72 Siswa MTs di Mamasa Terpaksa Belajar di Tenda, Sekolah Rusak

72 Siswa MTs di Mamasa Terpaksa Belajar di Tenda, Sekolah Rusak 72 Siswa MTs di Mamasa Terpaksa Belajar di Tenda, Sekolah Rusak
Bagikan

72 siswa MTs Uhaidao Mamasa kini harus belajar di tenda setelah sekolah mereka rusak diterjang angin kencang dan hujan deras.

72 Siswa MTs di Mamasa Terpaksa Belajar di Tenda, Sekolah Rusak

Cuaca buruk membuat aktivitas belajar di MTs Uhaidao, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, ikut terganggu. Bangunan sekolah mengalami kerusakan setelah angin kencang disertai hujan deras menerjang wilayah tersebut pada Jumat (25/9/2026).

Pihak sekolah kini mencari solusi agar para siswa tetap bisa mengikuti pelajaran. Jika tidak menemukan ruangan yang dapat dipinjam dari sekolah lain, pihak sekolah akan memakai tenda sebagai ruang kelas sementara. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Empat Ruangan Sekolah Mengalami Kerusakan

Kepala MTs Uhaidao, Asbadiun, menjelaskan bahwa angin kencang merusak empat ruangan di lingkungan sekolah. Dua ruangan mengalami kerusakan paling parah karena sebagian besar bagian atap terlepas dan plafon ikut roboh.

Hujan deras juga memperburuk kondisi bangunan. Air masuk ke sejumlah bagian ruangan setelah atap terangkat. Material yang jatuh kemudian ikut merusak dinding sekolah.

Asbadiun mengatakan kondisi tersebut membuat pihak sekolah tidak bisa memakai seluruh ruang seperti biasanya. Mereka pun perlu mencari tempat alternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Atap Sekolah Terbang hingga Sekitar 100 Meter

Cuaca awalnya masih terlihat biasa. Namun, sekitar setengah jam kemudian, angin mulai bertiup kencang bersamaan dengan hujan deras. Puluhan lembar seng yang menutup bagian atap sekolah tidak mampu bertahan.

Beberapa lembar seng bahkan terbang hingga sekitar 100 meter dari lokasi sekolah. Kuatnya angin membuat kerusakan menyebar ke beberapa bagian bangunan.

Situasi tersebut membuat pihak sekolah harus bergerak cepat. Selain mengamankan area yang rusak, mereka juga perlu memastikan siswa tetap mendapat tempat belajar yang aman.

Baca Juga: Bencana di Solok Jadi Sorotan, Menko PMK Minta Pemda Bergerak Cepat

Buku Pelajaran Ikut Terendam Air

Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan. Air hujan juga masuk ke area sekolah dan mengenai sejumlah fasilitas. Buku-buku pelajaran menjadi salah satu perlengkapan yang terdampak.

Sejumlah buku sempat terendam sehingga pihak sekolah langsung menjemurnya agar masih bisa digunakan. Kondisi buku tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan untuk melihat tingkat kerusakannya.

Perangkat WiFi sekolah juga mengalami gangguan. Air membuat bagian tertentu mengalami korsleting sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan seperti biasa.

72 Siswa Terancam Belajar di Tenda

Kerusakan ruang kelas membuat proses pembelajaran untuk 72 siswa ikut terdampak. Asbadiun mengatakan pihak sekolah sempat berupaya meminjam ruangan dari sekolah lain.

Namun, jika tidak ada ruangan yang bisa digunakan, sekolah akan menyiapkan tenda sebagai tempat belajar sementara. Langkah tersebut menjadi pilihan agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan pembelajaran meski kondisi bangunan belum pulih.

Pihak sekolah berharap pemerintah segera memberikan perhatian. Mereka membutuhkan bantuan untuk memperbaiki bangunan sekaligus memulihkan fasilitas yang mengalami kerusakan.

Puluhan Bangunan di Mamasa Rusak

Kerusakan akibat cuaca buruk tidak hanya terjadi di MTs Uhaidao. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa mencatat ada 22 bangunan yang mengalami kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang pada Jumat (25/9).

Kepala BPBD Mamasa Alfredi menyebut 18 rumah warga dan empat bangunan sekolah terdampak. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap dan dinding bangunan.

Data tersebut menunjukkan dampak cuaca buruk cukup luas di wilayah Mamasa. Sementara itu, pihak MTs Uhaidao masih menunggu langkah penanganan agar kegiatan belajar 72 siswa dapat kembali berlangsung di ruang kelas yang aman dan layak.