Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Sulawesi Selatan. Kali ini, angin kencang disertai tanah longsor menerjang sejumlah titik di Parepare.
Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan, sementara beberapa pagar dilaporkan roboh akibat terpaan angin serta pergerakan tanah.
Kejadian berlangsung saat hujan deras mengguyur kota sejak siang hingga malam hari. Intensitas hujan yang tinggi membuat kondisi tanah menjadi jenuh air, sementara hembusan angin kencang memperparah situasi.
Warga yang terdampak mengaku sempat panik ketika atap rumah mereka bergetar keras sebelum akhirnya sebagian material bangunan rusak.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan warga setempat, angin mulai bertiup kencang pada sore hari. Beberapa menit kemudian, hujan turun dengan intensitas tinggi. Di sejumlah wilayah yang berada di lereng perbukitan, suara gemuruh terdengar sebelum tanah longsor terjadi.
Material tanah bercampur batu dan lumpur meluncur dari atas lereng menuju permukiman warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsoran tersebut merusak dinding rumah serta menghancurkan pagar yang berada di jalur aliran material. Pada saat bersamaan, angin kencang juga merobohkan beberapa pagar rumah lainnya akibat tekanan yang kuat.
Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat untuk menghindari kemungkinan longsor susulan. Aparat kelurahan bersama relawan setempat segera turun tangan melakukan pendataan serta membantu membersihkan material yang menutup akses jalan lingkungan.
Kerusakan yang Ditimbulkan
Lima rumah dilaporkan mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi. Ada yang mengalami kerusakan pada bagian atap karena diterpa angin, ada pula yang dindingnya retak akibat tertimpa material longsor. Beberapa pagar beton roboh, sementara pagar besi terlepas dari pondasinya.
Kerusakan ini tentu menjadi beban bagi warga terdampak. Selain harus memperbaiki bangunan, mereka juga menghadapi kekhawatiran terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Pihak pemerintah daerah melalui instansi terkait langsung melakukan asesmen guna menentukan langkah bantuan yang diperlukan.
Baca Juga: Darurat Banjir Bandang di Tapteng! Air Setinggi 1 Meter, Warga Dievakuasi
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
Wilayah Parepare memang memiliki topografi yang beragam, mulai dari pesisir hingga perbukitan. Ketika hujan deras turun dalam waktu lama, tanah di lereng menjadi rentan bergerak. Jika disertai angin kencang, struktur bangunan yang kurang kuat dapat mengalami kerusakan.
Badan meteorologi setempat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Perubahan cuaca yang cepat dalam beberapa tahun terakhir juga meningkatkan frekuensi kejadian ekstrem seperti ini.
Selain faktor alam, kondisi drainase yang kurang optimal dapat memperparah dampak hujan deras. Air yang tidak mengalir dengan baik akan tertahan di lereng, meningkatkan tekanan pada lapisan tanah hingga akhirnya longsor.
Pentingnya Mitigasi Bencana
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya langkah mitigasi bencana, terutama di wilayah dengan risiko tinggi. Penanaman vegetasi penahan tanah di lereng dapat membantu memperkuat struktur tanah. Selain itu, perbaikan sistem drainase menjadi langkah krusial untuk mengurangi genangan air saat hujan deras.
Sosialisasi mengenai tanda-tanda awal longsor juga perlu ditingkatkan. Retakan tanah, air yang tiba-tiba keruh, atau suara gemuruh dari arah tebing bisa menjadi indikasi bahaya. Dengan mengenali tanda-tanda tersebut lebih awal, warga dapat menghindari risiko yang lebih besar.
Bangunan rumah di daerah rawan angin kencang sebaiknya memiliki struktur yang lebih kokoh, terutama pada bagian atap. Penguatan rangka serta penggunaan material yang sesuai standar dapat meminimalkan kerusakan.
Respons Pemerintah & Warga
Setelah kejadian, pemerintah kota bergerak cepat melakukan peninjauan lokasi. Petugas dari dinas terkait membantu proses pembersihan material longsor serta memastikan tidak ada korban yang terjebak. Bantuan logistik darurat juga disiapkan untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
Warga setempat secara gotong royong membersihkan lumpur yang menutupi halaman dan jalan. Semangat kebersamaan terlihat ketika tetangga saling membantu memperbaiki pagar atau menutup atap sementara dengan terpal.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar selalu memantau kondisi cuaca. Jika hujan deras turun dalam waktu lama, warga disarankan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
Dapatkan info menarik setiap hari yang eksklusif dan terpercaya hanya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com