Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Tanggamus, Lampung, pada Minggu (28/6/2026) pukul 04.10 WIB.
Getaran gempa sempat dirasakan oleh warga di beberapa daerah sekitar, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Meski kekuatannya tergolong sedang, gempa tersebut membuat sebagian warga terbangun dari tidur. Hingga beberapa saat setelah kejadian, banyak masyarakat mencari informasi mengenai sumber gempa dan kemungkinan adanya gempa susulan. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Gempa Berpusat di Laut Tenggara Tanggamus
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 6,23 Lintang Selatan dan 104,72 Bujur Timur. Titik gempa berada di laut sekitar 83 kilometer tenggara Kabupaten Tanggamus dengan kedalaman mencapai 20 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal. Menurutnya, aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut memicu terjadinya guncangan yang dirasakan masyarakat.
Karakteristik gempa dangkal umumnya menghasilkan getaran yang lebih terasa di permukaan meskipun magnitudonya tidak terlalu besar. Karena itu, warga di sejumlah wilayah Lampung sempat merasakan guncangan selama beberapa detik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Analisis parameter gempa menunjukkan tidak ada kondisi yang mengarah pada pembentukan gelombang tsunami.
Meski begitu, masyarakat tetap diminta untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum memiliki dasar ilmiah. Penyebaran informasi yang tidak benar justru dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
BMKG juga mengingatkan warga agar selalu mengakses informasi melalui kanal resmi sehingga setiap perkembangan mengenai aktivitas gempa dapat diketahui secara akurat.
Baca Juga:Â Warga Ceritakan Detik-Detik Guncangan Gempa Pacitan Terasa di DIY
Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah Lampung
Laporan masyarakat menunjukkan bahwa gempa tidak hanya terasa di Kabupaten Tanggamus. Warga Bandar Lampung juga merasakan getaran dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, beberapa orang dapat merasakan getaran dan benda-benda ringan yang tergantung mulai bergoyang.
Di wilayah Pesawaran, intensitas gempa mencapai II hingga III MMI. Warga merasakan getaran cukup jelas di dalam rumah dengan sensasi seperti kendaraan besar melintas di dekat bangunan.
Sementara itu, masyarakat di Kabupaten Tanggamus melaporkan getaran dengan intensitas III MMI. Banyak warga mengaku merasakan guncangan yang cukup nyata meskipun berlangsung dalam waktu singkat.
Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan
Hingga beberapa jam setelah gempa terjadi, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa masih relatif terbatas.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait tetap memantau situasi di lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman. Petugas juga terus mengumpulkan informasi apabila muncul laporan baru dari wilayah yang merasakan getaran.
Hartanto menjelaskan bahwa hasil pemantauan BMKG hingga pukul 04.35 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa merasa panik.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang setelah merasakan guncangan gempa. Warga sebaiknya tidak terpancing informasi yang belum jelas sumbernya karena kabar yang tidak akurat sering kali memicu kepanikan.
Selain itu, masyarakat juga perlu mengenali langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa bumi, seperti menjauhi benda yang mudah roboh, mencari tempat yang lebih aman, dan mengikuti arahan dari petugas apabila muncul kondisi darurat.
Peristiwa gempa di Lampung kembali mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan yang memiliki aktivitas tektonik tinggi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ketika gempa terjadi sewaktu-waktu. Dengan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan memahami prosedur keselamatan, masyarakat dapat merespons situasi seperti ini dengan lebih tenang dan tepat.