Foto siswa SDN Tanggirejo Grobogan makan MBG di depan kelas roboh viral dan membuat publik prihatin melihat kondisi sekolah yang rusak.
Bangunan kelas yang tidak lagi bisa digunakan membuat pihak sekolah harus mencari solusi agar kegiatan belajar tetap berjalan. Pemerintah pun langsung memberikan perhatian setelah kondisi sekolah tersebut ramai diperbincangkan. NASIB RAKYAT akan mengulas kondisi memprihatinkan siswa SDN Tanggirejo Grobogan yang viral setelah menyantap MBG di depan ruang kelas roboh, hingga pemerintah memberikan respons untuk melakukan perbaikan.
Foto Siswa Santap MBG di Depan Kelas Roboh Jadi Sorotan
Perhatian publik bermula dari foto yang memperlihatkan sejumlah siswa SDN Tanggirejo menikmati menu MBG dengan latar bangunan kelas yang mengalami kerusakan. Foto tersebut menunjukkan kondisi sekolah yang membutuhkan perbaikan agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.
Kerusakan beberapa ruang kelas membuat pihak sekolah melakukan berbagai penyesuaian. Para guru mengatur ulang penggunaan ruangan supaya seluruh siswa tetap mendapatkan kegiatan belajar meskipun fasilitas sekolah terbatas.
SDN Tanggirejo memiliki 131 siswa yang terbagi dari kelas satu hingga kelas enam. Setiap tingkatan tetap mengikuti pembelajaran dengan sistem bergantian karena beberapa ruangan belum dapat digunakan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan perhatian terhadap fasilitas pendidikan di daerah. Banyak pihak berharap pemerintah segera membantu sekolah agar siswa tidak terus belajar dalam keadaan yang kurang ideal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pemerintah Siapkan Dana Rp1,3 Miliar untuk Perbaikan Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan pemerintah akan memperbaiki SDN Tanggirejo dalam waktu dekat. Ia menyebut proses pembangunan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
“Rencana pembangunan 3 sampai 4 bulan dengan sistem swakelola,” ujar Mu’ti kepada Kompas.com, Sabtu (25/7/2026).
Pemerintah menyiapkan bantuan sebesar Rp1,3 miliar untuk memperbaiki berbagai fasilitas sekolah. Bantuan tersebut mencakup tiga ruang kelas, dua toilet, satu ruang administrasi, dan satu ruang perpustakaan.
Tim pemerintah juga sudah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi sekolah. Hasil verifikasi tersebut menjadi dasar pemberian bantuan agar perbaikan bisa segera berjalan.
“SDN Tanggirejo Kabupaten Grobogan sudah dikunjungi oleh tim. Berdasarkan verifikasi faktual, sekolah akan mendapat bantuan Rp1,3 miliar. Minggu depan diundang Bimtek di Jakarta,” kata Mu’ti.
Baca Juga:Â Tragis! Diduga Curi 2 Ekor Ayam, Seorang Ayah di Bali Tewas Dihajar Massa
Kerusakan Kelas Membuat Siswa Harus Berbagi Ruangan
Sebelum pemerintah memberikan bantuan, pihak sekolah harus mengatur strategi agar seluruh siswa tetap mengikuti pembelajaran. Beberapa kelas menggunakan ruangan secara bergantian akibat keterbatasan tempat.
Murid kelas satu dan dua berbagi ruang kelas satu untuk mengikuti pelajaran. Sementara itu, siswa kelas tiga dan empat belajar bersama di ruang kelas tiga dengan pembatas dari tripleks.
Siswa kelas lima menggunakan musala sebagai tempat belajar sementara. Sedangkan kelas enam memanfaatkan ruang kelas dua agar proses belajar tetap berlangsung.
Tidak hanya ruang kelas, perpustakaan sekolah juga mengalami perubahan fungsi. Pihak sekolah menggunakan ruangan tersebut sebagai tempat kerja sementara bagi para guru.
Situasi tersebut menunjukkan bagaimana pihak sekolah berusaha menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan meski kondisi bangunan belum mendukung.
SDN Tanggirejo Sempat Tidak Masuk Daftar Prioritas Perbaikan
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sebelumnya SDN Tanggirejo tidak masuk daftar prioritas perbaikan. Hal itu terjadi karena laporan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menyebut sekolah tersebut tidak mengalami kerusakan.
“Sekolah itu tidak masuk prioritas karena dalam dapodik dilaporkan tidak ada kerusakan,” ungkap Mu’ti.
Setelah kondisi sekolah mendapatkan perhatian publik, pemerintah kemudian melakukan pengecekan langsung. Hasil pemeriksaan tersebut menemukan kebutuhan perbaikan pada sejumlah bagian bangunan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya laporan kondisi fasilitas sekolah yang akurat. Data yang sesuai dapat membantu pemerintah menentukan sekolah mana yang membutuhkan bantuan lebih cepat.
Perbaikan Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menjelaskan bahwa bangunan yang mengalami kerusakan sudah berdiri sejak 2012. Kerusakan pertama terjadi pada Januari 2026 ketika atap salah satu ruang kelas mengalami keruntuhan.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya April 2026, empat ruang lainnya tidak lagi bisa digunakan karena kondisi bangunan yang tidak aman.
Juwariyah berharap proses perbaikan dapat selesai tahun ini agar siswa dan guru kembali menjalankan kegiatan belajar dengan kondisi yang lebih baik.
“Untuk perbaikan, alhamdulillah hari ini pemberkasan di korwil. Tahun ini lah pokoknya selesai, seperti itu,” kata Juwariyah.
Perbaikan SDN Tanggirejo menjadi langkah penting untuk memastikan siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak. Viralnya foto siswa makan MBG di depan kelas roboh akhirnya mendorong perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah tersebut.