Tanggul Sungai Belu Jebol, Warga Lampung Diminta Waspada Banjir Susulan

Tanggul Sungai Belu Jebol, Warga Lampung Diminta Waspada Banjir Susulan Tanggul Sungai Belu Jebol, Warga Lampung Diminta Waspada Banjir Susulan
Bagikan

Game Tanggul Sungai Belu bukan sekadar kabar banjir, warga Lampung kini perlu waspada karena hujan deras bisa memicu genangan susulan.

Tanggul Sungai Belu Jebol, Warga Lampung Diminta Waspada Banjir Susulan

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, mulai berangsur surut. Sebagian warga yang sebelumnya mengungsi juga sudah kembali ke rumah masing-masing.

Meski kondisi membaik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung masih meminta masyarakat tetap waspada. Perhatian utama tertuju pada tanggul Sungai Belu yang mengalami jebol sepanjang sekitar 200 meter. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Banjir Mulai Surut, Warga Berangsur Pulang

Kepala BPBD Lampung Aswarodi mengatakan air di sejumlah lokasi mulai surut setelah debit sungai berkurang. Kondisi tersebut membuat warga yang sempat meninggalkan rumah bisa kembali secara bertahap.

Aswarodi menyampaikan informasi itu pada Rabu, 23 September 2026. Menurutnya, kondisi lapangan sudah lebih baik dibanding saat banjir melanda permukiman warga.

Meski begitu, warga tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca. Hujan deras dalam waktu cukup lama dapat meningkatkan debit air dan memicu genangan kembali.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Tanggul Sungai Belu Jebol Sepanjang 200 Meter

Kerusakan tanggul Sungai Belu menjadi perhatian utama BPBD Lampung. Aswarodi menyebut bagian tanggul yang jebol mencapai kurang lebih 200 meter.

Kondisi tersebut membuat aliran air berpotensi kembali masuk ke kawasan permukiman jika hujan lebat mengguyur wilayah Tanggamus. Karena itu, pemerintah daerah perlu bergerak cepat sebelum cuaca kembali memburuk.

Pemkab Tanggamus akan melakukan penanganan awal menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga atau BTT. Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko banjir sambil menunggu perbaikan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga: Kemensos Gandeng Pemkot Jakarta Pusat, 4.000 RT Disiapkan Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial

Perbaikan Permanen Akan Libatkan Pemprov Lampung

Untuk perbaikan permanen, BPBD Lampung akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Kawasan Sungai Semaka masuk dalam kewenangan pengelolaan sumber daya air tingkat provinsi.

Aswarodi mengatakan laporan mengenai kondisi tanggul sudah ia sampaikan kepada Sekretaris Daerah Lampung. Selanjutnya, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan instansi pengelola sumber daya air untuk menentukan langkah perbaikan.

Proses tersebut menjadi penting karena kerusakan tanggul cukup panjang. Penanganan sementara memang dapat mengurangi risiko, tetapi pemerintah tetap membutuhkan solusi yang lebih kuat untuk menghadapi musim hujan.

Ratusan Kepala Keluarga Terdampak Banjir

BPBD Lampung mencatat sekitar 350 kepala keluarga terdampak banjir di sejumlah wilayah Tanggamus. Data tersebut berasal dari laporan BPBD Kabupaten Tanggamus.

Bantuan kebutuhan dasar juga sudah diberikan kepada warga terdampak. BPBD bersama Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus ikut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkena dampak banjir.

Petugas bersama masyarakat masih membersihkan lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga. Proses gotong royong melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, Dinas Sosial, perangkat kecamatan, serta warga setempat.

Aswarodi menjelaskan banjir di wilayah tersebut biasanya dapat surut dalam beberapa jam setelah debit air menurun. Namun, kerusakan tanggul membuat ancaman banjir kembali muncul jika hujan deras turun lagi.

Jalur Evakuasi dan EWS Diminta Siap

BPBD Lampung meminta BPBD Tanggamus memastikan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian tetap siap digunakan. Kesiapan tersebut penting agar warga bisa segera bergerak jika kondisi kembali memburuk.

Selain jalur evakuasi, pemerintah juga meminta sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) berfungsi dengan baik. Sistem tersebut dapat membantu warga mengetahui kenaikan debit air lebih cepat.

Petugas juga terus memantau kondisi tanggul dan perkembangan cuaca. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai sebaiknya mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan segera bersiap jika hujan deras kembali turun.

Dengan kondisi tanggul Sungai Belu yang masih mengalami kerusakan, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Pemerintah daerah kini perlu mempercepat penanganan agar banjir susulan tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat Tanggamus.