Mencekam! Belasan Desa di Kuningan Dihajar Cuaca Ekstrem Seketika!

Belasan Desa di Kuningan Dihajar Cuaca Ekstrem Seketika! Belasan Desa di Kuningan Dihajar Cuaca Ekstrem Seketika!
Bagikan

Cuaca ekstrem tiba-tiba melanda Kuningan, menghantam belasan desa dan menimbulkan kerusakan serta kepanikan di kalangan warga setempat.

Belasan Desa di Kuningan Dihajar Cuaca Ekstrem Seketika!

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sejak Sabtu sore (28/3/2026), picu 11 bencana di belasan desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) laporkan longsor, pohon tumbang, dan rumah rusak hingga Minggu sore (29/3). Beruntung tidak ada korban jiwa meski kerusakan infrastruktur parah.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kronologi Cuaca Ekstrem

Hujan deras mulai pukul 16.00 WIB Sabtu di Kuningan selatan, angin kencang capai 60 km/jam. Longsor kecil pertama terjadi di lereng bukit Desa Ciloa, Kecamatan Cileungsi. Warga panik evakuasi mandiri saat lumpur deras mengalir.

Minggu pagi intensitas meningkat, pohon asam raksasa tumbang di pemakaman Ciloa timpa makam batu. Di Kadugede, pohon jati tutup total akses jalan lingkar, petani terjebak sawah. BPBD terima 11 laporan dalam 24 jam.

Petir menyambar gardu listrik Desa Karangsari, padam 3 jam. Suhu turun drastis ke 18°C, banjir bandang kecil genangi 5 rumah semi permanen. Cuaca ekstrem akibat La Nina basah 2026.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Desa-Desa Paling Terparah

Kecamatan Garawangi catat kerusakan terbanyak dengan 4 desa terdampak, Ciloa, Karangsari, Kadugede, dan Cisaga. Pohon tumbang 8 batang, atap rumah 15 unit rusak berat akibat terbang spandek.

Desa Ciloa jadi pusat bencana, longsor volume 50 m³ tutupi 200 meter jalan desa. Rumah Kepala Desa kehilangan atap 40%. Warga bersihkan lumpur pakai cangkul manual pagi Minggu.

Kecamatan Darma laporkan 3 rumah rusak di Dusun Cigadung akibat angin puting beliung lokal. Tembok sawah jebol panjang 50 meter, irigasi petani jagung terganggu. Total 17 desa dari 5 kecamatan kena dampak.

Baca Juga: Sibolga Kembali Diterjang Banjir! Wali Kota Tinjau Lokasi dan Gerak Cepat

Respons BPBD dan Pemerintah

 Respons BPBD dan Pemerintah

Indra Bayu, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, turun langsung melakukan asesmen lapangan sejak pukul 06.00 pada Minggu pagi. Ia memimpin tim gabungan berjumlah 25 personel yang bergerak cepat membagikan 200 lembar terpal plastik dan 100 selimut kepada warga terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan darurat masyarakat segera terpenuhi.

Petugas Damkar Kuningan juga sigap mengevakuasi 12 pohon tumbang yang menghalangi jalan menggunakan gergaji mesin. Berkat upaya tersebut, akses Kadugede–Bayuning kembali normal pada siang hari. Sementara itu, PLN berhasil memperbaiki gardu listrik hingga pulih 95%, dan posko pengungsian tetap siaga di balai desa Garawangi untuk mengantisipasi kondisi lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan mengalokasikan dana darurat sebesar Rp500 juta guna mempercepat perbaikan infrastruktur. Relawan PMI turut mendistribusikan logistik berupa beras dan mi instan untuk sekitar 300 kepala keluarga. Di sisi lain, BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga 48 jam ke depan, sehingga warga diminta tetap waspada.

Dampak Ekonomi dan Pencegahan

Petani mengalami kerugian hingga Rp300 juta akibat panen jagung dan cabai yang rusak karena sawah tergenang. Akses ke pasar juga sempat terganggu selama dua hari, sehingga harga bahan pokok naik sekitar 15%. Di sisi lain, UKM kerupuk ikan ikut terdampak karena suplai bambu terhenti, memperparah kondisi ekonomi lokal.

BPBD mengidentifikasi sekitar 50 titik rawan longsor baru dan segera memasang plang peringatan di lokasi berisiko. Selain itu, program penanaman 10.000 batang bambu digencarkan untuk mencegah erosi lereng. Warga pun mendesak pemerintah agar segera membangun tanggul mini di lima desa yang paling rentan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana menggelar simulasi evakuasi bencana pada April 2026 sebagai langkah kesiapsiagaan. Edukasi dini melalui masjid dan karang taruna juga terus ditingkatkan agar masyarakat lebih waspada. Bahkan, sekitar 20% dana desa kini dialokasikan khusus untuk mitigasi cuaca ekstrem selama musim hujan.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari instagram.com