Tim SAR dan warga setempat memulai operasi pencarian Nyoman Buda yang tertimbun longsor di Desa Suter, Bangli.
Dengan dukungan alat berat dari Dinas PUperkim dan anjing pelacak Polda Bali, upaya evakuasi diharapkan bisa lebih cepat dan efektif. Longsoran setinggi 90 meter menutupi lokasi, membuat pencarian manual sulit dilakukan.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Longsor di Desa Suter, Tukang Bambu Nyoman Buda Tertimbun
Seorang pria bernama Nyoman Buda, pekerja potong-angkut bambu, tertimbun longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Hingga saat ini, nasib Buda belum diketahui karena tanah longsor menutup area kerja secara tiba-tiba.
Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Kabupaten Bangli, I Wayan Wardana, menjelaskan bahwa longsor setinggi sekitar 90 meter menimpa Buda saat ia bekerja di dasar tebing. Longsoran tanah ini cukup besar sehingga membuatnya tidak terlihat oleh rekan-rekannya.
Kejadian ini langsung menggemparkan warga sekitar. Informasi menyebar cepat melalui aparat desa dan dusun, membuat masyarakat setempat bersiap membantu proses evakuasi meski kondisi medan cukup sulit dan berbahaya.
Detik-Detik Buda Tertimbun Longsor
Musibah bermula saat Buda memotong bambu di dasar tebing bersama dua rekannya, Adit dan Wayan Dayuh. Kedua rekannya tengah membawa potongan bambu sejauh 500 meter ke bak truk yang sudah menunggu di lokasi lain.
Saat Adit dan Dayuh kembali ke lokasi potong bambu, mereka kaget melihat tanah tebing longsor menutupi area kerja. Buda pun sudah tidak terlihat karena tertimbun longsoran yang menutup sebagian besar tebing.
Wardana menambahkan bahwa saksi segera menghubungi aparat desa. Informasi disebarkan secara berantai ke seluruh warga sekitar untuk mengkoordinasikan bantuan dan menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam proses penyelamatan.
Baca Juga: Tragedi Longsor Cisarua: 22 Hari SAR, Akhirnya Resmi Ditutup!
Upaya Evakuasi Warga dan Tantangan Medan
Sejumlah warga dari empat dusun di Desa Suter mencoba melakukan evakuasi manual dengan menggali tanah longsor. Namun, upaya ini terkendala karena ketebalan dan beratnya tanah yang menimbun. Kondisi ini membuat proses penyelamatan sangat sulit dilakukan hanya dengan tenaga manusia.
Masyarakat berharap bantuan alat berat segera tiba agar korban dapat segera dievakuasi. Selama menunggu, warga terus memantau lokasi, memastikan tidak ada longsor susulan yang mengancam keselamatan tim penyelamat dan warga sekitar.
Wardana menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses evakuasi. Meski ingin cepat menolong, keselamatan tim penyelamat tetap menjadi prioritas, apalagi kondisi tebing yang masih labil.
Operasi Pencarian Dimulai dengan Alat Berat
Hari ini, operasi pencarian Nyoman Buda dilanjutkan dengan bantuan alat berat jenis ekskavator milik Dinas PUperkim Bangli. Selain itu, anjing pelacak dari Polda Bali juga akan dikerahkan untuk mempercepat proses menemukan korban.
Rencana operasi dimulai pukul 09.00 Wita, diharapkan dapat mempercepat evakuasi Buda. Tim penyelamat akan menggali tanah longsoran secara bertahap, sambil memastikan struktur tebing tidak runtuh lebih lanjut.
Wardana menambahkan bahwa setiap langkah evakuasi harus mengikuti prosedur keselamatan agar tidak menimbulkan risiko tambahan. Ia juga mengimbau warga untuk tidak mencoba menggali longsoran sendiri tanpa alat dan pengawasan, karena tanah yang labil bisa memicu longsor susulan. Selain itu, koordinasi terus dilakukan dengan pihak kepolisian dan BPBD agar informasi terkini selalu tersedia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari nusabali.com