
  • Gambar Kedua dari radarlombok.co.id