Hujan lebat memicu banjir bandang di Aceh Tenggara, merendam permukiman warga setelah debit sungai meningkat cepat sejak Minggu sore hingga malam hari.
Material kayu, batu, lumpur, dan air ikut terbawa arus. Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi genangan yang masuk ke rumah mereka. Tim gabungan kemudian bergerak untuk membantu evakuasi sekaligus membersihkan area terdampak. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
11 Desa di Aceh Tenggara Kena Terjangan Banjir
Banjir bandang menerjang 11 desa yang tersebar di lima kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Desa Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya Kutacane Lama di Kecamatan Babussalam, serta Desa Pulonas Baru dan Lawe Rutung di Kecamatan Lawe Bulan.
Di Kecamatan Bambel, banjir melanda Desa Pancar Iman dan Desa Kuning I. Sementara itu, Desa Peseluk Pesimbe di Kecamatan Deleng Pokhkison serta Kuta Lesung di Kecamatan Lawe Sumur juga ikut terdampak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hujan Lebat Bikin Debit Tiga Sungai Naik
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Bahron Bakti menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi membuat debit sejumlah sungai meningkat. Kondisi itu terjadi sejak Minggu sore dan terus memengaruhi wilayah sekitar.
“Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara sejak sore hari kemarin mengakibatkan debit air Sungai Lawe Bulan, Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga mengalami peningkatan,” kata Bahron dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Kemensos Siapkan “Scan” Wajah Penerima Bansos, Mulai Berlaku Tahun Depan
Air Mulai Masuk Rumah Warga pada Minggu Malam
Genangan mulai merendam rumah warga sekitar pukul 21.00 WIB pada Minggu (13/9). Derasnya aliran air juga membuat sejumlah tanggul di Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, dan Lawe Kinga jebol.
Arus banjir kemudian membawa material dari sekitar aliran sungai. Kayu dan batu ikut terbawa hingga masuk ke kawasan permukiman. Lumpur juga menggenangi rumah warga dan membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Kayu dan Batu Ikut Terbawa Arus Banjir
Bahron mengatakan banjir kali ini tidak hanya membawa air. Arus deras juga menyeret kayu dan batu sehingga warga menghadapi kondisi yang cukup sulit ketika air masuk ke rumah.
“Banjir bandang membawa material kayu dan batu. Air dan lumpur masuk dan menggenangi rumah warga,” jelasnya.
Material yang terbawa arus juga membuat proses pembersihan membutuhkan perhatian lebih. Warga bersama tim gabungan harus membersihkan sisa lumpur dan material yang menumpuk setelah aliran air mulai melemah.
Tim Gabungan Bergerak, Air Mulai Berangsur Surut
Setelah banjir terjadi, tim gabungan langsung turun untuk membantu warga. Petugas melakukan evakuasi dan pembersihan di sejumlah titik yang terdampak banjir bandang.
Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kondisi air juga mulai membaik setelah sebelumnya menggenangi permukiman warga. “Kondisi terakhir air berangsur surut,” ujar Bahron.
Meski begitu, warga tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca dan aliran sungai. Hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dapat membuat debit air meningkat lagi, terutama di wilayah yang berada dekat sungai dan tanggul.