Banjir Rendam Pasaman, 1 Warga Hilang dan Masih Dalam Pencarian

Banjir Rendam Pasaman, 1 Warga Hilang dan Masih Dalam Pencarian Banjir Rendam Pasaman, 1 Warga Hilang dan Masih Dalam Pencarian
Bagikan

Banjir melanda Nagari Simpang Tonang, Pasaman, Sumatera Barat setelah hujan lebat. Sungai meluap dan menggenangi permukiman warga serta lahan pertanian di sana.

Banjir Rendam Pasaman, 1 Warga Hilang dan Masih Dalam Pencarian

Selain merendam rumah dan lahan pertanian, bencana tersebut juga membuat satu warga dilaporkan hilang. Tim gabungan langsung melakukan pencarian, sementara warga terdampak mulai melakukan pembersihan setelah air berangsur surut. Simak ulasan lengkapnya dari .

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Hujan Lebat Bikin Dua Sungai Meluap

Banjir terjadi pada Jumat (18/9/2026) setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur kawasan Pasaman dari siang hingga sore. Curah hujan tinggi membuat debit air di Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember Tonang Raya meningkat dengan cepat.

Sekitar pukul 16.00 WIB, kedua sungai tersebut meluap dan air masuk ke permukiman warga di Nagari Simpang Tonang. Kondisi itu membuat masyarakat harus menghadapi genangan yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Petugas kemudian melakukan pendataan untuk mengetahui dampak banjir sekaligus mencari warga yang belum diketahui keberadaannya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Puluhan Rumah dan Lahan Pertanian Terdampak

Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada sekitar 55 keluarga dengan jumlah rumah terdampak mencapai sekitar 55 unit. Dua rumah juga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Selain permukiman, banjir turut mengganggu sektor pertanian. Sekitar lima hektare lahan pertanian terdampak genangan. Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena lahan tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Tiga keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat. Mereka mengambil langkah tersebut untuk memastikan keselamatan selama kondisi banjir belum sepenuhnya aman.

Baca Juga: Lansia di Belawan Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Pemkot Akhirnya Turun Tangan

Satu Warga Masih Dalam Pencarian

Di tengah penanganan banjir, petugas masih berupaya menemukan satu warga yang dilaporkan hilang. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan informasi tersebut pada Sabtu (19/9/2026).

“Sebanyak tiga keluarga mengungsi sementara di rumah kerabat. Seorang warga masih dalam pencarian,” ujar Berton dalam keterangannya.

Tim gabungan terus bergerak untuk mencari warga tersebut. Proses pencarian melibatkan unsur pemerintah daerah dan petugas di lapangan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah setelah banjir.

Air Mulai Surut, Petugas Lakukan Asesmen

Pada Sabtu (19/9/2026), kondisi banjir di Nagari Simpang Tonang dilaporkan sudah surut. Meski begitu, penanganan belum berhenti. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman bersama pemerintah kecamatan dan nagari masih melakukan asesmen.

TNI, Polri, serta masyarakat ikut membantu proses penanganan di lapangan. Petugas mengecek kondisi rumah warga, lahan pertanian, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir.

Koordinasi juga terus berjalan untuk mendukung pencarian terhadap satu warga yang belum ditemukan. Pemerintah daerah berupaya memastikan proses tersebut berjalan cepat sekaligus memperhatikan kondisi keselamatan tim di lapangan.

Warga Diminta Tetap Waspada Cuaca

Meski air sudah surut, masyarakat tetap perlu mengantisipasi kemungkinan hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Kondisi sungai dan lingkungan sekitar juga perlu mendapat perhatian, terutama jika hujan berlangsung cukup lama.

Masyarakat dapat menyiapkan kebutuhan dasar dan obat-obatan di tempat yang mudah dijangkau. Dokumen penting sebaiknya disimpan di lokasi aman agar tidak rusak ketika banjir kembali datang.

Warga juga perlu mengetahui jalur serta lokasi evakuasi yang tersedia di wilayah masing-masing. Informasi terbaru mengenai cuaca dan potensi bencana sebaiknya diperoleh dari pemerintah daerah, BPBD, BNPB, atau instansi resmi lainnya.

BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan mendorong penanganan secara cepat serta terkoordinasi. Fokus utama saat ini mencakup pencarian warga yang masih belum ditemukan dan penanganan masyarakat yang terdampak banjir.