Pemerintah mempercepat pembersihan material longsor di jalur Blangkejeren-Kutacane guna memulihkan akses transportasi dan distribusi logistik.
Alat berat dikerahkan untuk membuka badan jalan yang tertutup banjir dan longsor, sehingga mobilitas warga, pasokan BBM, dan kebutuhan pokok kembali lancar. Upaya ini menjadi prioritas demi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Gayo Lues dan Aceh Tenggara agar segera pulih normal pascabencana.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Akses Blangkejeren-Kutacane Dikebut, Jalur Vital Segera Pulih
Pemerintah terus mempercepat pembersihan material sisa banjir dan tanah longsor yang menutup jalan lintas penghubung Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dan Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini dilakukan guna memulihkan akses transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Ruas jalan Blangkejeren-Kutacane memiliki peran strategis sebagai jalur distribusi logistik, bahan bakar minyak (BBM), serta kebutuhan pokok masyarakat. Terputusnya jalur ini selama beberapa waktu berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan perdagangan antarwilayah.
Upaya percepatan ini diharapkan mampu mengurangi dampak lanjutan dari bencana, sekaligus memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar. Pemerintah menargetkan proses pembersihan dapat segera tuntas agar roda perekonomian dan pelayanan publik kembali berjalan optimal.
HK Gerak Cepat Bersihkan Sisa Longsor di Badan Jalan
Pelaksana proyek dari PT Hutama Karya (Persero), Ibrahim, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan di sejumlah titik terdampak sejak Desember 2025. Pekerjaan difokuskan pada pengangkatan material longsor dan sisa banjir yang menutup badan jalan agar kendaraan dapat kembali melintas.
“Targetnya sesegera mungkin karena longsoran masih banyak. Insyaallah dalam beberapa hari ini kami upayakan tuntas untuk pembersihan di badan jalan,” ujar Ibrahim saat ditemui di Desa Palok, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh. Ia menegaskan bahwa tim di lapangan bekerja secara intensif demi mengejar target penyelesaian.
Proses pembersihan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Jika diperlukan, pekerjaan dilanjutkan dengan lembur hingga pukul 24.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk mempercepat pemulihan akses jalan sesuai arahan pemerintah.
Baca Juga: Mendikdasmen Pastikan Sekolah Korban Bencana Siap Sambut Ajaran Baru
Perbaikan Jalan Berlanjut Usai Pembersihan Tuntas
Setelah proses pembersihan material longsor selesai, tahap berikutnya adalah revitalisasi jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana. Ibrahim menyebutkan bahwa tim berbeda akan menangani perbaikan struktur jalan agar lebih kuat dan aman dilalui kendaraan.
Revitalisasi mencakup perbaikan permukaan jalan yang rusak, penguatan bahu jalan, serta penanganan titik-titik rawan longsor. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kerusakan serupa di masa mendatang, terutama mengingat kondisi geografis wilayah tersebut yang rawan bencana.
Dengan adanya penanganan bertahap mulai dari pembersihan hingga perbaikan permanen, diharapkan jalur Blangkejeren-Kutacane tidak hanya kembali normal, tetapi juga memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap cuaca ekstrem dan potensi longsor berikutnya.
Menteri PU Tegaskan Akses Jalur Segera Kembali Normal
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pemulihan konektivitas jalur lintas tengah Aceh. Jalur dari Kutacane menuju Blangkejeren hingga Gayo Lues dan Aceh Tenggara dinilai sangat vital bagi pergerakan logistik dan masyarakat.
Penanganan ruas Jalan Blangkejeren-Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara dilaksanakan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Berbagai alat berat seperti ekskavator dan wheel loader dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor yang menutup jalan.
“Hampir semua kendaraan sudah bisa lewat, sehingga logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Kutacane menuju Blangkejeren atau ke Gayo Lues,” ujar Dody, Sabtu (10/1). Pemerintah optimistis dalam waktu dekat akses akan sepenuhnya pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari gayo.tribunnews.com