Antrean Panjang di “Selat Hormuz” Aceh Akhirnya Berakhir, Jembatan Kuta Blang Kembali Beroperasi

Antrean Panjang di “Selat Hormuz” Aceh Akhirnya Berakhir, Jembatan Kuta Blang Kembali Beroperasi Antrean Panjang di “Selat Hormuz” Aceh Akhirnya Berakhir, Jembatan Kuta Blang Kembali Beroperasi
Bagikan

Antrean panjang di Jembatan Kuta Blang, Bireuen, akhirnya berakhir setelah Jembatan Krueng Tingkem mulai beroperasi dan membuka akses lalu lintas bagi masyarakat.

Antrean Panjang di “Selat Hormuz” Aceh Akhirnya Berakhir, Jembatan Kuta Blang Kembali Beroperasi

Pengoperasian jembatan baru ini menjadi kabar lega bagi pengendara yang sebelumnya harus menghadapi sistem buka tutup di jembatan lama. Antrean bahkan bisa berlangsung berjam-jam hingga warga menjuluki lokasi tersebut sebagai “Selat Hormuz” Aceh.Pembukaan jalur baru tersebut diawali dengan uji coba dan peusijuek.  Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Jembatan Baru Kuta Blang Mulai Dipakai Pengendara

Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmara, membuka pengoperasian jembatan didampingi Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, unsur Forkopimda Bireuen, serta Kepala BPJN Aceh Ir. Zulkarnaini.

Gatot menjelaskan bahwa jembatan baru tersebut telah melewati sejumlah pemeriksaan teknis. Tim memastikan desain, konstruksi, dan mutu jembatan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Jembatan itu juga telah lulus uji beban. Karena itu, pemerintah membuka jalur tersebut untuk uji coba lalu lintas umum atau open traffic.

Langkah ini sekaligus mengalihkan kendaraan dari jembatan lama yang sebelumnya menjadi titik hambatan perjalanan warga. Dengan jalur baru, kendaraan tidak lagi harus bergantian melintas dalam pola buka tutup.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

“Selat Hormuz” Aceh Muncul Gara-gara Antrean

Sebutan “Selat Hormuz” muncul dari warga karena antrean kendaraan di kawasan tersebut kerap mengular. Kondisi itu terjadi setelah Jembatan Kuta Blang lama mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025.

Untuk menjaga konektivitas, pemerintah kemudian menggunakan jembatan bailey sebagai akses sementara. Namun, kapasitas dan pola penggunaannya membuat kendaraan harus melintas secara bergantian.

Situasi tersebut membuat perjalanan warga membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika volume kendaraan meningkat. Kini, pengoperasian jembatan baru memberikan jalur yang lebih leluasa bagi kendaraan yang melewati kawasan Kuta Blang.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Mengancam, PMI Kota Tangerang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

Jembatan Lama Tetap Dilanjutkan Pembangunannya

Gatot menegaskan pembangunan jembatan lama tidak berhenti setelah jembatan baru beroperasi. Pemerintah tetap melanjutkan pekerjaan tersebut agar akses transportasi di kawasan itu semakin lancar.

Jembatan lama memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan logistik dan transportasi. Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh infrastruktur penghubung di kawasan Kuta Blang kembali berfungsi secara optimal.

Keberadaan dua akses tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan pilihan jalur bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Bireuen dan wilayah sekitarnya.

Bencana Sebelumnya Rusak Banyak Jembatan di Bireuen

Bupati Bireuen Mukhlis menyebut bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 memberikan dampak besar terhadap infrastruktur daerah. Sebanyak 12 jembatan di sepanjang Krueng Peusangan mengalami kerusakan, termasuk empat jembatan gantung.

Pada tahun ini, pemerintah telah menangani tiga jembatan. Selain Jembatan Krueng Tingkeum, terdapat Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan jalur Pantai Timur menuju wilayah tengah Aceh seperti Bener Meriah dan Gayo Lues.

Pemerintah juga menangani Jembatan Pante Lhong yang menjadi kewenangan kabupaten dengan dukungan pemerintah pusat. Perbaikan sejumlah jembatan tersebut menjadi bagian dari pemulihan akses setelah bencana.

Tiga Jembatan Baru Disiapkan untuk Tahun Depan

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menyiapkan pembangunan tiga jembatan pada tahun depan. Rencana tersebut mencakup Jembatan Peusangan-Peusangan Siblah Krueng dengan panjang sekitar 200 meter, Jembatan Ulee Jalan, dan Jembatan Alu Limeng.

Rencana itu menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur di Bireuen masih berlanjut. Pemerintah daerah berharap pembangunan tersebut dapat memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar distribusi barang maupun aktivitas masyarakat.

Mukhlis menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Bireuen. Dengan beroperasinya Jembatan Krueng Tingkem, warga kini tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang seperti saat menggunakan jembatan sementara.

Bagi pengendara, perubahan ini tentu terasa langsung. Jalur yang sebelumnya identik dengan antrean panjang kini mulai kembali menjadi akses penghubung yang lebih lancar bagi masyarakat Kuta Blang dan wilayah sekitarnya.