Angin Kencang Terjang Parepare, 76 Rumah Rusak dalam Dua Hari

Angin Kencang Terjang Parepare, 76 Rumah Rusak dalam Dua Hari Angin Kencang Terjang Parepare, 76 Rumah Rusak dalam Dua Hari
Bagikan

Angin kencang menerjang Parepare selama dua hari dan merusak 76 rumah warga di sejumlah kelurahan, dengan kerusakan ringan hingga sedang akibat cuaca ekstrem.

Angin Kencang Terjang Parepare, 76 Rumah Rusak dalam Dua Hari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parepare mencatat sebanyak 76 rumah terdampak hingga Rabu, 16 September 2026. Kerusakan tersebut masuk dalam kategori ringan hingga sedang dan belum ditemukan rumah dengan kerusakan berat.

Kondisi tersebut membuat petugas terus memantau permukiman warga, terutama wilayah yang mengalami dampak paling banyak. Warga juga mendapat imbauan untuk tetap waspada jika angin kembali menguat.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

76 Rumah Terdampak dalam Dua Hari

Kepala Pelaksana BPBD Parepare, Rasdy Gery, mengatakan jumlah rumah terdampak bertambah pada Rabu. Petugas mencatat 41 rumah tambahan sehingga total kerusakan mencapai 76 rumah.

Kerusakan terjadi pada Selasa hingga Rabu, 15-16 September 2026. BPBD mengelompokkan dampaknya ke dalam kategori ringan dan sedang. Untuk saat ini, petugas belum menemukan kerusakan yang masuk kategori berat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

12 Kelurahan Ikut Merasakan Dampaknya

Angin kencang menyebar ke sejumlah permukiman di Parepare. BPBD mencatat dampak muncul di 12 kelurahan, yakni Bukit Indah, Bukit Harapan, Ujung Baru, Ujung Lare, Lompoe, Galung Maloang, Lemoe, Lumpue, Bumi Harapan, Tirosompe, Labukkang, dan Lapadde.

Dari sejumlah lokasi tersebut, Bukit Harapan dan Galung Maloang mengalami dampak paling banyak. Petugas kemudian melakukan pemantauan untuk mengetahui kondisi rumah serta kebutuhan warga yang terdampak.

Baca Juga: Sekolah Sering Terganggu di Negara Rawan Bencana, Pakar Oxford Ungkap Solusinya

Atap Rumah hingga Penyangga Ikut Rusak

Rasdy menjelaskan, kerusakan sedang terjadi ketika sekitar sepertiga bagian rumah mengalami kerusakan. Sementara itu, kerusakan ringan umumnya terlihat pada bagian atap.

Tiupan angin membuat sejumlah atap seng terlepas. Beberapa penyangga kayu juga patah sehingga bagian rumah mengalami kerusakan. Kondisi material bangunan ikut memengaruhi tingkat kerusakan karena sebagian rumah memiliki balok atap dan dinding yang sudah lapuk.

Warga Belum Mengungsi dari Rumah

Meski puluhan rumah mengalami kerusakan, warga masih memilih bertahan di kediaman masing-masing. BPBD belum mencatat adanya pengungsian akibat kejadian tersebut.

Situasi itu berkaitan dengan kondisi cuaca di lapangan yang belum disertai hujan deras. Namun, BPBD tetap membuka kemungkinan evakuasi jika cuaca berubah dan hujan lebat mulai turun.

Selain rumah, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon di beberapa titik. Pohon yang tumbang turut mengenai jaringan utilitas sehingga mengganggu kabel listrik dan jaringan telekomunikasi.

Kecepatan Angin Sempat Mencapai 45 Km per Jam

Pantauan BPBD menunjukkan kecepatan angin rata-rata di Parepare mencapai sekitar 37 kilometer per jam. Hembusan angin secara tiba-tiba atau gust bahkan sempat menyentuh 45 kilometer per jam.

Hembusan tersebut dapat muncul dalam waktu singkat, sekitar tiga hingga lima detik. Meski berlangsung sebentar, dorongan angin yang kuat tetap dapat membahayakan bangunan dan pohon di sekitar permukiman.

BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem. Warga juga perlu memeriksa kondisi atap, balok penyangga, dinding, serta bagian rumah lain yang berpotensi mengalami masalah saat angin kembali bertiup kencang.